BACAAJA, SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan merombak jajaran pejabat utama Polda Jateng hingga sejumlah Kapolres.
Roy memimpin langsung upacara sertijab 13 pejabat strategis di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026).
Salah satu posisi yang berganti adalah Wakapolda Jateng. Brigjen Pol Latif Usman diganti Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan.
Kemudian, Kombes Pol Wahyu Widiarso Suprapto ditunjuk sebagai Dansatbrimob menggantikan Kombes Pol Noor Hudaya.
Bacaaja: Kapolda Jateng Respons Kabar OTT KPK Tangkap Bupati Klaten
Bacaaja: Kapolda Jateng Ribut Digeser Kapolri Baru, Penggantinya Roy Hardi
Jabatan Dirlantas kini dipegang Kombes Pol Muhammad Aldian, menggantikan Kombes Pol Maesa Soegriwo.
Selanjutnya, Kombes Pol Taufik Hidayat mengisi jabatan Dirreskrimsus menggantikan Kombes Pol Djoko Julianto.
Jabatan Dirsamapta beralih dari Kombes Pol Risto Samodra kepada Kombes Pol Bayu Adhi Joyokusumo.
Risto kemudian mengisi jabatan Karolog menggantikan Brigjen Pol Nirboyo yang memasuki masa purna tugas.
Sementara itu, jabatan Kabidkeu kini dipegang Kombes Pol S. Ferdinand Suwarji, menggantikan Kombes Pol Dolly Arimaxionari Primanto.
Pergantian juga terjadi di enam kepolisian resor. Kombes Pol Erlin Tang Jaya menggantikan Kombes Pol Heri Wahyudi sebagai Kapolrestabes Semarang.
Sementara itu, AKBP Candra Sasongko menjadi Kapolresta Surakarta, menggantikan Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo.
Di Banyumas, jabatan Kapolresta beralih dari Kombes Pol Petrus Parningotan Silalahi kepada Kombes Pol Dhovan Oktavianton.
Kapolres Wonogiri kini dijabat AKBP Deni Septiawan, menggantikan AKBP Haris Munandar Hasyim.
Adapun Kapolres Tegal yang baru adalah AKBP Febriyani Aer, menggantikan AKBP Bayu Prasatyo.
Sementara itu, AKBP Afrito Marbaro menggantikan AKBP Jonathan David Harianthono sebagai Kapolres Salatiga.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pergantian jabatan merupakan bagian penyegaran kepemimpinan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara berkelanjutan.
“Serah terima jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri,” ujarnya. (bae)

