Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Sekda Jateng: Enam Hari Sekolah Masih Dikaji
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Sekda Jateng: Enam Hari Sekolah Masih Dikaji

Drama “sekolah lima hari vs enam hari” lagi naik panggung, kayak tren Y2K yang tiba-tiba comeback tanpa undangan. Pemprov Jawa Tengah pun belum mau asal teken keputusan. Sekda Jateng, Sumarno, memastikan wacana balik ke enam hari sekolah masih masuk fase deep thinking, sambil nampung suara dari banyak pihak.

T. Budianto
Last updated: November 24, 2025 12:05 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PULANG SEKOLAH: Sejumlah siswi sebuah sekolah dasar di kaki Gunung Merbabu, Jateng berjalan pulang bersama-sama, beberapa waktu lalu. (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, KUDUS-  Urusan sekolah lima hari atau enam hari lagi-lagi comeback kayak tren Y2K. Pemprov Jawa Tengah belum mau buru-buru ambil sikap. Sekda Jateng, Sumarno, bilang wacana “balik ke enam hari sekolah” masih dalam tahap dipikirin banget, sambil nampung masukan dari berbagai pihak.

“Masih dikaji untuk ide enam hari sekolah,” ujar Sumarno di sela Milad ke-113 Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Kudus, Sabtu (22/11). Pemprov, katanya, nggak mau gegabah. Setiap persoalan pendidikan, mulai dari kurikulum, ritme belajar, sampai jam istirahat anak, itu pasti langsung masuk meja evaluasi.

Muncul Lagi

Sebelumnya, Wagub Taj Yasin atau Gus Yasin sempat buka alasan kenapa wacana ini muncul lagi. Ternyata, kebijakan lima hari sekolah yang niatnya biar anak punya waktu quality time bareng keluarga… malah jadi bolong.

Orang tua banyak yang kerja enam sampai tujuh hari seminggu, sementara anak liburnya dua hari. “Dengan kebijakan lima hari sekolah, ada dua hari libur anak. Maka ada satu hari yang tanpa pengawasan,” katanya.

Makanya, Pemprov Jateng di era Ahmad Luthfi-Taj Yasin lagi nyari formulanya: gimana anak terlindungi, nggak keluyuran, tetap punya waktu tumbuh, tapi sekolah juga nggak bikin burnout. Kembalinya enam hari sekolah dianggap bisa jadi opsi, tapi tetap musti lewat kajian para pakar, kampus, dan dewan.

Kalaupun nanti diberlakukan, kebijakan itu cuma buat SMA/SMK yang memang jadi wewenang provinsi. Jadi jangan panik dulu, masih sebatas wacana, bukan pengumuman resmi. (tebe)

You Might Also Like

Ini Cara Pemprov Bikin Layanan Terasa Lebih Dekat

Mahasiswa Unwahas KKN ke Malaysia, Bawa Misi Literasi Bantu Anak Migran

Dua Kerangka Manusia di Bekas Gedung Terbakar Kwitang, Korban Demo Rusuh?

KSPN Desak Kenaikan UMK 2026 Minimal 10 Persen

Pemprov Terjunkan Dokter Speling ke Lokasi Bencana

TAGGED:dinas pendidikan jatengheadlinepemrov jatengsekolah enam hari
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nikah Saat Hamil Zina, Benarkah Hukumnya Bisa Fleksibel?
Next Article Pemkot Turunkan Beban Petani

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau TPA Putri Cempo, Senin (11/2/2026).

Respati Turun Gunung ke Putri Cempo Solo, Bawa Alat Berat Buat Beresin Drama Sampah

Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah.

Bank BJB, Telkomsel, Larissa, hingga Uncle Bao Dukung Bacaaja ‘Meet & Greet Densus’ di SMAN 6 Semarang

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

Siswa SMAN 6 Semarang, Khansareta Prayunita menjelaskan kesannya ikut Meet & Greet Densus di sekolahnya, Selasa (10/2/2026). (bae)

Pengakuan Siswa SMAN 6 Semarang: Auto Melek Isu Radikalisme Usai Meet & Greet Densus

Mantan Bupati Purworejo, Agus Bastian (batik hijau) dan tiga orang lain bersaksi di sidang korupsi BPR Purworejo, Selasa (10/2/2026). (bae)

Mantan Bupati Purworejo Dicecar Soal BPR saat Jadi Saksi Sidang Korupsi di Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Ekonomi Kota Semarang Ngebut, Dompet Warga Ikut?

November 4, 2025
Daerah

Wali Kota Nggak Pilih-Pilih Warga

Oktober 14, 2025
Daerah

Pemkot Semarang Perpanjang Jatuh Tempo & Beri Keringanan PBB 2025

Agustus 17, 2025
Pendidikan

Semarang Dukung PAUD Emas, Siapkan Bocil Jadi Generasi 2045

Oktober 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekda Jateng: Enam Hari Sekolah Masih Dikaji
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?