BACAAJA, SEMARANG- Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng membongkar peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Karanganyar dan Boyolali. Seorang pria berinisial MFF (22), warga Donohudan, Ngemplak, Boyolali, ditangkap dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (22/2/2026).
Penangkapan dilakukan Tim Unit 3 Subdit II Ditresnarkoba setelah dapat info dari warga soal dugaan transaksi sabu di Karanganyar. Setelah diselidiki dan dipantau, petugas akhirnya meringkus MFF di depan rumah warga di Jalan Kronggahan, Baturan, Colomadu.
Baca juga: BNN: 50 Nyawa Hilang Tiap Hari Gara-Gara Narkoba
Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Yos Guntur Yudi FS bilang, saat digeledah dan disaksikan warga sekitar, polisi menemukan empat paket sabu di saku jaket pelaku.
Belum selesai di situ, dari hasil interogasi awal, MFF mengaku sebelumnya sudah menaruh satu paket besar sabu di depan SPBU Jalan Solo-Semarang KM 19, Nglarangan, Teras, Boyolali. Polisi langsung bergerak. Paket besar itu ditemukan tersembunyi di dalam besi galvalum.
Barang Bukti
Total barang bukti? Lima paket sabu dengan berat bruto 46,79 gram. Selain sabu, polisi juga menyita satu handphone, motor Honda Revo hitam, dan jaket hijau yang dipakai pelaku saat menjalankan aksinya.
Soal bayaran, MFF mengaku cuma dapat Rp200 ribu setiap kali ambil dan antar paket sesuai instruksi. Dalam pengakuannya, aksi ini baru dilakukan satu kali. Sabu tersebut disebut berasal dari dua orang berinisial N dan R yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
Polisi menegaskan pengungkapan ini bagian dari komitmen memberantas jaringan narkotika, bukan cuma di level kurir, tapi sampai ke pengendali di atasnya.
Baca juga: Awal Tahun Polda Jateng “Oper Gigi”, Enam Pejabat Utama Berganti
Saat ini MFF ditahan di Mapolda Jateng untuk proses penyidikan lebih lanjut. Ia dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau minimal enam tahun penjara.
Ironisnya, demi Rp200 ribu, taruhannya bisa seumur hidup. Paket kecil, risiko maksimal. Kadang yang bikin gelap itu bukan cuma sabunya, tapi keputusan instan tanpa mikir panjang. (tebe)


