Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ke Mana Para Loyalis Itu?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Ke Mana Para Loyalis Itu?

Redaktur Opini
Last updated: Juli 6, 2026 9:25 am
By Redaktur Opini
6 Min Read
Share
SHARE

Made Supriatma, peneliti di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura.

Setahu saya, tidak ada perusahan apa pun di Indonesia ini berhasil karena dipimpin militer.

 

Satu nama yang disebutkan ini sangat familiar untuk saya. Dia adalah Untung Budiharto. Dia menjadi Direktur Antam (Aneka Tambang). Ini adalah sebuah perusahan BUMN yang menguasai sektor yang sangat strategis untuk perekonomian Indonesia.

PT Antam bergerak di bidang pertambangan mineral khususnya emas, nikel, dan bauksit. Kalau Anda ingat saat divestasi Freeport pada era Jokowi, PT Antam menjadi pemegang saham terbesar. Walaupun sekarang struktur BUMN berubah. PT Antam menjadi bagian dari holding BUMN yang bernama  MIND.ID. Namun tetap, core bisnis Antam itulah yang membuatnya menjadi sangat strategis.

Sementara Untung Budiharto sendiri, sebagian orang mengingatnya sebagai mantan Pangdam Jaya. Sebagai Pangdam dia tidak banyak prestasinya. Dia tidak banyak bicara pada media. Dia jarang muncul di publik.

Saya kira ini menjadi pola dari orang-orang seperti Untung. Mereka adalah mantan anggota Tim Mawar yang menculik para aktivis antara 1997-98 sebelum kejatuhan Soeharto. Untung dan kawan-kawannya diadili. Hanya satu yang benar-benar dipecat dari dinas militer.

Sementara komandan mereka yang paling bertanggungjawab diberhentikan. Malah ada upacara pencopotan tanda pangkatnya dan disiarkan secara luas di media massa. Namun, takdir berkata lain. Dengan pertolongan Jokowi, komandan ini kemudian menjadi Presiden RI. Anda tentu tahu bahwa dia adalah Prabowo Subianto.

Dengan naiknya Prabowo maka hampir semua mantan Tim Mawar duduk di jabatan-jabatan strategis. Ada yang menjadi Kepala Badan Sandi Nasional yang mengurusi inteljen. Ada yang terpilih menjadi gubernur di Sulawesi Utara. Dan, Untung Budiharto menjadi Direktur Utama PT Antam.

Bukankah mereka dipecat dari dinas militer? Kabarnya mereka bebas oleh Putusan Mahkamah Agung. Hingga sekarang saya gagal mendapatkan amar keputusannya. Mereka tetap di dinas militer dan mendapat promosi. Prabowo memberikan Untung (dan banyak perwira lainnya) pangkat kehormatan. Sekarang Untung adalah Letjen (Kehormatan). Dia pensiun dengan Mayjen.

Untuk rezim ini, militer dianggap lebih mampu untuk mengelola apa pun. Sehingga mereka ada di mana-mana: mereka memasak, bertani, berternak, memelihara ikan, mengurusi kesehatan, membangun gedung koperasi sekaligus menjadi pembinanya, mengurus kebun sawit, mengurus tambang, dan lain sebagainya.

Kita tidak tahu apakah mereka benar-benar mampu. Yang jelas, mereka tidak dilatih untuk itu. Kepemimpinan dan manajemen adalah sebuah keterampilan yang dipelajari lama. Sehingga kita tidak tahu apakah kultur ketentaraan itu bisa dipakai untuk dunia bisnis dan ekonomi.

Setahu saya, tidak ada perusahan apa pun di Indonesia ini berhasil karena dipimpin militer. Perusahan-perusahan seperti Indofood, Djarum, Gudang Garam; atau perusahan-perusahan besar yang mengelola perkebunan sawit atau atau tambang (Bumi, Adaro, dll.); atau perusahan-perusahan otomotif. Atau, perusahan berbasis teknologi seperti Tokopedia atau Gojek, itu semua dirintis dan dibesarkan oleh orang-orang sipil yang punya visi, mampu berinovasi, dan jeli melihat peluang.

Bahkan saya percaya bahwa militer sebuah negara bisa lebih efektif dan efisien kalau dikelola oleh orang-orang sipil. Ukraina saat ini unggul dalam perang melawan Rusia karena orang-orang sipilnya membantu militer membangun teknologi drone dan membuat organisasi militernya lebih efektif.

