BACAAJA, SEMARANG- Laga di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu (1/3/2026) bakal jadi partai hidup-mati buat Laskar Mahesa Jenar. Posisi PSIS sekarang ada di peringkat sembilan dengan 15 poin. Cuma beda satu angka dari Persiba di posisi delapan alias batas aman. Artinya? Siapa menang, dia senyum. Siapa kalah, siap-siap deg-degan.
Kemenangan tipis atas Deltras di pekan sebelumnya jadi booster moral buat anak asuh Andri Ramawi. Bukan cuma nambah tiga poin, tapi juga ngasih kepercayaan diri kalau mereka masih punya bensin buat ngebut di sisa musim.
Baca juga: Rafinha Jadi Pembeda, PSIS Pulang Bawa Tiga Poin
Di sesi latihan di Lapangan POJ City, Semarang, Rabu (25/2/2026), atmosfernya kerasa beda. Intensitas tinggi, duel keras, bahkan sempat ada benturan antarpemain saat internal game. Sempat panas, tapi cepat reda.
Pelatih PSIS, Andri Ramawi, santai menyikapi situasi itu. “Ya normal. Ada sesi dengan intensitas tinggi, ada juga yang biasa. Yang penting kita lihat sisi positifnya, mereka sangat kompetitif,” ujarnya.
Lapar Posisi
Menurut Andri, friksi kecil di latihan justru tanda kalau pemain lapar posisi inti. Semua pengin buktiin layak masuk starting line up. Soal target? Nggak ada tawar-menawar. “Misi kami sudah jelas. Tidak ada lagi hasil seri atau kalah. Mau kandang atau tandang, target tetap tiga poin,” tegasnya.
Bond kebanggan warga Semarang ini juga mulai masuk tahap pematangan taktik. Fokus latihan terbaru ada di skema build up saat ditekan lawan. Maklum, main tandang di Batakan nggak bakal gampang. Tekanan suporter dan permainan cepat Persiba jelas jadi ujian mental.
Baca juga: Andri Ramawi Pelatih PSIS: Misi Bertahan Dimulai
Dua hasil positif terakhir lawan Persela dan Deltras bikin suasana ruang ganti tetap kondusif. Mental tim disebut dalam kondisi prima. Tapi Andri sadar, sisa laga musim ini ibarat final semua. Tambahan poin demi poin bakal jadi penentu apakah PSIS tetap bertahan di Championship musim depan atau malah harus gigit jari.
Sekarang pertanyaannya simpel: berani gas total atau cuma wacana motivasi di ruang ganti? Karena di klasemen, selisih satu poin itu tipis banget. Dan di Batakan nanti, yang dibutuhin bukan cuma semangat, tapi bukti di papan skor. (tebe)


