Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: SCU dan Semarang Zoo Satu Frekuensi, Konservasi Satwa Jadi Misi Bersama
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

SCU dan Semarang Zoo Satu Frekuensi, Konservasi Satwa Jadi Misi Bersama

SCU dan Semarang Zoo bekerja sama dalam konservasi satwa, membuka ruang belajar praktis bagi mahasiswa. Kolaborasi ini mendukung pelestarian lingkungan dan kesejahteraan satwa, dengan menekankan pentingnya standar perawatan serta tanggung jawab menjaga kemurnian dan keberlanjutan spesies.

baniabbasy
Last updated: September 16, 2025 12:44 pm
By baniabbasy
2 Min Read
Share
SCU dan Semarang Zoo bekerja sama dalam konservasi satwa, Selasa (16/9/2025) , membuka ruang belajar praktis bagi mahasiswa. Kolaborasi ini mendukung pelestarian lingkungan dan kesejahteraan satwa, dengan menekankan pentingnya standar perawatan serta tanggung jawab menjaga kemurnian dan keberlanjutan spesies. Foto: dok/ist
SCU dan Semarang Zoo bekerja sama dalam konservasi satwa, Selasa (16/9/2025) , membuka ruang belajar praktis bagi mahasiswa. Kolaborasi ini mendukung pelestarian lingkungan dan kesejahteraan satwa, dengan menekankan pentingnya standar perawatan serta tanggung jawab menjaga kemurnian dan keberlanjutan spesies. Foto: dok/ist
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Soegijapranata Catholic University (SCU) alias Unika dan Semarang Zoo teken perjanjian kerja sama yang intinya sepakat jalan bareng di jalur konservasi satwa.

Rektor SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho bilang, kerja sama ini punya arti penting buat kampus.

“Kolaborasi ini sangat penting bagi kami sebagai wujud dari keutamaan yang kami angkat talenta untuk bangsa dan kemanusiaan,” ujarnya.

Sejak awal berdiri, SCU memang udah konsisten ngegas isu lingkungan dan keberlanjutan. Bedanya, kali ini mereka masuk ranah satwa.

“Selama ini, kami sudah menjalin berbagai kerja sama dengan berbagai institusi terkait konservasi baik alam maupun budaya,” ungkapnya.

Barengan Semarang Zoo, SCU melihat peluang untuk bikin ruang belajar baru bagi mahasiswanya. Bukan cuma teori di kelas, tapi juga praktik konservasi, edukasi, sampai rekreasi. Dari riset lingkungan, pangan, bisnis, komunikasi visual, sampai asesmen psikologi buat pegawai kebun binatang.

Direktur Semarang Zoo Bimo Wahyu Widodo menekankan bahwa konservasi satwa bukan cuma soal kasih makan atau bikin kandang yang nyaman. Ada tanggung jawab menjaga kemurnian jenis, menghindari perkawinan sedarah, bahkan melepasliarkan satwa ke alam liar atau menukarnya dengan lembaga konservasi lain.

“Lembaga konservasi juga bertanggung jawab untuk menjaga kemurnian jenis dan menghindari perkawinan sedarah,” tegasnya, Selasa (16/9/2025).

Untuk standar perawatan, Semarang Zoo tetap pegang teguh prinsip five freedoms: bebas lapar dan haus, bebas stres, bebas berkembang biak, bebas sakit, dan bebas berekspresi kayak di alam liar.

“Nah, tantangan beratnya ini, setelah berkembangbiak harus ditukar agar tidak kawin sedarah, atau dilepasliarkan,” pungkas Bimo. (bae)

You Might Also Like

Kejagung Buka Peluang Periksa Keluarga Lukminto, Usut Dugaan Korupsi Sritex

Kumandangkan Deradikalisasi, Pemprov Jateng Gandeng 351 Mitra

Jalan di Kawasan Industri Candi Diperbaiki, Warga: Gak Bikin Kami Was-was Lagi

Media Sosial Bukan Alat Sulap Kesuksesan

DPR Minta Pemerintah Mitigasi Dampak Konflik Israel-Iran

TAGGED:SCU Semarangsemarang zooSoegijapranata Catholic UniversityUnikaUnka
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Tengah sowan ke Gubernur Ahmad Luthfi, Senin (15/9/2025). Merka curhat soal banyaknya hambatan di lapangan. Dalam curhatnya, Himperra menuturkan, para pengembang sudah siap tancap gas bangun rumah subsidi, tapi kalau urusan izin masih bertele-tele.Foto: dok/humas Urusan Rumah Subsidi Jangan Sampai Nyangkut di Meja Izin
Next Article Dipikir Sehat, Ternyata Air Kelapa Bisa Jadi Pantangan untuk Orang Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Agar Selamat di Laut, Ini Doa Nabi Nuh yang Perlu Dibaca Saat Naik Kapal

Juli 3, 2025
Masyarakat antusias mengikuti tradisi gebyuran dan basah-basahan di Bustaman, Minggu (15/02/2026). (LPM Missi UIN Walisongo)
Unik

Serunya Tradisi Gebyuran Bustaman, Ada Makna Sakral di Balik Aksi Saling Coret-Saling Siram

Februari 15, 2026
Unik

Rujak Thailand Viral Versi Rumahan, Warganet Penasaran Coba Resepnya

Agustus 31, 2025
Unik

Demystifying the Concepts and Applications of AI

Mei 8, 2023

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: SCU dan Semarang Zoo Satu Frekuensi, Konservasi Satwa Jadi Misi Bersama
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?