BACAAJA, SEMARANG- Di kota yang langganan rob, urusan air yang ngalir seharusnya nggak diajak kompromi. Itulah yang jadi alasan Pemkot Semarang menertibkan lapak PKL yang berdiri tepat di atas saluran drainase di kawasan Pasar Ikan Rejomulyo atau Pasar Kobong, Semarang Timur.
Sebanyak 15 lapak PKL ditertibkan pada Senin (12/1) oleh Satpol PP Kota Semarang. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi drainase sekaligus mendukung penataan kawasan pasar dan pengendalian banjir rob.
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir menyebut, lapak-lapak tersebut menutup aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan, apalagi Semarang Timur dikenal sebagai kawasan rawan rob.
“Drainase harus berfungsi optimal. Kalau tertutup bangunan atau aktivitas jual beli, aliran air terganggu dan dampaknya ke lingkungan sekitar,” ujar Kusnandir.
Baca juga: Geger Rencana Pindahan PKL ke Alun-alun yang Menggoda
Ia menegaskan, penertiban ini juga jadi sinyal bahwa Pemkot Semarang serius menegakkan aturan tata ruang. Selama ini, masih ada anggapan lapak di atas saluran air dibiarkan. Padahal, praktik semacam itu jelas melanggar ketertiban umum.
Penataan Pasar Kobong sendiri berkaitan dengan rencana operasional Pasar Grosir Ikan Rejomulyo yang tengah direvitalisasi. Infrastruktur pendukung seperti drainase harus dipastikan berfungsi maksimal supaya aktivitas pasar berjalan lebih tertib, bersih, dan nyaman.
Pendekatan Persuasif
Meski begitu, Satpol PP mengklaim penertiban dilakukan dengan pendekatan persuasif. Para pedagang sudah lebih dulu disosialisasi dan diarahkan untuk pindah ke lokasi yang lebih layak, seperti Pasar Ikan Higienis Rejomulyo dan area resmi Pasar Kobong.
“Kami tidak hanya menertibkan, tapi juga memberi solusi. Pedagang tetap bisa berjualan di tempat yang sesuai peruntukannya,” kata Kusnandir.
Baca juga: Duit Retribusi Seret, Lapak PKL Simpang Lima Bakal Ditata Ulang
Pemkot Semarang berharap langkah ini bisa jadi contoh bagi kawasan lain, terutama lokasi-lokasi yang berdiri di atas atau di sekitar saluran drainase. Tujuannya sederhana: roda ekonomi tetap jalan, tapi kota juga nggak kebanjiran.
Di kota yang sering kebanjiran, drainase itu bukan meja dagang tambahan. Jualan boleh cari lokasi strategis, tapi aliran air juga butuh ruang, biar yang tergenang cuma ikan di pasar, bukan jalannya kota. (tebe)


