BACAAJA, SEMARANG- Misteri kematian Iko Juliant Junior, mahasiswa Unnes yang awalnya disebut-sebut akibat kecelakaan, makin bikin tanda tanya. Kuasa hukum keluarga dari PBH IKA FH Unnes, Naufal Sebastian, justru menemukan fakta baru. Ada dugaan kuat kalau Iko bukan jatuh sendiri, tapi dilempari benda tumpul sebelum tersungkur dari motor.
“Bukan kecelakaan tabrakan tapi dia dilempar oleh benda menggunakan benda tumpul sehingga jatuh,” ungkapnya, Minggu (14/9). Lokasi dugaan pelemparan disebut terjadi di sekitar Jalan Veteran Kota Semarang, samping Mapolda Jateng.
Saksi yang ditemui tim kuasa hukum bilang, ada lemparan lebih dulu sebelum Iko terjatuh, hingga akhirnya menabrak pembatas jalan.
Naufal juga cerita, sebelum kejadian, Iko bersama temannya nongkrong di sekitar Jalan Pahlawan, depan Telkomsel. Mereka pulang dini hari melewati jalur Polda, dan di titik itulah suasana ramai. Dari keterangan saksi, di situ ada momen pelemparan yang diduga mengenai Iko.
Saksi Mata
“Malam. Dinihari ada ramai-ramai kemudian mereka pulang. Ya, pulang karena kebiasaan Iko itu waktu pulang lewat Polda untuk pulang ya sampai ke Ngaliyan dia naik. Ternyata justru titik keramaian ada di Polda. Dan yang dilihat saksi ada lemparan,” bebernya.
Soal saksi, Naufal bilang ia konsisten menyebut ada pelemparan sebelum Iko terjatuh. Namun, detail identitas dan keterangan lengkapnya masih ditutup rapat demi keamanan.
Karena itulah, Naufal menegaskan kasus ini tak bisa lagi dianggap kecelakaan biasa. Ada indikasi kuat tindak pidana, dan pihaknya akan segera melapor ke polisi sambil terus berkoordinasi dengan LPSK agar saksi mendapat perlindungan maksimal.
“Makanya itu menguatkan dugaan kami bahwa jatuhnya Iko, meninggalnya Iko tidak murni kecelakaan,” tegasnya. (bae)


