Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Manfaat Sambiloto untuk Mengobati Diabetes Melitus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Manfaat Sambiloto untuk Mengobati Diabetes Melitus

Sambiloto yang dikenal sebagai “King of Bitters” karena rasanya yang sangat pahit, mempunyai senyawa aktif sebagai antidiabetes alami.

R. Izra
Last updated: November 9, 2025 2:23 pm
By R. Izra
5 Min Read
Share
Novita Rachmah Sari, Mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Yayasan Pharmasi Semarang.
Novita Rachmah Sari, Mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Yayasan Pharmasi Semarang.
SHARE

Oleh: Novita Rachmah Sari || Mahasiswa Program Studi Magister Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Yayasan Pharmasi Semarang, 2025

DIABETES melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang ditandai oleh meningkatnya kadar gula darah (hiperglikemia), akibat gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Kondisi ini terjadi karena penurunan sekresi insulin, penurunan sensitivitas terhadap insulin, atau kombinasi keduanya (American Diabetes Association, 2011).

Secara umum, diabetes melitus didefinisikan sebagai penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi dan disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein akibat gangguan fungsi insulin.

Insulin merupakan hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat. Hormon ini terdiri dari dua rantai polipeptida yang saling terhubung dengan ikatan disulfida (Guyton & Hall, 2012). Sekresi insulin dikendalikan oleh sistem umpan balik negatif antara kadar glukosa darah dan sel beta pankreas.

Ketika kadar glukosa darah meningkat, sekresi insulin juga meningkat untuk menurunkannya kembali ke tingkat normal. Sebaliknya, saat kadar glukosa turun, sekresi insulin berkurang untuk menjaga keseimbangan energi tubuh (Sherwood, 2014).

Menurut American Diabetes Association (2010), diabetes melitus dibagi menjadi empat jenis utama:

  1. Diabetes Melitus Tipe 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus)

Terjadi akibat kerusakan sel beta pankreas yang menyebabkan kekurangan insulin absolut. Umumnya muncul pada usia remaja, dan hanya sekitar 10% dari seluruh kasus diabetes merupakan tipe ini.

2. Diabetes Melitus Tipe 2 (Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus)

Disebabkan oleh resistensi insulin dan defisiensi insulin relatif. Pankreas masih memproduksi insulin, tetapi tubuh tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.

3. Tipe Lain Diabetes Melitus

Disebabkan oleh faktor genetik, misalnya defek fungsi sel beta akibat mutasi pada kromosom tertentu (MODY 1–5).

4. Diabetes Melitus Gestasional (Kehamilan)

Terjadi pada wanita hamil akibat perubahan hormonal yang memengaruhi kerja insulin.

Data dari International Diabetes Federation (IDF) mencatat, pada tahun 2012 terdapat lebih dari 371 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Angka ini terus meningkat sekitar 3 persen setiap tahun, atau setara dengan tambahan 7 juta kasus baru. Pada tahun 2014, jumlah penderita diabetes mencapai 422 juta orang, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 592 juta orang pada tahun 2035 (Guariguata dkk., 2014).

Di Indonesia, prevalensi DM pada penduduk usia ≥15 tahun tercatat sebesar 1,5 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan prevalensi semua kelompok usia yang berada di angka 1 persen. Di Provinsi Lampung, hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi DM sebesar 1 persen untuk semua usia, dan 0,7 persen pada penduduk usia ≥15 tahun (Kemenkes RI, 2018).

Tanaman Obat Tradisional sebagai Alternatif

Ilustrasi daun dan ekstrak sambiloto.
Ilustrasi daun dan ekstrak sambiloto.

Masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkan tanaman berkhasiat obat sebagai solusi kesehatan. Pengetahuan mengenai tanaman obat ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari pengobatan tradisional.

Salah satu tanaman yang dikenal memiliki khasiat antidiabetes adalah sambiloto (Andrographis paniculata). Daunnya mengandung berbagai senyawa aktif seperti andrografolid, flavonoid, saponin, polifenol, minyak atsiri, dan myonositol (Yulinah dkk, 2011).

Penelitian oleh Lindawati (2014) menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak terpurifikasi herba sambiloto dan herba pegagan mampu meningkatkan translokasi protein GLUT-4 pada tikus dengan diabetes melitus tipe 2 resisten insulin. Hasil ini membuktikan adanya aktivitas antidiabetes dari penggunaan ekstrak sambiloto.

Penelitian lain juga dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak herba sambiloto terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih yang diinduksi streptozotocin (STZ), yang umum digunakan untuk meniru kondisi diabetes pada manusia.

Tanaman sambiloto, atau Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees, dikenal sebagai “King of Bitters” karena rasanya yang sangat pahit. Tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia ini sejatinya berasal dari India dan Tiongkok, dan telah digunakan selama berabad-abad dalam sistem pengobatan tradisional Asia.

Sambiloto memiliki aktivitas antidiabetes karena kandungan andrografolid-nya mampu meningkatkan penggunaan glukosa pada otot melalui stimulasi transporter GLUT-4. Selain itu, ekstrak sambiloto juga dapat merangsang pelepasan insulin dan menghambat penyerapan glukosa dengan menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase (Subramanian dkk, 2008).

Simpulan

Ekstrak herba sambiloto memiliki potensi besar sebagai antidiabetes alami. Kandungan andrografolid di dalamnya terbukti dapat membantu meningkatkan pemanfaatan glukosa dalam tubuh serta menurunkan kadar gula darah, khususnya pada kondisi diabetes yang diinduksi oleh streptozotocin.

Dengan penelitian lebih lanjut dan standar pemakaian yang tepat, sambiloto berpotensi menjadi salah satu pilihan terapi pendukung dalam pengobatan diabetes melitus di masa mendatang. (*)

You Might Also Like

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Mundur untuk Maju atau Mundur untuk Ngopi Dulu, Ya?

Artificial Intelligence dan Manusia Literasi

Sisakanlah Satu Ruang Merdeka di Kepala Kita

Eksistensi Sedekah Bumi di Tengah Hegemoni Budaya Industri

Legitimasi Prabowo Mulai Terkikis?

TAGGED:diabetesdiabetes melitusdmNovita Rachmah Sariobat herbalsambiloto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jejak Panjang Sugiri Sancoko, dari Dewan ke Jerat OTT
Next Article Ilustrasi sertifikat tanah sengketa. JK Geram Tanahnya Diserobot, Menteri ATR Ngaku BPN Salah Fatal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

SAMBUTAN HANGAT - Rotasi kepemimpinan PLN Icon Plus SBU Region Jawa Bagian Tengah disambut hangat segenap personel. Ardhika Hadisaputra kini mengemban amanah sebagai Manager Unit Layanan DI Yogyakarta.

Rotasi Kepemimpinan PLN Icon Plus, Ardhika Hadisaputra Jadi Manager Unit Layanan DI Yogyakarta

Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden Soekarno-Fatmawati.

BREAKING NEWS: Guruh Soekarnoputra Meninggal, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Guru Paruh Waktu, Luka Penuh Waktu

Maret 9, 2026
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Opini

Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan

September 20, 2025
Opini

Ketika Guru jadi Tumbal Makan Bergizi Gratis

Agustus 12, 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Transformasi Reformasi Kepolisian di saat Presiden Prabowo juga sedang membentuk Tim Reformasi Kepolisian dari eksternal kepolisian. Foto: dok.
Opini

Polisi Masa Kini: Antara Transformasi Serius dan Upgrade Aplikasi yang Masih Loading

September 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Manfaat Sambiloto untuk Mengobati Diabetes Melitus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?