BACAAJA, JAKARTA- Ketua DPR RI Puan Maharani bilang, kasus OTT Gubernur Riau Abdul Wahid seharusnya cukup buat bikin semua kepala daerah ngerem ambisi aneh-aneh soal duit rakyat.
“Seluruh eksekutif, kepala daerah, dan siapa pun harus bisa lebih mawas diri,” katanya di kompleks parlemen, Selasa (4/11). Ia juga minta publik sabar nunggu hasil kerja KPK. DPR, kata Puan, tetap hormat sama proses hukum yang berjalan.
“Kita hormati proses hukumnya, dan harapannya jangan sampai terulang lagi hal-hal seperti itu,” ujarnya. Puan nambahin, kejadian kayak gini seolah jadi bukti kalau integritas di jabatan publik masih rapuh.
Ia juga nyinggung pentingnya transparansi dan pengawasan yang nggak cuma di atas kertas. “Kita harus belajar dari peristiwa ini. Jangan sampai ada lagi pejabat yang nyalahgunakan kepercayaan rakyat,” ujarnya menambahkan.
Pilih Bungkam
Sementara itu, si Gubernur yang lagi apes datang ke Gedung Merah Putih KPK, Selasa, (4/11) pukul 09.35 WIB. Gayanya kalem: pakai kaus putih dan masker senada, tapi mukanya udah kelihatan kayak lagi mikir “ini mimpi buruk apa nyata.” Wartawan nyapa, tapi dia pilih bungkam total.
Buat publik Riau, kabar ini jelas bikin kecewa. Pasalnya, Abdul Wahid sempat dijagokan sebagai sosok yang bisa memperbaiki birokrasi di daerahnya. Tapi, OTT ini malah bikin citranya anjlok. Di media sosial, warganet pun langsung ramai, ada yang geram, ada juga yang nyinyir. “Baru juga Whoosh lewat, eh ini langsung ‘whoosh’ ke KPK,” tulis salah satu komentar warganet di X.
Nggak sendirian, KPK juga ikut amankan dua pejabat lain dari Dinas PUPR-PKPP Riau, yaitu Muhammad Arif Setiawan dan Ferry Yunanda. Ketiganya langsung diterbangkan ke Jakarta buat diperiksa lebih lanjut soal dugaan korupsi di Pemprov Riau. Lembaga antirasuah itu belum ngasih banyak bocoran soal detail kasus ini. Tapi, publik udah bisa nebak arah anginnya: proyek, anggaran, dan tanda tangan yang mungkin “salah jalur.”
Katanya pejabat kudu sering ngaca biar mawas diri. Tapi ya gimana, kalau tiap liat cermin malah inget amplop? (tebe)


