Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Satu OPD Satu Desa: 30 Rumah Langsung Kinclong
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Satu OPD Satu Desa: 30 Rumah Langsung Kinclong

Program pemerintah sering dituduh cuma manis di atas kertas. Tapi di Desa Kediri, Banyumas, ceritanya beda. Ada rumah dibedah, ada bibit ikan ditebar, ada sembako yang benar-benar sampai dapur warga.

T. Budianto
Last updated: Februari 16, 2026 5:40 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
RAPAT EVALUASI: Wagub Jateng, taj Yasin Maimoen memimpin rapat evaluasi program Satu OPD Satu Desa Dampingan di Kantor Gubernur, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS- Program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuai apresiasi dari para kepala desa. Salah satunya datang dari Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.

Kepala Desa Kediri, Kusno, menyampaikan terima kasih kepada Biro Umum Pemprov Jateng yang telah mendampingi desanya sepanjang 2025. Lewat program itu, 30 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diperbaiki dengan nilai bantuan Rp20 juta per rumah. Belum lagi bantuan sembako, bibit ikan, hingga program pemberdayaan warga.

Baca juga: Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,48 Persen, Wagub Minta OPD Tak Bekerja Sektoral

“Kami sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban warga,” kata Kusno di Balai Desa Kediri, Kamis (12/2/2026).

Meski begitu, ia tak menutup mata bahwa desanya masih punya banyak PR. Mulai dari perbaikan jalan dan jembatan, pengelolaan sampah, hingga jambanisasi. “Masih banyak masalah yang perlu diselesaikan bersama-sama,” ujarnya.

Tekan Kemiskinan

Program ini sendiri bukan barang baru. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib melanjutkan skema “Satu OPD, Satu Desa Dampingan”.

Program tersebut sudah berjalan sejak 2019, saat Taj Yasin menjabat di periode pertamanya. Hingga kini, ia menilai program ini masih relevan dan efektif dalam membantu menekan angka kemiskinan.

Baca juga: Karang Taruna Jateng Dikasih PR Baru: Kawal Desa, Lawan Kemiskinan!

“Program ini akan terus disesuaikan dengan visi misi dan program tahunan,” kata Gus Yasin. Fokus pendampingan pun bertahap: dari infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, sampai penguatan ekonomi desa.

Data Pemprov mencatat, sepanjang 2019-2025 sudah ada 452 desa yang mendapat pendampingan. Mulai dari bedah RTLH, perbaikan sanitasi, sampai pemberdayaan UMKM dan desa ekspor. Tahun 2026, targetnya 76 desa di 16 kabupaten akan mendapat sentuhan program serupa.

Kalau satu OPD benar-benar pegang satu desa, yang berubah bukan cuma laporan tahunan, tapi atap bocor yang jadi layak huni. Tinggal konsisten atau nggak, itu yang jadi ujian sesungguhnya. (tebe)

You Might Also Like

TPPU Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Keseret Kasus Pencucian Uang Rp20 Miliar

Detik-detik Maut di Umbul Ponggok: Niat Foto Estetik, Remaja Jaksel Tewas Tenggelam

Agro Wisata Tambi Masuk 6 Besar Nasional, Dapat Visitasi Tim Kemenpar dan Juri WIA 2025

Sambo Jateng Juara Umum, Target Awal Cuma Dua Emas Loh!

Natalan Sambil Ingat Bumi

TAGGED:headlinekemiskinan jatengopdpemprov jatengwagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua Golkar Jateng M Saleh meraih gelar doktor bidang hukum dari Universitas Islam Sultan Agung, Sabtu (14/2/2026). Disertasinya terkait keadilan ekologis PSN menuai apresiasi. Disertasi Saleh Terkait Keadlian Ekologis PSN Tuai Apresiasi Akademisi
Next Article Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Imlek di Sam Poo Kong Tak Sekadar Barongsai

Dugderan 2026: Tradisi Lama, Energi Baru

Tanggul Sungai Cacaban jebol, merendam ratusan rumah dan ratusan hektare sawah, di Karangawen, Demak, Senin (16/2/2026).

Tanggul Sungai Cacaban Jebol: 900 KK Warga Demak Terdampak, 350 Ha Sawah Terendam

Polisi melakukan olah TKP ledakan bahan mercon di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Minggu (15/2/2026). (Dok Polsek Toroh)

Dor! Eksperimen Brutal Tiga Remaja Grobogan: Coba Bikin Bubuk Petasan, 3 Rumah Meledak

Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

RPP Pengupahan Disebut Drakula, SPN “Birukan” Gubernuran

Desember 8, 2025
Cacahan uang kertas Rp100 ribu yang dibuang di TPS liar Bekasi.
Viral

Heboh! Cacahan Uang Kertas Rp100.000 dan Rp50.000 Dibuang di TPS Liar Bekasi, Duit Siapa?

Februari 5, 2026
Resbob (dua dari kiri) saat ditangkap petugas kepolisian.
Hukum

Pelarian Youtuber Resbob Berakhir, Penghina Suku Sunda Ditangkap di Semarang

Desember 17, 2025
Ekonomi

Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh

Desember 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Satu OPD Satu Desa: 30 Rumah Langsung Kinclong
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?