BACAAJA, JAKARTA – Pemerintah resmi ngerilis UU APBN 2026. Isinya? Salah satu poin yang langsung bikin kening berkerut: utang negara bakal nambah lagi.
Di APBN 2026, pemerintah berencana narik utang baru sebesar Rp832,2 triliun. Angka ini lebih gede dibanding target utang 2025 yang “cuma” Rp775,9 triliun.
Utang ini dipakai buat nutup defisit APBN 2026 yang dipatok Rp689,1 triliun. Defisitnya ikut naik dibanding 2025 yang ada di angka Rp616 triliun.
Bacaaja: Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ekonom: Banyak Pemodal Kabur
Bacaaja: Menkeu Purbaya Ogah Ikut Campur Utang Whoosh: Biarin Aja!
Singkatnya: pengeluaran gede, pemasukan belum kuat, akhirnya utang jadi andalan.
Belanja masih gas pol, defisit ikut melebar
Meski penerimaan negara lagi nggak terlalu perkasa, belanja negara tetap agresif. Pemerintah masih ngeluarin duit besar buat program prioritas, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG) yang anggarannya tembus Rp 335 triliun.
Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, bilang program jumbo kayak MBG dan swasembada pangan bakal susah jalan mulus kalau penerimaan negara melemah, tapi belanja terus digeber.
“APBN 2026 sudah defisit, artinya memang butuh pembiayaan. Kalau nggak diatur ketat, ya ujung-ujungnya utang lagi,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurut Syafruddin, cara paling masuk akal buat ngerem utang tambahan adalah ngatur tempo program. Misalnya, MBG dijalankan sesuai kesiapan rantai pasok, kebocoran pengadaan ditekan, dan belanja pangan diarahkan ke investasi produktif, bukan sekadar reaktif.
Buat gambaran, utang APBN 2025 juga nyaris habis targetnya. Kementerian Keuangan mencatat, sampai akhir 2025, realisasi pembiayaan utang sudah Rp736,3 triliun atau 94,9 persen dari target Rp775,9 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjelaskan, total pembiayaan anggaran 2025 mencapai Rp744 triliun. Mayoritasnya jelas dari utang.
“Pembiayaan utang Rp736,3 triliun, sisanya pembiayaan non-utang,” kata Thomas.
Total utang tembus Rp10.000 triliun
Kalau ditarik ke belakang, posisi utang pemerintah akhir 2024 ada di angka Rp8.813 triliun. Ditambah utang 2025, totalnya naik jadi sekitar Rp9.549 triliun.
Angka itu setara 41 persen dari PDB Indonesia.
Nah, kalau rencana utang baru 2026 benar-benar direalisasikan, total utang Indonesia berpotensi tembus Rp10.000 triliun.
Angka besar ini jadi PR serius: gimana caranya belanja tetap jalan, program prioritas tetap hidup, tapi utang nggak makin liar. (*)


