BACAAJA, SURAKARTA- Riuh soal kondisi Panggung Sanggabuwana makin ramai setelah video yang memperlihatkan dugaan kerusakan beredar luas di media sosial. Mulai dari isu atap bocor, cat mengelupas, sampai kayu yang disebut-sebut mulai lapuk.
Tapi versi berbeda datang dari pihak Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. Kepala BPK Wilayah X, Manggar Sari Ayuati bilang kalau yang terlihat itu kemungkinan cuma lumut, dan itu dianggap wajar.
Baca juga: Pemerintah Dorong Keraton Solo “Naik Level”
“Ini kan musim hujan, wajar kalau ada lumut sedikit. Apalagi bangunannya terbuka dan dominan warna putih, jadi kelihatan banget kalau ada noda,” ujarnya.
Menurut Manggar, saat kunjungan Menteri Kebudayaan beberapa waktu lalu, memang sempat terlihat ada lumut. Tapi kondisinya masih dalam batas normal, bukan kerusakan serius.
Pasca Revitalisasi
Soal isu lain kayak kebocoran atau kerusakan struktural, pihaknya mengaku belum menerima laporan resmi. Jadi, sampai sekarang belum bisa memastikan kondisi real di lapangan pasca-revitalisasi.
Di sisi lain, kubu Keraton lewat juru bicara KPA Singonagoro justru bilang kondisi di video itu nyata adanya. Bahkan ia menyayangkan jika revitalisasi yang niatnya bagus malah terkesan dikerjakan asal-asalan.
Baca juga: Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju
Sementara itu, versi lain datang dari Lembaga Dewan Adat. Mereka menyebut video yang viral itu adalah dokumentasi lama, sebelum revitalisasi dilakukan. Kondisi sekarang, diklaim sudah jauh lebih baik dan terus dirawat.
Soal air yang disebut bocor, LDA bilang itu cuma tampias hujan yang masuk dari celah jendela, bukan kebocoran dari atap utama. Di tengah silang pendapat antara “cuma lumut” dan “sudah rusak”, publik cuma dapat satu hal yang pasti: kebenaran kadang ikut licin, seperti lumut di musim hujan. (tebe)


