Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: KPAI bakal Laporkan Gus Elham ke Polisi: Ini Masalah Serius, Bukan Khilaf
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

KPAI bakal Laporkan Gus Elham ke Polisi: Ini Masalah Serius, Bukan Khilaf

KPAI menyebut kasus Elham Yahya bukan hanya soal khilaf, tapi soal serius bagaimana melindungi anak-anak di ruang publik.

R. Izra
Last updated: November 15, 2025 10:04 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) resmi turun tangan soal kasus Pimpinan Majelis Taklim Ibadallah, Mohammad Elham Yahya Al-Maliki atau Gus Elham, yang viral karena terekam mencium anak perempuan di forum pengajian.

Anggota KPAI Dian Sasmita bilang, mereka sekarang lagi siapkan laporan ke polisi dan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Kami sedang koordinasi dengan pihak berwenang, salah satunya kepolisian,” ujar Dian, Kamis (13/11/2025).

Selain ke aparat penegak hukum, KPAI juga minta UPTD PPA Jawa Timur bergerak cepat buat dampingi dan memulihkan kondisi anak dan keluarganya. Jadi bukan cuma urus perkara hukumnya, tapi juga pemulihan psikologis.

KPAI: Bukan Sekadar Kekhilafan, Ini Masalah Serius

Menurut KPAI, tindakan Elham bukan hal sepele dan diduga melanggar banyak aturan.

Dian menyebut, perbuatan itu bertentangan dengan:

  • Pasal 28B ayat (2) UUD 1945 – anak punya hak untuk dilindungi dari kekerasan dan diskriminasi.
  • Pasal 4 UU Perlindungan Anak – anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, dan dilindungi dari segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual.
  • UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 76E, yang melarang setiap orang melakukan kekerasan, pemaksaan, atau perbuatan cabul terhadap anak.

KPAI juga menyorot UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), terutama Pasal 4 ayat (1) yang mengatur berbagai bentuk kekerasan seksual, dari pelecehan fisik/nonfisik sampai kekerasan seksual berbasis elektronik.

Makanya, KPAI merasa perlu mendorong penafsiran “perbuatan cabul” yang lebih luas, nggak cuma yang eksplisit banget.

“Penafsiran ‘perbuatan cabul’ harus mencakup tindakan yang melanggar batasan sosial dan hukum, terlepas dari klaim niat baik,” kata Dian.

Jadi, sekalipun pelaku mengaku “niatnya baik”, kalau menyentuh tubuh anak secara tidak pantas di ruang publik, apalagi direkam dan disebar, tetap bisa bermasalah secara hukum.

Elham Minta Maaf, tapi…

Di tengah ramai protes dan kritik publik, Gus Elham akhirnya muncul dan minta maaf lewat video yang direkam di Kediri, Jawa Timur, Selasa (11/11/2025).

“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujarnya.

Elham berjanji bakal:

  • Tidak mengulangi perbuatannya,
  • Lebih bijak dalam berdakwah,
  • Menyesuaikan diri dengan norma agama dan etika bangsa.

Ia juga menyebut, kejadian dalam video itu sudah lama, dan kontennya sebenarnya telah ditarik dari akun resmi lembaga. Menurut Elham, anak-anak dalam video itu datang dengan pengawasan orang tua.

“Anak dalam video viral tersebut adalah mereka yang dalam pengawasan orangtuanya yang mengikuti pengajian rutin saya,” kata Elham.

Tapi di sisi lain, publik dan lembaga seperti KPAI menegaskan: izin orang tua tidak otomatis menghapus potensi pelanggaran hukum kalau menyangkut tubuh dan martabat anak.

Kenapa Kasus Ini Penting?

Kasus Gus Elham ini jadi trigger besar buat beberapa hal:

  • Standar perlindungan anak di ruang dakwah –kalau ulama atau tokoh agama normalisasi sentuhan fisik ke anak, pesan yang sampai ke publik bisa bahaya.
  • Penegakan UU Perlindungan Anak dan UU TPKS –apakah aparat berani dan tegas menindak kasus yang pelakunya figur publik dan tokoh agama.
  • Batas antara “kebiasaan” dan pelanggaran –apa pun dalihnya, tubuh anak bukan objek ekspresi kasih sayang sembarangan, apalagi di ruang publik dan direkam.

Singkatnya, kartu “kekhilafan” mungkin berlaku di ranah personal, tapi di ranah hukum dan perlindungan anak, negara tetap wajib turun tangan. (*)

You Might Also Like

Skandal Kuota Haji Kemenag: KPK Panggil Kepala Kemenag Jateng, Potensi Rugi Negara Tembus Rp1 Triliun!

Ribuan Media Cetak Tutup, DPR Desak Pemerintah Lindungi Nasib Jurnalis

Pengadaan IFP Digitalisasi Pembelajaran Sekolah: Kejaksaan Periksa Sekda Provinsi Jateng

Barang Pemudik Senilai Ratusan Juta Tertinggal di Kereta, dari Tumbler sampai Tablet

Reshuffle!! Prabowo Lantik 4 Menteri Baru dan 1 Wamen

TAGGED:cium anakdakwahgus elhamheadlineKPAIlapor polisipedofilia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mahfud MD Kritik Keras Polri setelah Dilantik Prabowo: Masalahnya Banyak Banget!
Next Article Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (bae) Kedua Ortu Chiko Polisi, Bagaimana Nasib Penanganan Kasusnya?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tumpukan sampah tampak menggunung di TPA Jatibarang Semarang, Sabtu (27/9/2025). (bae)

Sampah Jateng Tembus 6,4 Juta Ton Per Tahun, Baru 30 Persen Terurus

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Speling di Banyumas Jadi Tempat Curhat Pelajar

Februari 16, 2026

Gus Elham dan Badai Viral: Saat Dakwah Disorot Karena Gestur

November 12, 2025
Hukum

Nama Sekda Banyumas Dicatut Buat Nipu, Seorang Warga Kena Tipu Rp10 Juta

September 29, 2025
Ilustrasi jambret beraksi dengan mengendarai sepeda motor.
Hukum

Keluarga Jambret Gak Ridho Dunia-Akhirat, Komisi III Hentikan Kasus Hogi Minaya Sleman

Januari 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: KPAI bakal Laporkan Gus Elham ke Polisi: Ini Masalah Serius, Bukan Khilaf
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?