Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Catat Ini, Keracunan MBG Terjadi di 70 Lokasi dan Seret Korban  5.914
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Catat Ini, Keracunan MBG Terjadi di 70 Lokasi dan Seret Korban  5.914

Total ada 5.914 orang yang terdata menjadi korban, Angka tersebut menunjukkan masalah serius dalam pengawasan keamanan pangan yang seharusnya menjadi prioritas utama.

Nugroho P.
Last updated: September 27, 2025 5:26 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
BGN mengajukan anggaran untuk program MBG tahun 2026 sebesar Rp 335 triliun. Sasaran 82,9 juta penerima. Dalam setiap bulan sebesar Rp25 triliun.
Ilustrasi MBG.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) merilis data terbaru yang bikin perhatian publik tersedot. Hingga 25 September 2025, tercatat ada 70 kasus keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ribuan penerima manfaat.

Total ada 5.914 orang yang terdata menjadi korban, Angka tersebut menunjukkan masalah serius dalam pengawasan keamanan pangan yang seharusnya menjadi prioritas utama.

Dari data BGN, kasus tersebar di tiga wilayah besar. Wilayah II (Jawa) mendominasi dengan 41 kasus dan melibatkan 3.610 orang. Sementara itu, Wilayah I (Sumatra) mencatat 9 kasus dengan 1.307 orang terdampak, dan Wilayah III (NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Papua) menambah 20 kasus dengan 997 korban.

Tren kenaikan kasus cukup mengkhawatirkan. Pada Januari hanya ada 4 kasus dengan 94 korban, tetapi jumlah itu melonjak tajam pada Agustus dengan 9 kasus (1.988 korban), dan kembali naik di September dengan 44 kasus (2.210 korban).

Beberapa daerah masuk dalam daftar dengan korban terbanyak. Kota Bandar Lampung menduduki posisi teratas dengan 503 orang terdampak, disusul Kabupaten Lebong, Bengkulu (467 orang), Kabupaten Bandung Barat (411 orang), Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (339 orang), dan Kabupaten Kulon Progo, DIY (305 orang).

BGN mengurai penyebab keracunan yang beragam. Bakteri E. Coli ditemukan dalam air, nasi, tahu, dan ayam. Lalu, bakteri Staphylococcus aureus muncul dari tempe dan bakso. Selain itu, Salmonella terdeteksi pada ayam, telur, dan sayur, serta Bacillus cereus dari mie.

Tak berhenti di situ, kualitas air yang buruk juga memperparah penyebaran. Kontaminasi mencakup Coliform, Klebsiella, Proteus, bahkan timbal (Pb), yang semuanya berpotensi membahayakan kesehatan penerima MBG.

Situasi ini menyoroti lemahnya pengawasan keamanan pangan di daerah. Banyak penyedia menu MBG dinilai belum memenuhi standar kebersihan maupun kualitas bahan makanan.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan pihaknya sudah mengambil langkah tegas. Ia memastikan semua korban mendapat perawatan yang layak, serta pembiayaan pengobatan ditanggung pemerintah.

“Untuk segera, kami memberikan batas waktu satu bulan untuk melengkapi SLHS, sertifikat halal, dan memastikan penggunaan air layak pakai,” kata Nanik.

Langkah tersebut diharapkan bisa menjadi peringatan keras bagi semua pihak yang terlibat dalam penyediaan menu MBG. Ke depan, BGN berkomitmen memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak terus berulang.

Program MBG sejatinya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak sekolah. Namun, tanpa pengawasan ketat, tujuan mulia ini justru bisa berubah menjadi ancaman kesehatan massal. (*)

You Might Also Like

Korupsi Rp237 Miliar PT CSA Cilacap: Gus Yazid Mengaku Hanya Dititipi

Suspek Campak di Jateng Tembus 2.000 Kasus

Tolak Tambang Emas Ilegal di Lahan Sendiri, Nenek Saudah Dihajar Preman hingga Terkapar

KUR Tanpa Agunan? UMKM Semarang Udah Siap Gaspol!

Kini Side Hustle Nggak Sekadar Tren, Banyak Karyawan Ikut Main

TAGGED:10 kasus keracunan mbgbgnkeracunan MBGMBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gerakan #StopTotTotWukWuk jadi simbol perlawanan rakyat terhadap sirene dan strobo ilegal yang bikin jalan raya jadi panggung arogansi. DPR desak Polri bertindak tegas tanpa pandang bulu, karena tertib lalu lintas artinya menghargai nyawa dan martabat semua orang. Sirene Ilegal, Strobo Imitasi, Jalanan Jadi Panggung Arogansi: Publik Teriak “Stop Tot-Tot Wuk-Wuk!”
Next Article Wisata Petik Melon di Pagak Lagi Viral Banget, Pas Buat Isi Weekend

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

Bayar Sampah di Semarang Sekarang Nggak Tunai Lagi

Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Ibu-Ibu Pegang Pisau Kurban, Ternyata Hukumnya Bikin Banyak Kaget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BSB Industrial Park, kawasan industri berdiri di atas lahan BSB City. (Citra satelit Google)
Info

Alih Fungsi Lahan di Kawasan BSB Masif, Jadi Biang Kerok Banjir Semarang

Maret 1, 2026
Info

Kartini Zaman Now Nggak Cuma Pakai Kebaya, Tapi Berani Ambil Keputusan

April 22, 2026
Wacana moratorium pembangunan IKN terus menguat. Wakil Ketua DPR RI dari Partai Nasdem Saan Mustopa yang mengusulkan itu dan menyarankan agar Wapres Gibran berkantor di IKN. dok.
Info

IKN Dikepung Tambang Ilegal, 13.000 Hektare Lahan Tercemar

November 3, 2025
Aktivis perempuan Laras Faizati.
Hukum

Laras Faizati Divonis Bersalah, Dihukum 6 Bulan Penjara dengan Masa Percobaan 1 Tahun

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Catat Ini, Keracunan MBG Terjadi di 70 Lokasi dan Seret Korban  5.914
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?