Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Alat Berat Telat! Drama Evakuasi Panjang Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Alat Berat Telat! Drama Evakuasi Panjang Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny

Keputusan menunda alat berat sempat menuai pertanyaan. Tapi alasan tim SAR jelas: getaran dari mesin bisa bikin reruntuhan makin parah. Korban yang masih hidup bisa ikut terkubur.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 3, 2025 1:27 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jatim, roboh.
Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jatim, roboh.
SHARE

BACAAJA, SIDOARJO – Operasi penyelamatan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, berubah suasana sejak Kamis pagi, 2 Oktober 2025. Setelah tiga hari penuh harapan, tim SAR akhirnya menurunkan alat berat untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan beton gedung empat lantai yang ambruk.

Contents
Evakuasi Manual yang MelelahkanData Korban Terus BertambahSorotan pada BangunanKenapa Alat Berat Baru Dipakai?

Langkah ini jadi titik balik. Jika sebelumnya semua fokus cari tanda-tanda kehidupan, kini harapannya menipis. Tidak ada lagi sinyal keberadaan korban selamat di bawah tumpukan bangunan.

Kepala BNPB Suharyanto, bersama Menko PMK Pratikno, turun langsung ke posko darurat. Mereka bertemu keluarga korban, menjelaskan situasi, sekaligus minta restu agar evakuasi bisa dilanjutkan dengan alat berat.

Pertemuan itu berlangsung emosional. Namun pada akhirnya, keluarga korban menyetujui keputusan berat itu. Semua pihak sepakat bahwa evakuasi harus berlanjut, meski peluang menemukan santri dalam kondisi hidup sudah nyaris hilang.

Evakuasi Manual yang Melelahkan

Sejak Senin sore, tim gabungan bekerja keras manual. Dengan sekop, cangkul, dan tangan kosong, mereka gali reruntuhan demi selamatkan nyawa yang masih terjebak.

Upaya itu membuahkan hasil. Hingga Rabu, tujuh orang berhasil dikeluarkan dari bawah beton. Lima selamat, dua meninggal. Setiap korban yang diangkat memberi semangat baru bagi para relawan di lapangan.

Tapi kondisi bangunan bikin pekerjaan makin mustahil dilakukan manual. Beton runtuh berlapis-lapis seperti pancake, akses makin tertutup, tenaga makin terkuras.

Karena itulah, Kamis pagi jadi momen alat berat akhirnya benar-benar diturunkan. Harapan menyelamatkan korban berubah jadi misi mengangkat jenazah.

Data Korban Terus Bertambah

Hingga Kamis sore, jumlah korban yang sudah terevakuasi tercatat 108 orang. Dari jumlah itu, 30 masih dirawat di rumah sakit, 73 sudah dipulangkan, dan 5 meninggal dunia.

Namun daftar korban belum berhenti di situ. Masih ada 58 santri yang dinyatakan hilang, diduga tertimbun reruntuhan. Angka itu bikin operasi terus berlanjut, meski peluang hidup makin menipis.

Tragedi ini bermula ketika ratusan santri sedang sholat berjamaah di lantai dasar. Di atasnya, tiga lantai bangunan baru yang belum rampung langsung runtuh menimpa.

Kondisi itu bikin gedung seperti kue berlapis yang jatuh menimpa penghuni di bawahnya. Gambaran tragis yang bikin keluarga korban hanya bisa berdoa menunggu kabar.

Sorotan pada Bangunan

Emi Freezer, pejabat SAR Nasional, buka suara soal penyebab teknis. Ia menyebut struktur bangunan bermasalah. “Kolom utama berbentuk U, itu tanda kuat kalau konstruksi nggak sesuai standar. Harusnya patah, bukan elastis,” katanya.

Analisis itu menunjukkan kalau bangunan terlalu lentur menahan beban. Elastisitas yang tinggi justru bikin beban numpuk ke tengah gedung, dan akhirnya runtuh.

Akibatnya, terbentuk celah sempit di dalam reruntuhan. Ironisnya, celah inilah yang bikin korban sempat bertahan hidup meski terjebak berjam-jam.

Kenapa Alat Berat Baru Dipakai?

Keputusan menunda alat berat sempat menuai pertanyaan. Tapi alasan tim SAR jelas: getaran dari mesin bisa bikin reruntuhan makin parah. Korban yang masih hidup bisa ikut terkubur.

Karena itu, hari-hari pertama difokuskan dengan cara manual. Lewat celah kecil, tim bahkan sempat kasih makanan dan air ke korban yang terjebak.

Namun setelah tiga hari, situasi berubah. Tidak ada lagi suara, tidak ada lagi tanda-tanda. Maka keluarga korban menandatangani berita acara, menerima kenyataan pahit.

Kini, suara mesin excavator dan backhoe jadi latar baru di lokasi Ponpes Al Khoziny. Evakuasi tetap jalan, meski harapan tinggal menemukan jasad santri untuk segera dikembalikan ke keluarganya. (*)

You Might Also Like

Puan Harap Prabowo Bawa Suasana Segar Lewat Pidato di PBB

Gaspol! Pembalap Muda Purbalingga Siap Tempur di Pra Porprov Jateng

Akhirnya Kena Juga, Sopir Bus Laka Krapyak Resmi Tersangka

850 Anak dari Keluarga Miskin di Jateng Mulai Tempuh Pendidikan Berasrama

Indonesia Memang Beda! IHSG Merah Sendirian saat Bursa Asia Hijau

TAGGED:pondok pesantrenPondok pesantren ambrukpondok pesantren sidoarjoSAR
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi secangkir kopi. Kopi Taubat: Varian Kopi yang Anti Bikin Kantong Bocor, Lagi Ramai di Semarang
Next Article Cuaca Ekstrem Bikin Ponpes Al Fahri Ambrol, Warga Panik

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TITIK GEMPA--BMKG merilis titik lokasi gempa di Banjarnegara, Jateng. (ist)

Hari Ini Banjarnegara Diguncang Gempa, BMKG Sebut Dampak Sesar Aktif

Macan Kumbang Batang Dirawat Tim Dokter, Dipantau 24 Jam

Pemprov Bagikan Ratusan Kursi Roda Adaptif, Buka Jalan untuk Penyandang Disabilitas

34 Hoaks Terdeteksi di Semarang, Pemkot: Jangan Sampai Kejar Viral Malah Kena Masalah

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PIMPINAN DEWAN - Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh. (ist)
Info

Saleh Minta Koperasi Merah Putih Jadi “Warung Besar” Produk Desa

Mei 18, 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Jateng, Muhamad Masrofi.
Info

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Dipermudah, Nggak Punya KTP Pemilik Lama Tetap Bisa

April 25, 2026
Sirkular

Jateng Genjot Industri Hijau: Panel Surya & Gas Alam Jadi Andalan Transisi Energi

Oktober 2, 2025
Gapura Undip berdiri di Jalan Prof Soedarto. (google streat view)
Info

Curang UTBK di Undip, Ada Peserta Bawa Alat Bantu Dengar

April 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Alat Berat Telat! Drama Evakuasi Panjang Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?