Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Aksi Damai MPBI di Tugu Jogja: Indonesia Damai, Pekerja Buruh Sejahtera
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Aksi Damai MPBI di Tugu Jogja: Indonesia Damai, Pekerja Buruh Sejahtera

Sejumlah buruh dan rakyat sipil gelar aksi damai di kawasan Tugu Jogja, tuntut kesejahteraan pekerja.

R. Izra
Last updated: Oktober 14, 2025 7:23 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
atusan buruh bareng masyarakat sipil turun ke kawasan Tugu Jogja, Selasa (14/10/2025), buat gelar aksi damai.
atusan buruh bareng masyarakat sipil turun ke kawasan Tugu Jogja, Selasa (14/10/2025), buat gelar aksi damai
SHARE

BACAAJA, JOGJA — Ratusan buruh bareng masyarakat sipil turun ke kawasan Tugu Jogja, Selasa (14/10/2025), buat gelar aksi damai bertajuk “Doa untuk Indonesia Damai: Tetapkan Upah Minimum Sesuai Kebutuhan Hidup Layak dan Negara Harus Hadir dalam PH”.

Aksi ini bukan cuma soal tuntutan upah, tapi juga jadi momen refleksi bareng. Para buruh di DIY mau nunjukin kalau solidaritas mereka masih solid —lintas pabrik, lintas sektor, dan tetap kompak buat satu tujuan: Indonesia yang damai dan adil.

Mereka percaya, kesejahteraan sosial cuma bisa tercapai kalau negara bener-bener hadir buat melindungi rakyat kecil, bukan cuma jadi penonton di tengah ketimpangan ekonomi.

Dengerin Rakyat, Jangan Tutup Telinga

Koordinator MPBI DIY, Irsyad Ade Irawan, bilang kalau kemakmuran cuma bisa tercapai kalau semua pihak — dari legislatif sampai eksekutif — mau buka telinga dan denger suara rakyat.

“Upah yang layak dan hubungan kerja yang adil itu fondasi buat ekonomi daerah yang kuat dan masa depan buruh di Yogyakarta,” tegas Irsyad.

Ia juga bilang, serikat pekerja siap jaga kondisi Jogja biar tetap aman dan damai. Caranya? Lewat musyawarah — baik bipartit maupun tripartit — buat nyelesain masalah antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah tanpa harus ribut-ribut.

Lima Tuntutan Buruh ke Pemerintah

Dalam aksi damai itu, MPBI DIY juga menyampaikan sikap resmi dan lima poin tuntutan ke Pemda DIY dan pemerintah pusat:

  1. Tetapkan UMK 2026 sesuai nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di tiap daerah.
  2. Tolak kebijakan apa pun yang bikin upah turun di bawah KHL.
  3. Perkuat pengawasan ketenagakerjaan, termasuk sanksi buat perusahaan yang langgar hak buruh.
  4. Pastikan sengketa hubungan industrial diselesaikan cepat, transparan, dan adil.
  5. Dorong sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja biar hubungan industrial di Jogja makin harmonis dan berkelanjutan.

“Semua pihak harus bareng-bareng bangun sistem kerja yang adil dan manusiawi,” tambah Irsyad di akhir orasinya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian Indonesia dan kesejahteraan seluruh pekerja. Setelah itu, perwakilan buruh melanjutkan audiensi ke kantor Gubernur DIY buat nyampaikan langsung aspirasi mereka.

Aksi berlangsung damai dan tertib, dengan pengamanan dari aparat kepolisian. (*)

You Might Also Like

Kasus Influenza A Melonjak Tajam, Puan Minta Pemerintah Gercep Tangani

Pemuda Tipu SPBU, Modalnya Mercy dan Fortuner, Begini Modusnya..

Peringkat Timnas Naik Gara-gara Zimbabwe Kalah dari Burkina Faso 2-0

PSSI Buka Tender Apparel Timnas, Era Baru Jersey Garuda Segera Dimulai

Pohon Tumbang 2 Nyawa Pengguna Jalan di Semarang, MTI: Bukan Sekadar Musibah

TAGGED:aksi damaiburuhjogjampbi diypekerjatugu jogja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jalan PKU Kalibening Dibenahi, Segini Biayanya!
Next Article Anak Zaman Scroll Harus Waras

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Benarkah Kantor Bikin Wajah Cepat Tua?

Makam Elite Etruria 2.700 Tahun Terkuak

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

Jateng Punya Target 1.000 Desa Wisata Baru

Dispora Dorong Cabor Mandiri, Tak Semua Kejuaraan Bisa Dibiayai APBD

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DITUNTUT BERSALAH--Bupati Pekalongan Fadia Arafiq konsultasi dengan penasihat hukumnya usai dituntut bersalah atas kasus korupsi, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)
Hukum

Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Dituntut 5 Tahun Penjara dan Bayar Rp2,6 Miliar

September 24, 2026
Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)
Info

Korban Keracunan MBG di Berastagi Alami Gangguan Saraf Otak, 3 Korban Dirujuk ke Medan

Agustus 21, 2026
Daerah

Pompa Baru, Harapan Baru: Semarang Gaspol Lawan Banjir!

November 12, 2025
Pendidikan

Di Ujung Lereng Merapi, Anak-Anak Ini Cuma Punya Satu Pilihan Sekolah

Juni 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Aksi Damai MPBI di Tugu Jogja: Indonesia Damai, Pekerja Buruh Sejahtera
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?