Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nasib 8 WNI di Rusia Masih Jadi Misteri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Nasib 8 WNI di Rusia Masih Jadi Misteri

Nugroho P.
Last updated: September 7, 2026 11:58 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi Tentara Rusia.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Cerita soal delapan WNI yang disebut masuk barisan militer Rusia masih belum menemui titik terang. Pemerintah Indonesia sampai sekarang belum mau buru-buru menyimpulkan apakah mereka benar direkrut untuk berperang atau justru terjebak dalam tawaran pekerjaan yang berbeda.

Contents
Pemerintah Tak Mau Asal SimpulkanUkraina Sebut Ada Delapan WNIRusia Bantah Rekrut WNIDPR Minta Jangan Keburu MenghakimiKalau Terbukti, Ada Konsekuensi Hukum

Isu ini mencuat setelah Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) menyebut delapan warga Indonesia masuk daftar warga asing yang direkrut Rusia untuk menghadapi perang di Ukraina. Di sisi lain, Kedutaan Besar Rusia di Jakarta membantah tudingan tersebut dan menyebut dokumen yang beredar bukan bukti seseorang bergabung dengan militer.

Alhasil, posisi delapan WNI itu masih jadi tanda tanya. Pemerintah kini fokus mengecek identitas, keberadaan, proses keberangkatan, sampai bagaimana awal mula mereka bisa berada di Rusia.

Pemerintah Tak Mau Asal Simpulkan

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan, informasi dari Ukraina perlu dicek lebih dulu sebelum pemerintah mengambil sikap.

Menurut Yusril, ada beberapa hal penting yang harus dipastikan. Mulai dari siapa delapan orang tersebut, status kewarganegaraan mereka, bagaimana proses perekrutannya, apa yang ditawarkan, hingga apakah benar mereka masuk dinas militer Rusia.

Pemerintah juga perlu melihat apakah ada WNI yang justru menjadi korban penipuan atau eksploitasi. Sebab, kondisi seseorang yang sengaja masuk dinas militer asing tentu berbeda dengan orang yang awalnya mendapat tawaran kerja lain lalu ternyata diarahkan atau dipaksa masuk lingkungan militer.

Menteri Luar Negeri Sugiono juga menyatakan Kemlu bersama instansi terkait masih mendalami informasi tersebut. Ia menegaskan perlindungan terhadap WNI tetap menjadi tugas pemerintah sepanjang tidak ditemukan unsur yang membuat mereka kehilangan kewarganegaraan.

Ukraina Sebut Ada Delapan WNI

Dalam laporan yang dirilis pada 27 Agustus, SZRU menyebut Rusia tengah gencar merekrut warga asing untuk ikut berperang melawan Ukraina.

Badan intelijen Ukraina itu mengklaim memiliki dokumen yang berkaitan dengan perekrutan tersebut. Delapan WNI yang disebut dalam laporan yakni Yuda Putra Pratama, Muhammad Syaripudin, Erwanda, M Hadi Maulana, Wahyu Oktavian Iskandar, Haryanto Dwi Kencana, Helmi Nuraha Hakim, dan Ngangun Hudri Fadli.

SZRU menyebut sejumlah tawaran diberikan dalam proses perekrutan. Di antaranya gaji tinggi, percepatan kewarganegaraan Rusia, tunjangan sosial, hingga pekerjaan yang diklaim berada di luar medan tempur.

Namun, klaim tersebut belum otomatis menjadi kesimpulan pemerintah Indonesia mengenai status kedelapan WNI itu.

Rusia Bantah Rekrut WNI

Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia justru membantah dokumen yang dipublikasikan Ukraina. Rusia menyebut salinan e-visa dan kartu migrasi yang ditampilkan hanya menunjukkan perjalanan wisata.

Menurut Kedubes Rusia, dokumen tersebut tidak bisa dijadikan bukti bahwa seseorang bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia. Informasi soal delapan WNI itu bahkan disebut sebagai bagian dari kampanye disinformasi.

Bantahan tersebut belum serta-merta menjawab keberadaan dan status kedelapan WNI yang disebut Ukraina. Karena itu, pemerintah Indonesia masih harus melakukan pengecekan dari berbagai sisi.

DPR Minta Jangan Keburu Menghakimi

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta juga meminta pemerintah dan publik tidak terlalu cepat memberi label kepada delapan WNI tersebut.

Ia menilai pemerintah perlu memastikan lebih dulu siapa mereka, di mana keberadaannya, bagaimana mereka sampai ke Rusia, dan apakah sejak awal memang mendaftar sebagai tentara.

