BACAAJA, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi minta masyarakat dan pemudik buat nggak buru-buru selama perjalanan mudik maupun balik. Menurutnya, momen Lebaran itu bukan lomba cepat-cepatan sampai tujuan, tapi soal selamat sampai rumah.
“Masyarakat tidak usah buru-buru, ora usah kesusu,” ujarnya usai pantauan malam takbiran di Pos Terpadu Simpanglima, Semarang. Pesan ini bukan tanpa alasan. Saat Lebaran, pergerakan orang naik drastis, mulai dari silaturahmi, halalbihalal, sampai berburu destinasi wisata. Jadi, faktor keselamatan jadi nomor satu.
Dari sisi keamanan, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memastikan kondisi sejauh ini masih aman dan terkendali. Ia berharap situasi kondusif ini bisa terus bertahan sampai arus balik selesai.
Baca juga: Pemprov Pasang Wifi Gratis di 382 Titik Buat Pemudik
Pengamanan nggak cuma fokus di titik ibadah atau jalur mudik, tapi juga menyasar seluruh destinasi wisata. Mulai dari wisata air sampai tempat hits lainnya, semua sudah masuk radar pengawasan TNI-Polri dan stakeholder terkait.
Arahan juga datang dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang mengingatkan petugas untuk ekstra waspada di titik rawan macet, terutama di wilayah aglomerasi yang padat pemudik. “Kegiatan halalbihalal juga bisa picu macet, termasuk tempat wisata yang jadi magnet baru,” katanya.
Tetap Nyaman
Sementara itu, Kepala Disbudpar Jateng, Hanung Triyono menyebut, berbagai persiapan sudah dimatangkan. Mulai dari fasilitas, keamanan, sampai pelayanan wisatawan sudah disiapkan biar liburan tetap nyaman.
Beberapa spot diprediksi bakal full house. Di Solo Raya, ada Tawangmangu, Masjid Sheikh Zayed, sampai Waduk Gajah Mungkur. Belum lagi Dieng Plateau yang selalu ramai dengan atraksi balon udara khas Lebaran. Wisata religi seperti Demak dan Kudus juga diprediksi diserbu peziarah.
Untuk pecinta pantai, kawasan selatan seperti Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri jadi perhatian khusus karena potensi cuaca ekstrem. Selain itu, desa wisata juga lagi naik daun jadi pilihan liburan keluarga. Tapi tetap, pengelola diminta jaga kebersihan, keamanan, dan fasilitas biar pengalaman wisata tetap asik.
Baca juga: Enam Juta Orang Siap “Nyemut” di Tempat Wisata Jateng
Hanung juga ngingetin wisatawan buat ikut jaga tempat wisata. “Ini milik bersama, jangan cuma dinikmati tapi juga dirawat,” pesannya. Apalagi cuaca lagi agak tricky, potensi hujan dan angin kencang jadi faktor yang wajib diwaspadai, khususnya di area pantai.
Jadi intinya, semua sudah disiapkan biar liburan aman dan nyaman. Tinggal satu yang kadang susah dikontrol: kebiasaan manusia yang pengen cepat sampai tapi lupa kalau keselamatan itu bukan fitur tambahan, itu kewajiban. Liburan sih boleh santuy, tapi kalau masih maksa ngebut, ya siap-siap aja liburannya berubah jadi cerita yang nggak pengen diulang. (tebe)


