Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Puasa Jalan, Tarawih Bolong? Rugi Dong Ramadhanmu!!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Puasa Jalan, Tarawih Bolong? Rugi Dong Ramadhanmu!!

Dalam salah satu kajian, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Ramadhan dibuka dengan ibadah malam. Jadi bukan cuma sahur yang disiapkan, tapi juga tarawihnya.

Nugroho P.
Last updated: Februari 24, 2026 5:58 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ILUSTRASI TARAWIH
SHARE

BACAAJA, SEMARANG –  Banyak orang ngerasa sudah “aman” kalau siangnya kuat nahan lapar dan haus. Bangun sahur, tahan diri sampai maghrib, beres. Padahal, Ramadhan itu bukan cuma urusan siang hari doang.

Ada satu amalan yang sering disepelekan, padahal jadi paket lengkapnya puasa: sholat malam, terutama tarawih. Tanpa ini, ibadah Ramadhan terasa ada yang kurang.

Ramadhan itu satu kesatuan, dari malam sampai siang. Jadi begitu masuk 1 Ramadhan, hitungannya sudah dimulai sejak malam sebelumnya, bukan sejak azan subuh.

Dalam salah satu kajian, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Ramadhan dibuka dengan ibadah malam. Jadi bukan cuma sahur yang disiapkan, tapi juga tarawihnya.

“Begitu diputuskan besok Ramadhan, maka malamnya sudah dimulai dengan sholat tarawih. Inilah paket Ramadhan yang sempurna,” jelasnya dalam kajian yang tayang di kanal YouTube Al Haqqa Media.

Artinya jelas, puasa tanpa sholat malam itu belum utuh. Seolah kita cuma ambil setengahnya.

Dalil tentang kesempurnaan puasa ini salah satunya ada dalam Surah Al-Baqarah ayat 187. Di akhir ayat disebutkan:

ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ

Latin: Tsumma atimmush shiyāma ilal lail
Artinya: “Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.”

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa itu rangkaiannya jelas, ada batas dan ada penyempurnaan. Malam hari bukan waktu kosong, tapi bagian dari desain ibadah Ramadhan itu sendiri.

Sholat tarawih memang hukumnya sunnah. Tapi sunnah yang satu ini punya nilai luar biasa. Bahkan dalam hadis riwayat Muhammad yang dicatat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan, siapa yang menghidupkan malam Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala, dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.

Itu bukan janji kecil. Ampunan dosa adalah hal yang dicari banyak orang sepanjang hidupnya.

Ustadz Adi Hidayat juga pernah menyampaikan bahwa sejak rakaat pertama tarawih yang dikerjakan dengan benar, sudah ada pengguguran dosa yang terjadi. Bayangin, baru dua rakaat, sudah dapat bonus ampunan.

Masalahnya, banyak yang anggap tarawih cuma pelengkap. Kalau capek, ya nggak apa-apa ditinggal. Kalau hujan, ya di rumah saja tanpa sholat malam.

Padahal, puasa tanpa tarawih itu seperti makan tanpa minum. Masuk, tapi nggak sempurna.

Ramadhan bukan cuma soal kuat fisik. Bukan cuma soal siapa paling tahan lapar. Tapi siapa yang paling serius memanfaatkan malamnya.

Malam Ramadhan itu penuh peluang. Selain tarawih, ada tadarus, zikir, doa, istighfar, bahkan sekadar duduk tenang merenung sambil memperbaiki niat.

Para sahabat dulu justru memaksimalkan malam. Siangnya mereka puasa, malamnya mereka hidupkan dengan ibadah panjang sampai mendekati sahur.

Kalau sekarang kita cuma kuat di siang hari tapi tumbang di malam hari, berarti ada yang perlu dibenahi.

Jangan sampai Ramadhan lewat dan yang kita dapat cuma lapar, haus, dan jadwal buka bersama. Sementara tarawih bolong-bolong tanpa rasa bersalah.

Kesempurnaan Ramadhan itu ada di keseimbangan. Siang dijaga, malam dihidupkan.

Jadi kalau mau Ramadhan terasa beda, mulai dari hal simpel: jangan bolong tarawih. Karena bisa jadi, justru di situlah kunci ampunan yang selama ini kita cari-cari. (*)

You Might Also Like

Pengamat Politik Undip: Parpol Pendukung Pilkada lewat DPRD Rampas Kedaulatan Rakyat

ASN Semarang All Out, Siap Bawa Pulang Medali di Pornas XVII 2025

Puan Main ke Kampoeng Djadhoel: Belanja, Nyicip Lunpia, sampai Dapet Syal Batik Merah

Demo Minta Penetapan Bencana Nasional di Aceh Pecah, Massa Dibubarkan Paksa Aparat

Kebakaran Hebat, Korban Terra Drone Berguguran

TAGGED:puasaramadhantarawihUAH
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Digaji Receh, Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Makin Perih
Next Article Pengamat: Luthfi Nggak Perlu Masuk Gorong-Gorong, Cukup Perkuat Komunikasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Helikopter Militer Iran Jatuh di Pasar, Empat Tewas

Sahur Keliling Pakai Sound Horeg, Joget Bikin Heboh…Asiiik…

Lagi Puasa Napas Bau, Ini Solusinya!

Pengamat: Luthfi Nggak Perlu Masuk Gorong-Gorong, Cukup Perkuat Komunikasi

Puasa Jalan, Tarawih Bolong? Rugi Dong Ramadhanmu!!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Lari Pagi, Rebut Mobil Listrik: PSMTI Jateng Gelar Fun Run 2026

Februari 7, 2026
IHSG yang awalnya sempat kinclong dan naik 61 poin, malah tutup minus 100,49 poin atau 1,28% ke level 7.766. Total ada 451 saham yang melemah, cuma 232 yang hijau, sisanya stagnan.
Ekonomi

Sri Mulyani Direshuffle, IHSG Langsung Goyang. Pasar Panik?

September 8, 2025
Info

Puluhan Ribu Arsip Kuno Jateng Alih ke Digital

Januari 22, 2026
Dwi Hartono, mahasiswa S2 UGM, residivis ijazah palsu, dan otak pembunuhan Kacab Pembantu BRI Cempaka Putih.
Hukum

Jejak Dwi Hartono di Semarang: Jebolan Fakultas Kedokteran, Residivis Ijazah Palsu, Kini Dinonaktifkan UGM

Agustus 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Puasa Jalan, Tarawih Bolong? Rugi Dong Ramadhanmu!!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?