Kemungkinan lain juga perlu dibuka. Bisa saja mereka baru direkrut setelah berada di luar negeri, atau sebelumnya mendapat tawaran pekerjaan sipil tetapi kemudian diarahkan ke lingkungan militer.

Sukamta menilai kondisi setiap orang tidak bisa disamaratakan. Jika ada yang menjadi korban penipuan, eksploitasi, atau perdagangan orang, negara justru harus memberikan perlindungan.

Sebaliknya, jika ada WNI yang sejak awal sadar dan sengaja masuk dinas militer asing, persoalan hukumnya tentu berbeda. Karena itu, fakta setiap individu harus diperiksa satu per satu.

Kalau Terbukti, Ada Konsekuensi Hukum

Yusril menjelaskan, persoalan kehilangan kewarganegaraan baru bisa dibahas setelah fakta mengenai keterlibatan mereka benar-benar terbukti.

Pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan mengatur salah satu kondisi kehilangan kewarganegaraan, termasuk ketika WNI masuk dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.

Meski begitu, status kewarganegaraan tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan pemberitaan atau klaim sepihak. Pemerintah harus melalui penelitian dan mekanisme administratif sesuai aturan yang berlaku.

Sukamta juga meminta pemerintah menelusuri jalur perekrutan apabila nantinya terbukti ada keterlibatan militer Rusia. Pihak yang menawarkan pekerjaan, perantara, pengurusan perjalanan, hingga kemungkinan adanya jaringan di Indonesia perlu ikut ditelusuri.

Menurutnya, jika ditemukan jaringan perekrutan dari Indonesia, persoalannya bakal jauh lebih serius. Karena itu, pemerintah diminta mengungkap duduk perkara terlebih dahulu, baru kemudian menentukan langkah dan konsekuensi hukumnya. (*)

You Might Also Like

Gunung Slamet Mulai “Gerak-gerak”, Jateng Nggak Mau Kecolongan

KLB Keracunan MBG: Enam Langkah Pemerintah

Banyak Isu Sensitif, Forkopimda Purbalingga Kumpul di Polres Bahas Ini

Purbalingga Gaspol Cetak Atlet Sepeda Baru

Memanas, Tiga Nama Mulai Berebut Kursi Sekda Cilacap

TAGGED:headlinemiliter rusiarusiawni
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Keluarga Mozza Minta Luthfi Kawal Kasus Sampai Tuntas
Next Article Disebut “Minimarket Bencana”, Luthfi Minta Respons Jangan Lemot

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi babi hutan alias celeng.

Cerita Celeng Masuk Mimbar Masjid di Blora: Ditembak Mati, Dagingnya Dibuat Pesta Warga

Diduga Tipu Rp 380 Juta Bermodus PMB, Kuasa Hukum Desak Penyidikan

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

CUCU PENDIRI NU - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf adalah cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ayah Gus Ifran, KH Yusuf Hasyim, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy'ari dan Ny Nafiqah.

Menhaj Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Akademisi: Ngono Ya Ngono, Neng Ojo Ngono, Gus . . .

PENGURAI MASSA: Tim pengurai massa dari kepolisian siaga di Simpang Lima Semarang untuk membubarkan paksa massa aksi, Kamis (22/10/2026) malam. (bae)

LBH: Tim Hukum dan Paramedis Jadi Korban Kekerasan Polisi saat Demo Semalam

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah sebenarnya punya niat baik: anak sekolah kenyang, cerdas, dan sehat. Tapi realitanya, justru banyak siswa keracunan massal di berbagai daerah. Programnya keren di pidato, tapi di lapangan? Bisa bikin perut mules berjamaah.
Info

Ratusan Siswa di Banyumas Diduga Keracunan Menu MBG, Distribusi Dihentikan Sementara

September 26, 2025
Wali Kota Solo Respati Ardi saat mendampingi Wamenaker RI Afriansyah Noor di SPPG Sondakan 1, Minggu (8/2/2026).
Info

Respati Komitmen Jaga MBG di Solo Zero Accident: Dicek dari Saus sampai Armada

Februari 8, 2026
MATA UANG - Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS.
Ekonomi

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ekonom: Banyak Pemodal Kabur

Januari 14, 2026
SIDAK WNA: Petugas Imigrasi (baju hitam) menyidak WNA yang sedang bekerja di proyek konstruksi di wilayah Demal. (ist)
Info

Imigrasi Sisir Proyek dan Pabrik di Demak, Soroti Aktivitas WNA

Oktober 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nasib 8 WNI di Rusia Masih Jadi Misteri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?