BACAAJA, JAKARTA- Wacana kepala daerah dipilih lewat DPRD memang lagi ramai. Tapi PDIP kayaknya belum mau ikut arus. Partai banteng moncong putih ini menegaskan tetap ingin kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat, bukan lewat “wakil rakyat” di gedung parlemen daerah.
“Untuk sikap sekarang, PDI Perjuangan tetap ingin pemilihan langsung,” ujar Juru Bicara DPP PDIP, Guntur Romli, saat dihubungi, Sabtu, (13/12). Menurut Guntur, pemilihan langsung penting supaya publik benar-benar terlibat menentukan pemimpinnya.
Baca juga: Mendagri: Pilkada Lewat DPRD Sesuai Konstitusi, Asalkan Tetap Demokratis
Ia menilai jika kepala daerah dipilih DPRD, publik justru bakal menolak karena merasa cuma jadi penonton. “Kalau lewat DPRD itu kesannya balik ke Orde Baru. Partisipasi masyarakat minim, legitimasi pemimpin juga dipertanyakan, karena rakyat tidak merasa ikut memilih,” katanya.
Meski begitu, Guntur mengakui PDIP tetap mengkaji opsi pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Secara konstitusi, mekanisme itu memang tidak bertentangan dengan UUD 1945, seperti yang disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Kesepakatan Bersama
Apalagi, sila ke-4 Pancasila membuka ruang musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan politik. “Secara konsep, apa yang disampaikan Pak Tito ada benarnya. Tidak semua pemilihan harus langsung. Tapi ujungnya kan tetap soal kesepakatan bersama dan kemauan rakyat,” ujar Guntur.
Ia juga menilai pemerintahan saat ini di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru membutuhkan partisipasi publik yang kuat demi memperkuat demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Baca juga: Golkar Dukung Pilkada Lewat DPRD, Sepakat Usulan Cak Imin
“Kalau bicara demokrasi, itu kan kedaulatan rakyat. Pemilihan langsung itu cara paling nyata supaya rakyat ikut menentukan siapa pemimpinnya,” ucapnya.
Guntur pun mengingatkan agar wacana ini tidak berujung pada penutupan ruang demokrasi lewat revisi undang-undang di masa depan. Menurutnya, jangan sampai aturan baru justru menghilangkan hak rakyat untuk memilih secara langsung. (tebe)


