BACAAJA, SEMARANG – Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Sapto Budoyo, meminta para lulusan tidak hanya mengandalkan gelar akademik setelah menyelesaikan pendidikan.
Sapto berpesan, wusuda ini menjadi momentum bagi para wisudawan untuk memasuki kehidupan baru, termasuk menghadapi dunia kerja dan mengamalkan ilmu yang mereka pelajari.
“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal para lulusan untuk mulai menempuh kehidupan baru,” ujar Sapto saat Wisuda ke-84 UPGRIS, Selasa (13/10/2026).
“Kami berharap apa yang didapat di Universitas PGRI Semarang selama pembelajaran dapat memberikan dampak kepada masyarakat,” imbuhnya.
Bacaaja: Wisuda UPGRIS Kukuhkan 1.255 Sarjana dan Magister
Bacaaja: Rektor UPGRIS Minta Maba Tak Jadi Mahasiswa Kupu-kupu: Perluas Pengalaman
Ia menjelaskan, UPGRIS membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis atau hard skill serta kemampuan nonteknis atau soft skill.
Kedua kemampuan tersebut diharapkan membantu lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru.
Salah satu upaya yang dilakukan kampus, lanjut Sapto, yakni menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini menitikberatkan pada capaian pembelajaran yang harus dikuasai mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Kurikulumnya sudah berbasis OBE. Berikutnya, para lulusan juga diberikan bekal soft skill dan hard skill supaya setelah lulus bisa segera mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Meski begitu, Sapto mengingatkan bahwa kemampuan akademik dan keterampilan kerja saja tidak cukup. Para lulusan juga perlu menjaga etika dan menerapkan nilai-nilai yang mereka pelajari selama berada di lingkungan kampus.
Ia menyebut empat nilai yang menjadi budaya UPGRIS, yakni adab, adaptif, antusias, dan integritas. Sapto berharap para lulusan tetap memegang nilai-nilai tersebut ketika memasuki dunia kerja maupun berinteraksi dengan masyarakat.
Dalam Wisuda ke-84, UPGRIS meluluskan 1.255 mahasiswa yang mengikuti prosesi dalam dua tahap pada 13 dan 14 Oktober 2026.
Sebagian lulusan mengikuti wisuda secara daring, termasuk mahasiswa program afirmasi melalui kementerian yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi. (bae)

