BACAAJA, JAKARTA – Banyak orang ingin umur panjang, tapi jarang yang benar-benar membuktikannya. Maria Branyas Morera jadi pengecualian. Perempuan ini menutup usia di angka 117 tahun dan sempat menyandang predikat orang tertua di dunia.
Menariknya, rahasia kebugaran Maria bukan berasal dari perawatan medis mahal atau teknologi canggih. Justru hal sederhana yang selama ini sering diremehkan, ditambah faktor genetik, jadi kunci utamanya.
Sebelum wafat, Maria bahkan meminta tubuhnya diteliti. Permintaan itu membuka jalan bagi riset panjang yang dipimpin Dr. Manel Esteller dari Universitas Barcelona. Selama tiga tahun, tim peneliti membedah apa yang membuat Maria tetap sehat di usia super lanjut.
Penelitian itu menemukan satu benang merah penting. Umur panjang ekstrem Maria bukan hasil satu faktor saja, melainkan kombinasi gen bawaan dan gaya hidup sehari-hari yang konsisten.
Menurut Esteller, faktor keturunan memang punya peran besar. Maria memiliki varian gen langka yang bekerja seperti tameng alami, melindunginya dari penyakit degeneratif seperti kanker, gangguan jantung, hingga demensia.
Namun gen kuat saja ternyata belum cukup. Kebiasaan hidup Maria justru jadi pelengkap yang bikin tubuhnya tetap “on” meski usia terus bertambah.
Soal makan, Maria dikenal setia pada pola diet Mediterania. Ikan, minyak zaitun, dan makanan segar jadi menu andalan. Tapi ada satu item yang selalu hadir setiap hari.
Yogurt tawar tanpa gula. Bukan satu atau dua sendok, tapi sampai tiga porsi sehari. Kebiasaan ini sudah ia jalani bertahun-tahun tanpa bosan.
Para peneliti menemukan konsumsi yogurt rutin ini membuat bakteri baik di usus Maria sangat dominan. Bifidobacterium bekerja menjaga peradangan tetap rendah, sesuatu yang krusial untuk memperlambat penuaan.
Esteller menyebut bakteri ini punya manfaat besar bagi tubuh manusia. Bahkan dalam catatan pribadinya, Maria menyebut yogurt sebagai makanan yang “memberi kehidupan”.
Kisah Maria jadi bukti bahwa usia tua tak selalu identik dengan sakit-sakitan. Meski gen unggul tak bisa dipilih, gaya hidup tetap ada di tangan masing-masing.
Pilihan kecil seperti apa yang dimakan setiap hari, menjauhi rokok dan alkohol, ternyata bisa berdampak panjang. Maria sudah membuktikannya, sampai usia 117 tahun. (*)


