BACAAJA, SEMARANG – Rekan senegara Lionel Messi, Santiago Montiel, resmi jadi pemilik Puskas Award 2025.
Winger asal Argentina itu keluar sebagai pemenang setelah gol saltonya sukses bikin dunia sepak bola angkat alis—dan mengalahkan gol spektakuler Rizky Ridho.
Penghargaan gol terbaik ini diumumkan dalam malam The Best FIFA Award 2025 di Doha, Qatar, Rabu (17/12/2025) dini hari WIB. Total ada 11 gol kandidat, tapi satu momen Montiel sukses mencuri spotlight.
Bacaaja: Rizky Ridho dkk Minta Fans: Jangan Lagi Edit Foto Pemain Timnas Pakai AI, Ini Alasannya!
Gol yang dimaksud tercipta saat Montiel membela timnya melawan Independiente Rivadavia, 11 Mei 2025. Bukan salto biasa—Montiel melepaskan tendangan salto dari jarak 18 meter. Bola melesat kencang, kiper cuma bisa bengong.
Gol itu akhirnya unggul atas gol Rizky Ridho yang juga nggak kalah viral: tendangan dari tengah lapangan dalam laga Persija vs Arema.
Begitu dinobatkan sebagai pemenang, Montiel nggak banyak kata. Dua kata aja, tapi penuh makna.
“Sangat bahagia,” tulisnya di Instagram Story.
Sementara itu, Rizky Ridho menunjukkan sikap sportivitas. Bek Persija tersebut legowo dan berterima kasih kepada semua yang sudah mendukung dan mem-vote golnya.
“Terima kasih atas dukungannya teman-teman. Rezeki Cak Montiel,” tulis Rizky.
Sejauh ini, Asia Tenggara baru sekali merasakan manisnya Puskas Award. Itu terjadi pada 2016 lewat Mohd Faiz Subri dari Malaysia. Golnya ke gawang Pahang kala itu mengantarkannya menang telak dengan 59,6 persen suara.
Di luar urusan gol terbaik, Ousmane Dembele dinobatkan sebagai Pemain Pria Terbaik Dunia 2025.
Winger Prancis itu tampil gila bersama PSG, membawa klubnya meraih treble musim 2024/2025, plus mengantar Prancis finis ketiga di UEFA Nations League.
Prestasi itu bikin Dembele sukses mengawinkan Ballon d’Or dan The Best FIFA Award.
Sementara di kategori pemain wanita terbaik, nama Aitana Bonmati kembali jadi jawaban.
Puskas Award 2025 resmi tutup buku—dan dunia sepak bola kembali diingatkan: gol indah nggak kenal jarak, asal momentumnya pas.
Dan, penghargaan ini juga gak kenal teritorial. Pemain dari liga mana aja bisa dapet. So, jangan berkecil hati. Bisa jadi ke depan ada pemain lokal Indonesia yang meraihnya. (*)


