BACAAJA, SOLO – Wali Kota Solo Respati Ardi jadi tuan rumah yang nggak setengah-setengah. Penginnya totalitas. Termasuk soal ngenalin kuliner Solo.
Menjamu Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Loji Gandrung, Jumat (16/1/2026), Respati langsung mengenalkan tamunya pada deretan kuliner khas Solo: mulai dari tahok, sosis Solo, sampai srabi juruh.
Sambil santai menikmati hidangan, obrolan keduanya justru serius tapi asyik. Respati dan Jenal diskusi soal strategi membangun kota yang bersih, sehat, dan sejahtera, plus peluang kerja sama antardaerah ke depan.
Bacaaja: Respati Targetkan WFA Bisa Efisiensi Anggaran hingga 29 Persen: untuk Bangun Solo
Bacaaja: Niru Jakarta, Respati Siapkan Food Station buat Jaga Harga Pangan Solo
Respati mengakui, Bogor punya reputasi top soal lingkungan yang asri dan terawat. Menurutnya, ada banyak praktik baik dari Kota Hujan yang bisa ditiru Solo.
“Saya ingin Solo bisa seperti Bogor yang terkenal asri dan bersih. Tadi Mas Jenal cerita, di Bogor tiap Jumat semua elemen ikut gerakan bersih-bersih,” ujar Respati.
Ide itu langsung bikin Respati kepikiran buat diterapkan di Kota Bengawan. Targetnya jelas: kebersihan kota bukan cuma urusan pemerintah, tapi gerakan bareng warga.
“Ini mau kita duplikasi di Solo supaya kota makin berseri—bersih, sehat, rapi, dan indah,” jelasnya.
Di sisi lain, Jenal Mutaqin mengaku terkesan dengan sambutan hangat dari Pemkot Solo. Ia menyebut pertemuan ini sebagai langkah awal kolaborasi antara Solo dan Bogor.
Menurut Jenal, kedua kota punya banyak kesamaan, baik dari segi wilayah maupun jumlah penduduk. Dari diskusi singkat itu saja, sudah muncul banyak ide yang bisa dikembangkan bersama.
“Membangun kota nggak bisa sendirian. Harus kolaborasi, libatkan semua pihak dan masyarakat,” katanya.
Jenal juga memberikan apresiasi khusus pada program unggulan Pemkot Solo, salah satunya Rumah Siap Kerja (RSK). Program ini dinilai efektif karena nggak cuma kasih pelatihan, tapi juga sampai penempatan kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
“Program Rumah Siap Kerja ini keren. Bisa banget diadopsi Bogor. Kita sebenarnya punya balai latihan kerja, tapi belum kolaborasi dengan LPK,” tandasnya.
Pertemuan ini jadi sinyal kuat: kuliner bisa jadi pembuka, kolaborasi jadi tujuan utama. Solo dan Bogor siap saling belajar buat bikin kota masing-masing makin maju. (*)


