Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Benarkah Ada Solusi Keracunan MBG? Ribuan Dapur Tak Miliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi!! Ah Ngawur…
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Benarkah Ada Solusi Keracunan MBG? Ribuan Dapur Tak Miliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi!! Ah Ngawur…

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari mengungkap data mengejutkan. Dari total 8.583 dapur MBG yang beroperasi hingga 22 September 2025, hanya 34 dapur yang punya Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Artinya, lebih dari 8.500 dapur lainnya belum lolos standar higienis.

Nugroho P.
Last updated: September 26, 2025 12:06 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
SHARE

BACAAJA, BANDUNG – Kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus jadi sorotan. Dari Bandung Barat hingga sejumlah daerah lain, banyak siswa tumbang usai menyantap menu yang seharusnya sehat. Pertanyaannya, benarkah sudah ada solusi nyata untuk mengatasi masalah ini?

Contents
Data Mengejutkan: Ribuan Dapur Belum Punya SertifikatTegas: Dapur Nakal Langsung DitutupMasalah Utama: Minim Tenaga Ahli Masak MassalSolusi yang Disiapkan: Wajib Sertifikasi ChefSuara DPR: Stop Tambah Dapur BaruTantangan Besar: Jaga Kualitas, Bukan Sekadar Angka

Data Mengejutkan: Ribuan Dapur Belum Punya Sertifikat

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari mengungkap data mengejutkan. Dari total 8.583 dapur MBG yang beroperasi hingga 22 September 2025, hanya 34 dapur yang punya Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Artinya, lebih dari 8.500 dapur lainnya belum lolos standar higienis.

“Kalau mau mengatasi masalah ini, SOP Keamanan Pangan harus ada dan dijalankan. Sertifikasi SLHS jadi bukti tertulis bahwa dapur memenuhi standar baku mutu,” jelas Qodari, Kamis (25/9/2025).

Tegas: Dapur Nakal Langsung Ditutup

Badan Gizi Nasional (BGN) pun tak tinggal diam. Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan dapur yang terbukti melanggar SOP langsung ditutup. Kepala dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lalai juga diberhentikan.

“Satu nyawa pun sangat berharga. Kalau ada dapur yang ceroboh, kita tutup. Kita sudah kerja sama dengan kepolisian, BIN, BPOM, dan dinas kesehatan untuk investigasi,” ujar Nanik di Cibubur, Jawa Barat.

Masalah Utama: Minim Tenaga Ahli Masak Massal

Ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Atik Nirwanawati, menilai salah satu masalah terbesar adalah minimnya tenaga ahli di dapur MBG.

“Masak dalam jumlah banyak itu tidak gampang. Nasi bisa masih mentah atau malah lembek. Lauk protein cepat sekali tercemar kalau tak dikelola dengan benar,” katanya.

Menurut Atik, selain bahan yang bagus, proses penyajian hingga sanitasi ruangan sangat menentukan apakah makanan aman dikonsumsi atau malah berpotensi bikin keracunan.

Solusi yang Disiapkan: Wajib Sertifikasi Chef

Untuk menekan angka keracunan, BGN berencana mewajibkan semua koki di dapur MBG memiliki sertifikat resmi. Sertifikat ini bisa diperoleh dari asosiasi koki atau lembaga pangan setelah melalui pelatihan khusus selama beberapa bulan.

“Kalau nggak punya sertifikat, ya nggak boleh masuk dapur MBG,” tegas Nanik.

Suara DPR: Stop Tambah Dapur Baru

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyoroti lemahnya standar keamanan dapur MBG. Menurutnya, pemerintah sebaiknya tidak menambah dapur baru sampai masalah sertifikasi higienis tuntas.

“Fokus pada kualitas, bukan sekadar kuantitas. Jangan hanya kejar target jumlah dapur, tapi abaikan keamanan pangan,” kata Charles.

Tantangan Besar: Jaga Kualitas, Bukan Sekadar Angka

Kasus keracunan MBG jadi tamparan keras bahwa kualitas harus diutamakan. Dapur yang tidak memenuhi standar kebersihan sebaiknya segera diperbaiki atau ditutup.

Program MBG seharusnya membawa manfaat kesehatan bagi siswa, bukan sebaliknya menjadi ancaman. Semua pihak, mulai dari pemerintah, DPR, BGN, hingga pengelola dapur harus bergerak cepat. (*)

You Might Also Like

Prabowo Lantik Presiden Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan

Abah Khan Pakai Kaus ‘Ngopeni-Nglakoni’ saat Diserahkan, Kiai Semarang Cabuli Santri

KPAI bakal Laporkan Gus Elham ke Polisi: Ini Masalah Serius, Bukan Khilaf

SIM Sopir Bus Maut Cahaya Trans Diduga Palsu, Siapa akan Terseret?

Kasus Kucing Ditendang di Blora Gagal Damai, Lanjut Sidang!

TAGGED:dapur MBGkeracunan MBGMBGsertifikat higienis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Empat Kapolda Diganti, Ada Apa Ini?
Next Article KPK Bongkar Uang Percepatan Haji: Khalid Basalamah Disebut Paling Tahu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

PEMER MEDALI--Nava (dua dari kiri) dan koleganya pamer medali usia mengikuti Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Kesaksian Wabup Purworejo hingga Pelari Pemula: Soekarno Run 2026 Bikin Ketagihan

OMZET MENINGKAT--Kedai Bunzen Coffee di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta dipenuhi konsumen yang habis ikut Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Berkah Soekarno Run 2026: UMKM Solo Ketiban Rezeki, Dagangan Laris Sejak Subuh

PAPARAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pemaparan terkait tanggung jawab industri saat Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPR RI dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri ke Provinsi Jawa Tengah.

Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Helikopter Ambulans disiaagakan di GT Kalikangkung. (ist)
Info

Antisipasi Kondisi Darurat, Polda Jateng Siagakan Helikopter Ambulans di Kalikangkung

Maret 15, 2026
Dua aktivis Pati, Botok-Teguh. Keduanya dijatuhui hukuman 6 bulan penjara, tapi gak perlu dikurung.
Hukum

BREAKING NEWS: 2 Aktivis Demo Pati Divonis 6 Bulan Penjara, tapi Nggak Perlu Dikurung

Maret 5, 2026
Nasional

Riuh Reuni 212 Mereda, Sampah Menggunung Menyisakan Cerita Baru Malam Itu

Desember 3, 2025
Info

Mualem Dapat Kabar Tragis, 80 Ton Bantuan Bencana Aceh Hilang Entah ke Mana

Desember 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Benarkah Ada Solusi Keracunan MBG? Ribuan Dapur Tak Miliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi!! Ah Ngawur…
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?