BACAAJA, BANYUMAS- Program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuai apresiasi dari para kepala desa. Salah satunya datang dari Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.
Kepala Desa Kediri, Kusno, menyampaikan terima kasih kepada Biro Umum Pemprov Jateng yang telah mendampingi desanya sepanjang 2025. Lewat program itu, 30 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diperbaiki dengan nilai bantuan Rp20 juta per rumah. Belum lagi bantuan sembako, bibit ikan, hingga program pemberdayaan warga.
Baca juga: Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,48 Persen, Wagub Minta OPD Tak Bekerja Sektoral
“Kami sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban warga,” kata Kusno di Balai Desa Kediri, Kamis (12/2/2026).
Meski begitu, ia tak menutup mata bahwa desanya masih punya banyak PR. Mulai dari perbaikan jalan dan jembatan, pengelolaan sampah, hingga jambanisasi. “Masih banyak masalah yang perlu diselesaikan bersama-sama,” ujarnya.
Tekan Kemiskinan
Program ini sendiri bukan barang baru. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib melanjutkan skema “Satu OPD, Satu Desa Dampingan”.
Program tersebut sudah berjalan sejak 2019, saat Taj Yasin menjabat di periode pertamanya. Hingga kini, ia menilai program ini masih relevan dan efektif dalam membantu menekan angka kemiskinan.
Baca juga: Karang Taruna Jateng Dikasih PR Baru: Kawal Desa, Lawan Kemiskinan!
“Program ini akan terus disesuaikan dengan visi misi dan program tahunan,” kata Gus Yasin. Fokus pendampingan pun bertahap: dari infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, sampai penguatan ekonomi desa.
Data Pemprov mencatat, sepanjang 2019-2025 sudah ada 452 desa yang mendapat pendampingan. Mulai dari bedah RTLH, perbaikan sanitasi, sampai pemberdayaan UMKM dan desa ekspor. Tahun 2026, targetnya 76 desa di 16 kabupaten akan mendapat sentuhan program serupa.
Kalau satu OPD benar-benar pegang satu desa, yang berubah bukan cuma laporan tahunan, tapi atap bocor yang jadi layak huni. Tinggal konsisten atau nggak, itu yang jadi ujian sesungguhnya. (tebe)


