BACAAJA, BANGKALAN – Warga Bangkalan, Jawa Timur, mulai kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kehabisan stok, sehingga warga harus berburu ke tempat lain, bahkan membeli bensin eceran dengan harga lebih mahal.
Situasi ini bikin warga resah karena bukan cuma Pertalite yang sulit ditemukan, tetapi juga Solar dan di beberapa lokasi Pertamax. Pantauan Kompas.com pada Senin (19/10/2026) mendapati empat SPBU yang kehabisan stok Pertalite dan Solar, yakni di Jalan Soekarno-Hatta, Junok, Tangkel, dan Keleyan.
Di tengah stok yang menipis, bensin eceran pun mulai sulit dicari. Warga yang berhasil mendapatkannya harus merogoh kocek lebih dalam dibandingkan harga biasanya.
Bensin Eceran Ikut Naik Harga
Salah seorang warga Bangkalan, Imamuddin, mengaku sudah berkeliling ke sejumlah SPBU untuk mencari BBM. Namun, usahanya belum membuahkan hasil sehingga ia terpaksa mencari bensin eceran.
Menurut Imamuddin, stok bensin eceran juga mulai langka. Harganya bahkan naik dari biasanya Rp12.000 menjadi Rp14.000 per liter.
“Bukan hanya di SPBU, di eceran juga sudah langka. Tadi saya dapat dan harganya naik. Biasanya kalau eceran dijual Rp12.000, sekarang dijual Rp14.000,” ungkapnya, Senin (19/10/2026).
Ia berharap pemerintah dan Pertamina segera turun tangan untuk mengatasi persoalan pasokan BBM. Menurutnya, kondisi tersebut mulai membuat masyarakat khawatir, terutama jika distribusi tak segera kembali normal.
“Kami takut kalau kondisi terus begini, bisa jadi seperti di Bali,” jelasnya.
SPBU Masih Menunggu Kiriman
Seorang petugas SPBU di Jalan Soekarno-Hatta yang enggan disebutkan namanya mengatakan, stok BBM di tempatnya masih menunggu pengiriman dari pemasok.
“Kami masih menunggu pengiriman. Kalau kemarin ada, bahkan banyak yang antre,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuat warga harus menunggu hingga pasokan kembali tersedia. Belum ada kepastian waktu pengiriman BBM berikutnya ke SPBU tersebut.
Pertamina Bakal Cek Kondisi Lapangan
Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan akan meminta tim di lapangan memeriksa kondisi kelangkaan BBM di Bangkalan.
“Nanti kami info ya, biasanya sedang dalam perjalanan pengiriman via mobil tangki,” ujarnya singkat.
Pengecekan tersebut diharapkan bisa memastikan kondisi pasokan di sejumlah SPBU yang dilaporkan kehabisan stok. Warga kini menanti distribusi BBM kembali lancar agar tidak perlu berkeliling mencari bensin atau membeli eceran dengan harga lebih tinggi.(*)

