Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu

Wacana penerapan kembali sekolah enam hari mulai menuai respons beragam di berbagai daerah, namun Pemkot Semarang memilih langkah hati-hati. Alih-alih terburu-buru mengubah sistem, pemerintah kota menegaskan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus didasarkan pada kajian mendalam agar benar-benar membawa manfaat bagi siswa dan keluarga.

T. Budianto
Last updated: November 27, 2025 4:42 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
BERI KETERANGAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan keterangan kepada media usai melakukan rapat koordinasi dengan jajarannya, baru-baru ini. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wacana balik lagi ke enam hari sekolah bikin banyak daerah langsung diskusi panjang, tapi Pemkot Semarang memilih mode: tenang, cek dulu, baru gas.

Wali Kota Agustina Wilujeng menegaskan, perubahan kebijakan pendidikan nggak boleh dilakukan “modal feeling” doang, tapi harus lewat kajian komprehensif biar manfaatnya benar-benar kena ke siswa dan keluarganya.

Agustina bilang, Semarang pada dasarnya nggak alergi perubahan. Mau PAUD sampai SMP switch ke enam hari? Bisa aja. Tapi semua tetap harus lewat perhitungan matang dari Bappeda dan sinkron dengan kebijakan pusat.

“Sudah koordinasi dengan pusat. Yang jelas harus ada kajian mendalam dari Bappeda sebelum ambil keputusan,” tegasnya. Menurut Agustina, kalau sistem enam hari diterapkan lagi, sekolah nggak bisa cuma nambah hari tanpa nambah nilai.

Kegiatan Sore

Dikatakan, perlu dipikirkan kegiatan sore yang beneran bermanfaat buat anak. Menurutnya, anak-anak justru bisa dapet stimulasi tambahan lewat kegiatan keagamaan seperti mengaji, les menari atau kesenian lain, pelatihan keterampilan berbasis kampung hingga les pelajaran (Bahasa Inggris, Matematika, dll). Bahkan kegiatan seni seperti menari bisa “naik panggung” saat acara kampung, misalnya saat Agustusan.

Dari sisi teknis, Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Semarang, Setyo Budi menyebut lima hari sekolah sejauh ini nggak ada drama berarti. “Belum ada hambatan. Dulu waktu atur lima hari juga kan ada uji coba dulu,” ujarnya.

Artinya, perubahan ke enam hari bukan mustahil, tapi tetap harus lewat proses yang sama: diuji, dikaji, dan disesuaikan dengan realitas lapangan. Kalau nanti sekolah jadi enam hari, semoga yang nambah bukan cuma capeknya murid dan gurunya, tapi juga kualitas kegiatan dan manfaatnya. Jangan sampai Senin sampai Sabtu tapi isinya tetap Selasa-Rabu vibes. (tebe)

You Might Also Like

Cari Hotel Halal? Pemprov Jateng Siapkan Label

Gila! Penebangan Hutan Indonesia Nomor 2 di Dunia, Paru-paru Dunia Dibabat

Pidato Berapi-api di PBB: Momentum Emas atau Janji Manis Prabowo di Panggung Dunia?

Ngeri Tapi Nyata, Puluhan Anak Masuk Grup “True Crime”

Judol Masuk Kamar Anak, Negara Baru Sibuk Matikan Link

TAGGED:agustina wilujengbalap motor jatengdinas pendidikan kota semarangenam hari sekolahfrits yohanesheadlineimi jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article IMI Jateng: Weekend di Jateng Nggak Pernah Sepi Event
Next Article Semarang Gaspol Bikin 177 Koperasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

LAYANI PELANGGAN - Pelaku usaha fotokopi di Ngaliyan, Semarang, sedang melayani pelanggan. Mereka mengaku empot-empotan menghadapi harga kertas yang terus melambung tinggi, dampak melemahnya rupiah. (dul)

Harga Kertas Melambung Tinggi, Pelaku Usaha Fotokopi Ketar-ketir

KETUA PERADI SAI SEMARANG - Ketua DPC Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) mengumumkan perubahan nama dan logo organisasi dalam acara buka bersama anggota di Aroem Resto Semarang, Selasa (3/3/2026). (bae)

Luhut Sagala Kembali Pimpin Peradi SAI Kota Semarang, Ini Fokus Agenda Kerjanya

ROKOK - Ilustrasi produk turunan tembakau berupa rokok.

Harga Rokok Ikut Terkerek Naik Meski Tak Ada Penyesuaian Tarif Cukai

KANTONG PLASTIK - Ilustrasi pedagang memasukkan barang yang dibeli pelanggan ke dalam kantong plastik.

Kelihatannya Sepele, tapi Jadi Beban Banget Buat Pelaku UMKM: Harga Plastik Naik Gila-gilaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Food Waste Tembus Rp 2,4 T, Wali Kota Luncurin “Srikandi Pangan” Biar Makanan Nggak Mubazir

Agustus 21, 2025
Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih.
Ekonomi

Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India

Februari 21, 2026
Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat klarifikasi terkait aksi viralnya di sosial media didampingi istri. Atas aksinya yang tidak menghargai rakyat dan negara, Wahyudin kini dipecat PDI-P dan disiapkan PAW. Foto; istimewa.
Nasional

PDI Perjuangan Pecat Wahyudin Moridu Yang Viral Ngaku Mau “Rampok Uang Negara”

September 21, 2025
Ekonomi

UMK Semarang Lagi Digodok: Target Naik, Tapi Tetap Ikut Aturan Main

Desember 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?