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel tentang perempuan yang menjadi Ombudsman dalam militer Ukraina. Namanya Olha Reshetylova. Dia membantu para prajurit memperjuangkan hak-haknya jika diselewengkan oleh komandannya. Dan, artikel itu menunjukkan bahwa kemampuan militer Ukraina menjadi jauh lebih baik karena prajuritnya terlindungi hak-haknya dan karenanya bisa bertempur dengan lebih baik.

Bukan saya tidak setuju mantan militer mengurusi perusahan. Namun, tidak ada tanda-tanda bahwa ia sudah teruji selain karena dia adalah militer semata. Saya sangat yakin bahwa ada banyak orang yang sangat kapabel yang tumbuh dan besar dalam perusahan itu sendiri.

Hanya saja, sistem dalam rezim ini tidak punya kepercayaan pada orang-orang profesional yang terlatih lama dan berpengalaman. Rezim ini butuh loyalitas bukan profesionalitas. Biasanya rezim yang butuh loyalitas mutlak akan mengandalkan jaringan nepotisme keluarganya. Prabowo hanya punya satu anak. Itu pun bisa menjadi liability untuk politiknya. Oleh karena itu, dia menarik mantan anak buahnya. Hanya dari mereka dia bisa dapat loyalitas.

Sekalipun kadang loyalitas ini mahal harganya. Jika dia terlalu percaya maka anak buahnya akan menganggap itu sebagai tiket untuk bisa menyeleweng. Dadan Hindayana dan dua deputinya di Badan Gizi Nasional, misalnya. Saya sangat yakin bahwa Dadan dkk itu bukan yang terakhir. Rezim ini sangat korup. Kita bisa melihatnya dengan mata kepala telanjang!

Kemudian soal lain. Di negeri ini, bahkan ketika Anda pernah tercoreng dalam perbuatan sangat tercela, Anda akan tetap bisa berkuasa. Masih ingat narapidana korupsi Idrus Marham, politisi Golkar, berceramah soal moralitas? (*)

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Ketika Manusia Dipandang Sebatas Angka

Inilah Era Pax Silica, Ketika Penguasaan Cadangan Tak Lagi Istimewa

Cukai Khusus Rokok Ilegal: Menimbang Jalan Tengah antara Penertiban dan Keadilan Fiskal

Menerima Kesedihan dengan Tangan Terbuka

Bagaimana Quentin Tarantino Mengolok-olok Polisi di Film-Filmnya

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kader HMI Didorong Ciptakan Lapangan Kerja
Next Article JAGA SIDANG--Polisi menjaga pengadilan tempat berlangsungnya sidang perkara korupsi Bupati Sudewo, Senin (6/7/2026). (bae) Polisi Kecele? Full Team Jaga Sidang Sudewo, Ternyata Massa yang Datang Cuma Dikit

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TERDAMPAK ASAP: Warga tetap beraktivitas melintasi Jalan Untung Suropati depan SMAN 7 Semarang meski ada asap kebakaran TPA Jatibarang, Sabtu (3/10/2026). (bae)

Puluhan Warga Batuk hingga Sesak Napas Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatibarang

PENANGKAPAN TERDUGA TERORIS - Ilustrasi anggota Densus 88 Polri tangkap terduga pelaku tindak pidana terorisme.

Densus Tangakap 11 Terduga Teroris di Jateng dan 5 Provinsi Lain, Diduga Terafiliasi DI

Prabowo Minta TNI Adaptif Hadapi Perang Modern, Enam Kodam Baru Diresmikan

KEPULAN ASAP - Asap masih mengepul di lokasi kebakaran TPA Jatibarang, Semarang, Senin (5/10/2026). (bae)

Hari Ke-6 Kebakaran, Bara TPA Jatibarang Belum Juga Padam

Puluhan Mercedes-Benz Lintas Generasi Susuri Jalur Merah Putih

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Ketika Makna Feminisme Dibajak Warganet yang Malas Membaca

April 2, 2026
Opini

Pergeseran Makna Antara Memperingati dan Merayakan

September 24, 2026
Opini

Bersama-sama Tapi Sendiri

November 19, 2025
Opini

Piala Dunia Hanya Melahirkan Satu Juara, Ekonomi Membutuhkan Semua Pemain

Agustus 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ke Mana Para Loyalis Itu?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?