BACAAJA, SOLO – Kabar menggembirakan buat warga Solo! Kota Surakarta resmi menyabet The 5th ASEAN Clean Tourist City Award, penghargaan internasional yang dikasih ke kota-kota dengan komitmen tinggi terhadap kebersihan dan pariwisata ramah lingkungan.
Nggak sendirian, Solo masuk daftar bareng tiga kota Indonesia lainnya, Malang, Bukittinggi, dan Tomohon. Tapi tetap aja, ini jadi flex tersendiri buat Kota Bengawan.
Clean City jadi modal besar tarik wisatawan
Penghargaan ini jadi sinyal kalau Solo makin serius ngebangun sektor wisata yang nggak cuma estetik buat foto, tapi juga nyaman dan layak dikunjungi.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, nggak bisa nyembunyiin rasa syukurnya.
Bacaaja: Solo Bakal Punya Wali Jogo Kali, Respati Resik-resik Sungai setelah Olahraga Pagi
Bacaaja: Peduli Kesehatan Mental, Respati akan Tambah Psikolog dan Upgrade Posyandu Plus di Solo
“Alhamdulillah sangat bersyukur sekali Kota Surakarta bisa mendapatkan penghargaan ini. Tentunya dengan kolaborasi semua pihak baik masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah dalam menjaga kebersihan, Surakarta mampu meraih prestasi ini,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, keberhasilan ini bukan kerja satu pihak doang, tapi hasil gotong royong warga, pelaku wisata, sampai pemerintah.
Gak cepet puas, tantangan masih banyak
Walau award udah di tangan, PR-nya jelas belum selesai. Soalnya, mempertahankan kota tetap bersih itu jauh lebih susah daripada sekadar menang penghargaan.
Respati menegaskan Pemkot bakal terus ngegas soal kualitas wisata, terutama dari sisi kenyamanan dan kebersihan.
“Kami akan mengajak semua pihak untuk terus ikut andil menjaga dan merawat kota agar Kota Surakarta ini bisa dinikmati wisata maupun masyarakat Solo itu sendiri,” katanya.
Ke depan, penghargaan ini diharapkan jadi booster supaya Solo makin inovatif dalam penataan kota dan nggak kehilangan daya tarik sebagai destinasi unggulan.
Tapi satu hal yang perlu diingat, kota bersih bukan cuma tanggung jawab pemerintah.
- Buang sampah sembarangan? Skip.
- Ngerusak fasilitas umum? Big no.
Karena pada akhirnya, identitas kota itu kebentuk dari kebiasaan warganya juga.
Jadi, setelah dapet award internasional, pertanyaannya simpel: Solo siap konsisten jadi kota bersih, atau cuma bersinar pas penilaian doang? Respati menegaskan, Solo siap konsisten jadi kota bersih. (*)


