BACAAJA, SEMARANG- Wisatawannya di Jateng udah lumayan. Tahun ini tembus 53 juta orang. Belum lagi 500 ribu wisatawan mancanegara. Kalau kamu, percaya nggak Jateng serame itu?
Sekretaris Disporapar Jateng, Syurya Deta Syafri bilang, ini menunjukkan pesona Provinsi Jateng tidak pernah pudar. Pertumbuhan wisata juga kinclong. PDRB sektor pariwisata naik 11,79 persen sampai triwulan III. Ini malah ngalahin sektor-sektor unggulan lain.
Deta juga ngucapin terima kasih ke panitia event, komunitas kreatif, pelaku seni budaya, sampai dunia usaha yang rajin ngasih warna. Mereka ini mesin yang bikin Jateng nggak kehabisan acara.
Dia wanti-wanti soal kolaborasi. Katanya kalau semua kompak, ekosistem wisata makin tahan banting. “Pariwisata Jawa Tengah akan lebih maju jika didukung oleh sinergi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat,” ucapnya, Jumat (28/11) malam di TBRS.
Kritikan Sekda
Nah, kritikan datang daru Sekda Jateng, Sumarno. Dia bilang orang datang udah banyak, tapi tinggalnya belum lama-lama amat. Padahal ekonomi Jateng hidupnya dari konsumsi. “Supaya berkonsumsinya menjadi lebih tinggi, perlu menjaga agar mereka kerasan,” ucapnya.
Intinya perlu bikin wisatawan betah. Biar mereka nginep lebih lama, jajan lebih sering. Sumarno juga ingetin soal keramahan warga. Katanya itu kunci biar wisatawan pulang bawa kesan manis. Terus paket wisata keluarga juga harus digarap lebih niat. Karena keluarga tuh kalau udah nyaman, jajan nggak mikir.
Jadi, Jateng udah juara soal jumlah pengunjung. Tinggal PR paling penting: bikin mereka nggak cepat pulang. Menurut kamu, apa sih yang bikin traveler betah? Kalau kamu yang nyusun strateginya, bakal ngapain duluan? (bae)


