Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rakyat Gak Pakai Dolar, tapi Harga Menu Makanan di Warteg Semarang Melonjak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Rakyat Gak Pakai Dolar, tapi Harga Menu Makanan di Warteg Semarang Melonjak

Rupiah terus melemah, IHSG anjlok parah. Memang rakyat gak pakai dolar dan main saham, tapi harga nasi di warteg ikut melonjak. Bikin rakyat kelimpungan.

R. Izra
Last updated: Juni 3, 2026 1:54 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
HARGA NAIK--Pelanggan membeli makan di Warteg Arman di Jalan Pleburan, Kota Semarang, Rabu (3/7/2026). (bae)
HARGA NAIK--Pelanggan membeli makan di Warteg Arman di Jalan Pleburan, Kota Semarang, Rabu (3/7/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Harga bahan pokok yang terus merangkak naik mulai terasa dampaknya di warung makan. Sejumlah warteg di Kota Semarang terpaksa menaikkan harga menu karena biaya belanja harian makin besar.

Salah satunya dirasakan Warteg Arman di kawasan Pleburan. Pegawai warteg, Fifah, mengaku kenaikan terjadi pada berbagai bahan, terutama ayam dan aneka ikan yang menjadi lauk favorit pelanggan.

Menurutnya, harga ayam yang sebelumnya sekitar Rp30 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp35 ribu. Kenaikan serupa juga terjadi pada ikan seperti lele, tongkol, pindang, hingga bandeng.

Bacaaja: Rakyat Gak Butuh Dolar tapi Ukuran Tempe Jadi Kecil, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli
Bacaaja: Rupiah Makin Keok! Tembus Rp17.926 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Dampaknya langsung terasa pada harga makanan yang dijual. Menu nasi dengan lauk ikan yang sebelumnya dibanderol Rp13 ribu kini naik menjadi Rp16 ribu per porsi.

“Kami naikkan sesuai harga pasar,” kata Fifah, Rabu (3/7/2026).

Cerita serupa datang dari Warteg di Jalan Kusumawardani. Pedagang di warteg tersebut, Siti, mengatakan harga makanan juga sudah disesuaikan sejak beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kenaikan memang tidak terlalu besar. Namun hampir semua menu mengalami penyesuaian sekitar Rp1.000 per porsi.

“Harga nasi yang dulu Rp4.000 sekarang naik Rp1.000. Kertas nasi juga mahal, jadi ikut berpengaruh,” kata Siti.

Meski harga naik, pelanggan masih tetap datang. Sebagian hanya bertanya soal kenaikan harga, lalu tetap membeli makanan seperti biasa.

“Paling tanya, kok naik. Ya saya jelaskan karena harga bahan dan bungkus juga naik,” ujarnya.

Namun di balik itu, ia mengaku biaya belanja harian semakin berat. Uang Rp500 ribu yang dulu cukup untuk belanja banyak kebutuhan kini terasa jauh lebih sedikit.

“Belanja sekarang mahal semua. Bawa Rp500 ribu rasanya enggak cukup seperti dulu,” katanya.

Menurut Siti, kondisi ini membuat pedagang warteg berada di posisi serba sulit. Harga bahan pangan naik, modal membengkak, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Meski begitu, para pedagang tetap berusaha bertahan. Mereka memilih menaikkan harga secara bertahap ketimbang mengurangi porsi makanan yang diterima pelanggan.

Kenaikan harga bahan pangan ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah bahkan nyaris menyentuh Rp18 ribu per dolar AS setelah berada di level Rp17.926 per dolar AS.

Meski pedagang kecil tak berurusan langsung dengan dolar, dampaknya tetap terasa. Harga berbagai kebutuhan pangan di tingkat pasar ikut merangkak naik dan akhirnya menekan biaya operasional warung makan.

Hari ini, rupiah jadi mata uang terlemah di Asia

Nilai tukar rupiah makin nggak baik-baik aja. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026) pagi, rupiah kembali ambruk hingga nyaris menyentuh Rp18 ribu per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.13 WIB, rupiah melemah 0,49 persen ke posisi Rp17.926 per dolar AS.

Angka ini bikin rupiah jadi mata uang dengan pelemahan paling dalam di kawasan Asia pagi ini. (bae)

You Might Also Like

Saat 2.570 Lampion Naik ke Langit Borobudur

Dari Dadan ke Nanik S Deyang, Ini Struktur Baru Kepemimpinan BGN

Garasi Gibran Isinya Bikin Penasaran, Hartanya Ikut Naik Lagi

Italia: dari ‘Raja Dunia’ jadi Tim Semenjana, 3 Kali Beruntun Gagal Lolos ke Piala Dunia

Lebaran Makin Dekat, Jam Layanan Bank Berubah Simak Jadwalnya!

TAGGED:dolarheadlineihsgrakyat gak pakai dolarrupiahSemarangwarteg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article DISKUSI - Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025). Dadan Dikabarkan Ditangkap saat Kantor BGN Digeledah Kejagung, 2 Tokoh Lain Turut Diperiksa
Next Article KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu) 5 Kru Sound Horeg Sisingaan di Bekasi Kesetrum Kabel Listrik, 3 Korban Tewas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

Odong-odong di Cilacap Minggir, Wisata Jadi Jalur Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
Info

Kabar Duka dari Sumatera saat Natal Tiba, Korban Jiwa Tembus 1.129 Orang

Desember 25, 2025
Viral

Ketika Warga Lebih Percaya Damkar daripada Polisi, Ada Apa? 

November 25, 2025
Ekonomi

Nataru Bikin Bandara Ahmad Yani Full Senyum

Januari 6, 2026
Politik

Pengamat Bilang PDIP Pede Kawal Suara Rakyat, Makanya Nolak Pilkada Lewat DPRD

Januari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rakyat Gak Pakai Dolar, tapi Harga Menu Makanan di Warteg Semarang Melonjak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?