Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lagi Ngeri, 126 Ribu Pekerja Kena PHK!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Lagi Ngeri, 126 Ribu Pekerja Kena PHK!

Gelombang PHK kayaknya belum mau berhenti. Dari pabrik baju sampai sepatu, ribuan pekerja harus pulang kampung bukan buat liburan, tapi karena kehilangan kerjaan. Data terbaru dari Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) nyebut, sejak 2022 sampai Oktober 2025, udah ada lebih dari 126 ribu pekerja yang kena sapu ombak PHK.

T. Budianto
Last updated: November 11, 2025 7:17 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
DEMO BURUH: Ratusan buruh Sritex demo di depan kantor Gubernur Jateng, beberapa waktu lalu.(bae)
Ratusan buruh Sritex demo di depan kantor Gubernur Jateng, Rabu (24/9/2025). (bae)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Ristadi bilang, lebih dari 126 ribu pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja sejak 2022 hingga saat ini. Angka itu menurutnya, bukan main.

Sepanjang 2024 aja ada 79.045 orang yang kehilangan kerja, dan di 2025 (baru sampai Oktober) udah 47.115 orang lagi yang ikut nyusul. Mayoritas dari industri tekstil, garmen, dan sepatu, alias sektor yang padat karya banget.

“Total laporan PHK anggota KSPN sampai Oktober 2025 sebanyak 126.160 pekerja,” kata Ristadi, Selasa (11/11). Ia nyebutin, sekitar 79 persen atau 99.666 pekerja datang dari tiga sektor itu. Sisanya, tersebar di ritel, perkebunan, otomotif, hotel, mebel, dan kertas.

Kalo dilihat dari wilayah, Jawa Tengah jadi yang paling kena getahnya. Ada sekitar 47.940 pekerja di sana yang harus cabut dari pabrik, alias 38 persen dari total nasional. Nyusul di belakangnya, Jawa Barat dengan 39.109 pekerja, Banten 21.447, lalu Sulawesi Tenggara 7.569, dan daerah lain kayak Jakarta dan NTB nyumbang sisanya.

Enam Penyebab

Ristadi juga nyebutin enam biang kerok utama PHK massal ini. Mulai dari pesanan yang makin sepi, pabrik yang tutup, mesin tua yang gak efisien, sampai perusahaan yang gagal bayar dan akhirnya kolaps. Belum lagi produk lokal makin keok sama barang impor, ditambah relokasi pabrik yang ngejar upah lebih murah.

Dari sisi data resmi, BPS juga ngasih catatan: PHK ini nyumbang besar ke angka pengangguran nasional. Dari total pengangguran 7,46 juta orang per Agustus 2025, sekitar 0,77 persen adalah mereka yang baru aja di-PHK. Mayoritas datang dari sektor industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan.

Tiap kali ada pabrik tutup, katanya sih demi efisiensi. Tapi yang efisien malah pengurangan manusia, bukan masalahnya. Dunia kerja makin “modern”, tapi rasa amannya makin “purba”. (tebe)

You Might Also Like

Warga Bringin Gotong Royong Perbaiki Tanggul Jebol

Semarang Atas Terus Dibangun: Lahan Resapan Pelan-pelan Hilang, Banjir Selalu Datang

Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang

PLN Terangi Sekolah Papua Tengah dengan Super Sun

Kisah Street Photographer, Pemburu Momen di Pinggir Jalan Semarang

TAGGED:headlinekspnphk buruh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Undip Bantu UMKM Jabungan Tentukan Harga Jual Produk
Next Article Tips Bangkit dari Galbay Pinjol, Mulai Lagi Tanpa Drama Finansial

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG TPPU--Jaksa membacakan replik kasus pencucian uang terdakwa Gus Yazid dan Andhi Nur Huda di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/8/2026). (bae)

Jaksa: Gus Yazid Terima Duit Rp20 Miliar Atau Gak, Tetap Dijerat TPPU

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Bantuan Operasional RT Sisa, Fraksi PDIP Buka Suara

Januari 10, 2026
JALANI SIDANG: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Unik

Hasto Diampuni Tak Jadi Dihukum, Prabowo Beri Amnesti Sekjen PDIP

Juli 31, 2025
Info

Jateng Gaspol Regenerasi Petani

April 25, 2026
Ekonomi

Agustina: Revitalisasi Stasiun Tawang Jaga Identitas dan Dongkrak Ekonomi

Agustus 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lagi Ngeri, 126 Ribu Pekerja Kena PHK!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?