Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nusron Wahid Disorot, KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Muktamar NU di Jombang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Nusron Wahid Disorot, KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Muktamar NU di Jombang

R. Izra
Last updated: September 17, 2026 8:42 am
By R. Izra
5 Min Read
Share
Ilustrasi ruangan yang disegel KPK.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Naman Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid (NW) lagi disorot. Hal ini setelah muncul dugaan yang ratusan miliar yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bogor adalah milik Nusron.

Tak berhenti di Nusron, sorotan juga mengarah kepada pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, yang berlalu belum lama ini. KPK menelusuri dugaan aliran uang haram dalam gawe besar warga Nahdliyin tersebut.

Walhasil, KPK kini tidak hanya memburu asal-usul uang lebih dari Rp106 miliar yang disita, tapi segala hal yang berkaitan dengan itu. Uang tersebut ditemukan dalam puluhan koper, kardus, dan wadah lainnya saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (14/9/2026).

Bacaaja: 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?
Bacaaja: OTT KPK di Bogor: Presdir Summarecon dan Anak Buah Nusron Ditangkap, Puluhan Koper Uang Disita

Dalam OTT itu, uang ditemukan di kediaman mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto alias Gus Arif di kawasan Cibubur. Gus A disebut sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid yang disebut oleh mantan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf sebagai ‘pendekar muktamar’.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan informasi mengenai dugaan penggunaan uang untuk kegiatan Muktamar NU menjadi salah satu materi yang akan didalami penyidik.

“Artinya ini juga menjadi substansi atau materi penyidikan yang akan nanti didalami oleh tim penyidik,” kata Taufik, Rabu (16/9/2026).

Namun, KPK belum mau memastikan apakah uang yang ditemukan tersebut benar digunakan untuk membiayai kegiatan Muktamar ke-35 NU.

Taufik meminta publik menunggu perkembangan penyidikan. Menurutnya, kasus ini masih berada pada tahap awal sehingga terlalu banyak membuka detail bisa mengganggu proses penyidikan.

Pendekar Muktamar Nusron ikut disorot

Dalam perkara ini, nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ikut menjadi sorotan. KPK menyebut empat dari delapan tersangka merupakan orang yang diduga sebagai kepercayaan Nusron. Mereka yakni Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

Keempatnya disebut memiliki peran dalam mengumpulkan hingga menampung uang yang diduga berasal dari berbagai urusan layanan pertanahan.

KPK juga masih mendalami dugaan keterkaitan Nusron dengan uang yang ditemukan dalam jumlah besar tersebut. Namun, sampai saat ini Nusron belum ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Dalam OTT tersebut, KPK awalnya menyebut uang yang diamankan mencapai ratusan miliar rupiah. Uang itu disimpan dalam sekitar 20 koper, kardus, boks, serta sejumlah wadah lainnya.

Setelah dilakukan penghitungan, nilai uang yang disita mencapai sekitar Rp106,3 miliar dalam bentuk rupiah dan valuta asing.

KPK menduga uang tersebut berkaitan dengan pengurusan layanan pertanahan, termasuk proses HGB di Kabupaten Bogor yang menyeret pihak swasta PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan pejabat ATR/BPN.

Salah satu perkara yang tengah didalami berkaitan dengan pengurusan HGB lahan PT Summarecon Agung Tbk.

Dalami dugaan aliran dana

KPK kini fokus mengurai dari mana uang tersebut berasal, untuk apa digunakan, dan siapa saja yang menerima maupun menyerahkannya.

Termasuk dugaan adanya aliran dana untuk kegiatan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.

“Apakah uang-uang itu dipakai atau seperti apa, apakah sudah dikumpulkan sudah lama, itu menjadi materi penyidikan yang akan didalami oleh tim penyidik nanti,” ujar Taufik.

Artinya, dugaan aliran dana ke kegiatan muktamar belum bisa dianggap sebagai fakta yang sudah terbukti. KPK masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan hubungan uang tersebut dengan berbagai kegiatan maupun pihak yang terlibat.

KPK belum periksa Nusron

Meski empat dari delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka disebut sebagai orang kepercayaan Nusron, hingga kini Menteri ATR/BPN belum diperiksa. Nusron juga belum diminta keterangan alias diperiksa.

KPK mengatakan pemanggilan terhadap Nusron akan dilakukan sesuai kebutuhan penyidikan.

Penyidik masih memiliki pekerjaan besar untuk membongkar aliran uang Rp106,3 miliar tersebut. Bukan cuma soal siapa yang menyerahkan dan menerima, tetapi juga siapa yang sebenarnya berada di balik jaringan dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan ATR/BPN.

Apakah NU sebagai rumah besar para ulama serta warga Nahdliyin turut kecipratan melalui gelaran Muktamar ke-35 di Jombang?

Kasus ini pun masih terus berkembang. KPK memastikan penelusuran akan dilakukan terhadap asal-usul, peruntukan, dan aliran dana, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain. (*)

You Might Also Like

Agustina Ogah Balikin Jabatan, Eks Bos PDAM Dipaksa Duel Lagi

Pulang ke Rumah, Rio! PSIS Panggil Lagi Bek Andalan Lama

Kamu Salah! Gak Semua Negara Rayain Tahun Baru pada 1 Januari

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

Cek Kesehatan Gratis Dukung Generasi Emas 2045

TAGGED:aliran danaheadlinejombangKPKmuktamar nunusron wahid
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Doa Move On dari Mantan, Biar Hati Kembali Tenang
Next Article Jateng Raih Juara Layanan Investasi, Modal Jangan Dibikin Ribet

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Taj Yasin Pastikan Penutupan MTQ Tak Kalah Meriah

Doa Istri untuk Rumah Tangga Penuh Cinta

Jateng Raih Juara Layanan Investasi, Modal Jangan Dibikin Ribet

Nusron Wahid Disorot, KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Muktamar NU di Jombang

Doa Move On dari Mantan, Biar Hati Kembali Tenang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi warga korban bencana tidur berdesakan di tenda pengungsian.
Info

Bayi di Aceh Makan Mi Instan, Wartawan Menangis Saksikan Anak-anak Kelaparan

Desember 18, 2025
LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)
Info

Setelah Kemhan Nyatakan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer KDMP, Korban Meninggal Bertambah

Juni 27, 2026
Penumpang kereta api turun dari gerbong kereta di Stasiun Tawang Semarang.
Info

KAI Klaim Kereta Lebaran 2026 Makin Tepat Waktu, Bikin Perjalanan Pemudik Lebih Pasti

Maret 27, 2026
Unik

Menjelang Kongres PWI, Suasana Dibikin Guyub: Integritas Jadi Janji Bareng

Agustus 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nusron Wahid Disorot, KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Muktamar NU di Jombang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?