Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: 3,1 Juta Hektar Lahan Sawit Ilegal Dibiarkan Mangkrak! Menteri Nusron Cuma Nonton?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

3,1 Juta Hektar Lahan Sawit Ilegal Dibiarkan Mangkrak! Menteri Nusron Cuma Nonton?

DPR mengecam lambannya langkah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid atas ketimpangan penguasaan tanah yang parah, dan konflik sosial yang terus memanas. Mereka mendesak reforma agraria segera dijalankan secara serius, jangan sampai cuma jadi janji kosong di atas kertas. Jika tidak, ketidakadilan ini bakal meledak jadi masalah yang jauh lebih besar.

baniabbasy
Last updated: September 10, 2025 8:14 am
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Kondisi hutan yang sudah diubah menjadi lahan sawit. Sayangnya, lahan-lahan ini dikuasai oligarki dan sekarang dalam kondisi mangkrak. Menteri Nusron hanya menonton?. Foto: Greenpeace Indonesia
Kondisi hutan yang sudah diubah menjadi lahan sawit. Sayangnya, lahan-lahan ini dikuasai oligarki dan sekarang dalam kondisi mangkrak. Menteri Nusron hanya menonton?. Foto: Greenpeace Indonesia
SHARE

BACAAJA, JAKARTA— Drama lama yang gak pernah selesai, lahan sawit ilegal masih aja jadi bom waktu di Indonesia. Rapat Komisi II DPR bareng Menteri ATR/BPN Nusron Wahid malah jadi panggung kritik pedas yang gak ada ampun. Soalnya, lahan sawit seluas 3,1 juta hektar yang katanya sudah disita negara malah masih mangkrak, gak jelas kapan bakal diselesaikan.

Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, nggak segan-segan menyebut Menteri Nusron lamban bahkan cenderung abai soal tindak lanjut lahan sawit ilegal ini. Kata Rifqi;

“Pak Presiden Prabowo sudah perintahkan negara kuasai kembali 3,1 juta hektar itu! Ini apa kabar? Kenapa belum ada legalisasi atau tindakan konkrit? Apa Menteri ATR cuma jadi pajangan?”

Gak cuma itu, Rifqi juga bilang kalau sebagian besar lahan sawit itu bukan di hutan, tapi di Area Penggunaan Lain (APL) yang sepenuhnya jadi kewenangan Kementerian ATR/BPN. Jadi, kalau masih stuck, itu artinya kementerian ini gagal menjalankan tugasnya. Bukan cuma gagal, tapi juga ngemplang kewajiban!

Presiden Prabowo sendiri udah tegas banget soal penertiban sawit ilegal lewat Perpres Nomor 5 Tahun 2025. Tapi apa yang terjadi? Masih ada keputusan pengadilan lama yang nganggur selama 18 tahun! Ini keterlaluan, kayak pemerintah main-main sama hukum!

Suara makin keras datang dari Anggota Komisi II, Deddy Yevri Hanteru Sitorus. Dia langsung banting meja soal klaim Nusron bahwa cuma 60 keluarga kuasai lahan mayoritas Indonesia. “Kalau itu benar, negara jangan cuma ngeles! Reforma agraria harus dipercepat, kalau enggak, rakyat bakal makin muak dan marah sama ketidakadilan ini!” bentak Deddy.

Deddy juga tegas mendesak pemerintah untuk pajakin konglomerat tanah lebih tinggi. “Mereka itu kaya tujuh turunan, rakyat kecil? Udah susah hidupnya, masih harus berjuang rebut tanah yang seharusnya jadi hak mereka,” tambahnya dengan penuh amarah.

Yang bikin makin panas, Deddy angkat kasus nyata di Tessonilo, Riau, di mana 11 ribu kepala keluarga bakal kehilangan tanah gara-gara konflik kawasan hutan yang dikelola Satgas PKH. “Ini jelas kejam, lebih kejam dari penjajah Belanda. Kalau rakyat gak bisa masuk kebun, mereka bakal makan apa? Apa pemerintah mau biarkan rakyat kelaparan?” kritiknya pedas.

Deddy juga bilang, jangan sampai tanah adat cuma dapat remah-remah dibandingkan jutaan hektar yang dikuasai korporasi. “Ini ketimpangan paling bejat! Tanah gak nambah tapi rakyat makin banyak, kalau gak ada distribusi keadilan, Indonesia siap-siap meledak!” tegasnya.

Selain sawit, Deddy juga ingatkan soal pelarangan tambang di pulau kecil seperti Raja Ampat yang harusnya konsisten ditegakkan. Dia juga minta koordinasi kementerian jangan cuma di kertas, tapi benar-benar jalan, biar masalah agraria gak terus dipendam dan dibiarin berlarut-larut.

Jadi sekarang, apa langkah konkret pemerintah? Jangan cuma omdo alias omong doang, rakyat sudah lelah dengar janji tanpa aksi. Kalau gak segera beresin, DPR udah siap tarik ulur ke ranah hukum dan publik. Reforma agraria jangan cuma jadi gimmick politik, tapi harus nyata!(*)

You Might Also Like

Upacara HUT RI di Balai Kota Semarang Hadirkan Sosok Istimewa, Siapa?

Runyam! Siswa Korban Keracunan MBG di Pamekasan Diminta Bikin Video Muntah karena Kekenyangan

Dana Hibah Rp 1,6 M untuk Gaji Abdi Dalem Keraton Solo Tak Sampai ke Sasaran, Siapa Menikmati?

Liga 4 Jateng Panas: Suporter Turun ke Lapangan, Panitia Kena Lempar Batu

Respati Buka Pintu Lebar buat Pelaku Kreatif di Solo: No Pungli, No Ribet

TAGGED:bacaajabajaaja.cogreenpeaceheadlinelahan sawit mangkrakmenteri atr/bpnnusron wahidpembalakan liarreforma agraria
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Limbah PLTU Disulap Jadi Paving Premium, Warga Binaan Ikut Cuan
Next Article Unik banget, Warga Desa Ini Bayar Pajak Pakai Pisang 

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Foto: ilustrasi. Seorang warga menggendang anaknya yang masih kecil untuk diajak memulung di tempat pembuangan akhir sampah. Potret kemiskinan di Indonesia.
Unik

Cuma Rp3 Juta Udah ‘Super Kaya’? Kemensos Bikin Netizen Auto Minder & Ngakak

Agustus 16, 2025
Ekonomi

Ngobrol Core Value, Bukan Cuma Ngabuburit: “1+1 Bisa Jadi 11” Ala Bos PTPN

Februari 28, 2026
Olahraga

Musorprov Jateng Mundur, Tapi Calonnya Udah Fix Satu

Oktober 18, 2025
Sekda Jateng, Sumarno menanggapi ramainya protes kenaikan pajak kendaraan bermotor. (ist)
Info

Pemprov Jateng Klaim Tak Ada Kenaikan Pajak Kendaraan, tapi Rakyat Tetap Bayar Lebih Mahal

Februari 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 3,1 Juta Hektar Lahan Sawit Ilegal Dibiarkan Mangkrak! Menteri Nusron Cuma Nonton?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?