Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Warga Sambeng Borobudur Ngotot Tolak Usaha Tambang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Warga Sambeng Borobudur Ngotot Tolak Usaha Tambang

T. Budianto
Last updated: April 17, 2026 9:24 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
AKSI WARGA: Ratusan warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang menggelar aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Magelang, pertengahan Februari lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang kompak turun bareng. Bukan demo bawa spanduk ribet, tapi datang dengan “senjata” yang lebih simpel: ribuan tanda tangan penolakan tambang.

Kamis (16/4/2026) sore, mereka mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng di Banyumanik, Semarang. Ini bukan kunjungan pertama, sebelumnya mereka juga sempat audiensi akhir Februari lalu. Bedanya sekarang, mereka datang dengan bukti yang lebih “niat”.

Baca juga: Tolak Tambang Emas Ilegal di Lahan Sendiri, Nenek Saudah Dihajar Preman hingga Terkapar

Humas Paguyuban Gema Pelita Desa Sambeng, Suratman bilang, kalau tanda tangan yang diserahkan kali ini bukan kaleng-kaleng. Totalnya tembus 1.000 sampai 1.200 orang, alias hampir seluruh warga yang punya KTP.

“Kalau lihat data DPT, ya bisa dibilang ini hampir 90 sampai 100 persen warga ikut nolak,” ujarnya. Yang bikin makin plot twist, ada juga pihak yang sebelumnya sempat terlibat di tim perusahaan, sekarang ikut tanda tangan penolakan. “Kami juga nggak tahu kenapa, tapi mungkin karena lihat warga kompak, ya akhirnya ikut nolak juga,” tambahnya.

Paket Lengkap

Nggak cuma tanda tangan, warga juga sekalian bawa “paket lengkap”: mulai dari fotokopi KTP tiap penanda tangan, sampai laporan polisi soal dugaan pemalsuan tanda tangan yang sempat ramai. Total ada 45 nama yang diduga dipalsukan.

Menurut warga, ini bukan sekadar drama administratif. Mereka punya kekhawatiran serius, mulai dari ancaman hilangnya sumber mata air, jalan rusak makin hancur gara-gara truk tambang, sampai potensi longsor yang bisa nyeret permukiman. “Kalau atasnya ditambang, bawahnya juga kena, kita khawatir sumber air mati,” kata Suratman.

Sementara itu, pihak DLHK Jateng juga angkat suara. Kepala Bidang Tata Lingkungan, Slamet Widodo, mengakui dokumen yang diserahkan warga “tebal banget”, dan itu jadi sinyal kuat. “Kalau mayoritas warga menolak, ya nggak bisa diproses. Itu syarat utama izin lingkungan,” tegasnya.

Baca juga: Sorotan Baru soal Tambang Liar di Lereng Slamet

Ia juga menyebut, sampai sekarang belum ada pengajuan izin resmi dari pihak perusahaan. Tapi dengan kondisi warga yang kompak nolak, peluang tambang lanjut bisa dibilang makin tipis.

Di negeri yang sering ribut beda pilihan, Sambeng malah kasih contoh: seribu orang bisa sepakat bilang “tidak”. Ironisnya, yang masih belum jelas justru apakah suara warga bakal benar-benar lebih berat dari rencana tambang. Atau lagi-lagi, harus nunggu sampai alam yang “tanda tangan” duluan? (tebe)

You Might Also Like

UPTD PPA Jangan Cuma Papan Nama: Wagub Minta Kepala Daerah Turun

Muktamar PPP X Berubah Jadi Arena Saling Klaim

PKB Didiskon 5 Persen Sampai Akhir 2026

4 Turis Spanyol Hilang di Pulau Padar, Tim SAR: Mereka Satu Keluarga

Sugeng Kondur Ki Anom, Dalang Legendaris Anom Suroto Wafat

TAGGED:borobudurheadlineizin tambangpemkab magelangsambeng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sekali Jalan Angkut 800 Ton: KA Brumbung Cargo Resmi Jalan
Next Article Djarum Bangun Peternakan Sapi Terbesar di Brebes

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Buya Yahya Tegas soal Manipulasi Data di Tempat Kerja

UAH Ingatkan Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat

Gus Baha Pernah Tak Punya Uang, Ini Doanya, Bisa Ditiru

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi petugas mengekuasi korban kecelakaan bus. (grafis/wahyu)
Hukum

Sopir Cahaya Trans Sudah Tersangka, Polisi Kini Bidik Perusahaan Otobus

Desember 24, 2025
Daerah

BPKP Jateng Fokus Awasi Pengadaan Barang dan Jasa yang Rawan Korupsi

Juli 9, 2025
BEM BERSATU - Sejumlah civitas akademika kampus ramai-ramai membantah terlibat dalam koalisi mahasiswa tandingan: BEM Bersatu. (ist)
Info

Siapa Dalang BEM Bersatu? Mendedah Kebohongan, Kampus Ramai-ramai Bantah Kirim Perwakilan

Juni 18, 2026
Ekonomi

Investor Australia Siapkan Investasi 350 Juta Dollar AS di Batang

Agustus 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Warga Sambeng Borobudur Ngotot Tolak Usaha Tambang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?