Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wonosobo Punya Gaya, Kolaborasi Seni yang Ngeblend Total
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Wonosobo Punya Gaya, Kolaborasi Seni yang Ngeblend Total

Pentas di TMII ini juga jadi cara Wonosobo memperluas jejaring antar seniman dan pelaku budaya dari berbagai daerah. Semacam ajang kumpul kreatif tapi tetap penuh nilai tradisi. Dengan tema “Rasakan Kemegahan Budaya, Semarak Seni, dan Hangatnya Kebersamaan,” acara ini dijamin bakal jadi magnet buat para pecinta seni dan budaya dari mana pun.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 30, 2025 1:13 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Wonosobo siap unjuk gigi lewat pentas “Harmoni Budaya Wonosobo” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Minggu, 16 November 2025.
SHARE

BACAAJA, WONOSOBO – Ada yang seru nih dari Wonosobo! Setelah dikenal dengan dinginnya udara dan nikmatnya mie ongklok, kali ini daerah di kaki Dieng itu siap unjuk gigi lewat pentas “Harmoni Budaya Wonosobo” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Minggu, 16 November 2025.

Event ini digarap langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, yang pengin banget nunjukin keindahan budaya lokal lewat kombinasi seni yang unik dan penuh warna.

Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, bilang kalau ini bukan sekadar pertunjukan, tapi bentuk nyata dari semangat kreatif warga Wonosobo yang nggak pernah kehabisan ide.

“Kami ingin menampilkan wajah Wonosobo yang penuh nilai budaya dan kreativitas. Lewat kolaborasi seni ini, kami ingin penonton ngerasain harmoni antara tradisi dan inovasi,” ujarnya santai.

Yang bakal tampil juga nggak main-main. Ada wayang, bundengan, dan tari khas Wonosobo yang dikolaborasikan dalam satu panggung megah. Tiga elemen ini menggambarkan filosofi hidup masyarakat Wonosobo: semangat tinggi, nyatu sama alam, dan tetap berakar pada tradisi.

Selain nonton pertunjukan seni, pengunjung juga bisa jalan-jalan di mini pameran lukisan dan produk UMKM lokal. Dari kriya sampai kuliner khas, semuanya dibuat dengan sentuhan tangan kreatif warga Wonosobo.

“Kita nggak cuma mau nunjukin keindahan alam seperti Dieng, tapi juga mau bawa semangat budaya dan kreativitas masyarakatnya ke level nasional,” tambah Fahmi.

Pentas di TMII ini juga jadi cara Wonosobo memperluas jejaring antar seniman dan pelaku budaya dari berbagai daerah. Semacam ajang kumpul kreatif tapi tetap penuh nilai tradisi.

Dengan tema “Rasakan Kemegahan Budaya, Semarak Seni, dan Hangatnya Kebersamaan,” acara ini dijamin bakal jadi magnet buat para pecinta seni dan budaya dari mana pun.

Buat yang suka hal-hal berbau tradisi tapi dikemas kekinian, acara ini jelas wajib masuk agenda November kamu.

Menariknya lagi, di momen yang sama, Wonosobo juga dapet kabar baik soal Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2025. Ada tiga karya budaya yang resmi diakui negara.

Ketiganya adalah Mie Ongklok, Wayang Kedu Gagrag Wonosaban, dan Tradisi Ambeng Desa Tieng. Ketiganya punya nilai historis tinggi dan udah diwariskan lintas generasi.

Fahmi menjelaskan, pengakuan ini nggak datang instan. Prosesnya panjang banget, dari pengajuan, revisi, sampai penilaian mendalam oleh tim nasional.

“Kita sempat nunggu dua tahun buat kelengkapan dokumen dan revisi kajian, baru akhirnya tahun ini bisa ditetapkan resmi,” ungkapnya dengan nada lega.

Bagi Wonosobo, pengakuan ini bukan cuma soal penghargaan, tapi juga bentuk tanggung jawab buat terus menjaga tradisi biar nggak punah.

“Kami berharap penetapan ini bisa memperkuat identitas budaya Wonosobo dan jadi inspirasi generasi muda buat tetap bangga sama akar budayanya,” tutup Fahmi.

Dengan dua kabar sekaligus — pertunjukan seni yang keren dan pengakuan budaya yang prestisius — Wonosobo seolah lagi ngomong ke seluruh Indonesia: “Hei, budaya kita nggak kalah keren kok, cuma butuh panggung buat bersinar.” (*)

You Might Also Like

Campak Naik Lagi, Kasus Anak Makin Bikin Khawatir

Maba UPGRIS Pilih Aktif di Organisasi Apa? Ada Banyak Pilihan Pengembangan Diri di Kampus

Inilah Spesifikasi Rantis Brimob yang Menabrak Abang Ojol hingga Tewas

576 Ribu UMKM Ditarget Kantongi Sertifikat Halal

Tumpukan Uang Kejagung Dipamerkan, Kerja Nyata atau Pencitraan?

TAGGED:budayapentas seniTMIIwonosobo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Duh! Viral Nih, Mahasiswi UNS Penerima KIP Ketahuan Malamnya Dugem
Next Article Banjarnegara Siaga, Alam Mulai Kasih Tanda Serius Nih

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua DPR RI Puan Maharani.
Info

Pemulangan Korban Online Scam, Puan: Harus Disertai Solusi Lapangan Kerja

Oktober 30, 2025
Saat Walikota Se,arang Agustina Wilujeng memerankan tokoh Sang Hyang Wenang dalam lakon Sang Panilih dalam gelaran Wayang On The Street di Kota Lama Semarang bersama Wayang Orang Ngesti Pandowo. Foto: dok/humas
Daerah

Wayang Orang On The Street Kota Lama: Walikota Agustina jadi Sang Hyang Wenang

September 15, 2025
Ilustrasi pengeroyokan.
Hukum

Anggota Pagar Nusa Dihajar Brutal Geng Balap Liar hingga Meninggal di Semarang

Desember 27, 2025
Hukum

Tender Pelat Nomor Kendaraan Disorot, Dugaan Monopoli Mulai Terkuak

Maret 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wonosobo Punya Gaya, Kolaborasi Seni yang Ngeblend Total
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?