Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Menguat Desakan Mundur yang Menerpa Menteri Kehutanan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Menguat Desakan Mundur yang Menerpa Menteri Kehutanan

Usman bahkan sampai menyarankan langkah mundur jika memang tugas menjaga lingkungan tak bisa dijalankan dengan baik. Menurutnya, urusan hutan bukan soal ego jabatan, melainkan masa depan ekosistem yang sudah lama tertekan.

Nugroho P.
Last updated: Desember 5, 2025 7:24 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Angin politik kembali terasa hangat setelah muncul desakan agar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mundur dari jabatannya. Cerita ini bermula dari sorotan tajam anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, yang menilai kinerja sang menteri jauh dari kata maksimal, terutama soal urusan izin-izin kehutanan yang dianggap tidak sinkron dengan masukan pemerintah daerah.

Di Senayan, suasananya sempat mengeras. Usman tanpa tedeng aling-aling mempertanyakan kemampuan Raja Juli mengelola sektor kehutanan yang penuh tantangan. Baginya, tidak ada ruang untuk ketidaktegasan dalam menjaga hutan Indonesia.

Usman bahkan sampai menyarankan langkah mundur jika memang tugas menjaga lingkungan tak bisa dijalankan dengan baik. Menurutnya, urusan hutan bukan soal ego jabatan, melainkan masa depan ekosistem yang sudah lama tertekan.

“Kalau Pak Menteri tidak mampu mengurus kehutanan dengan benar, lebih baik mundur. Ini bukan soal pribadi, tapi masa depan hutan kita,” ucap Usman dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Kamis (4/12). Nada bicaranya jelas menunjukkan kegelisahan atas berbagai kebijakan yang dinilai tidak tepat sasaran.

Ia menyoroti bahwa menyelesaikan persoalan kehutanan tidak bisa hanya mengandalkan retorika ataupun menyalahkan pemerintahan masa lalu. Kerusakan yang terjadi hari ini, tegasnya, menjadi tanggung jawab penuh pihak yang sedang memegang kendali.

Usman memberi gambaran betapa sulitnya memulihkan hutan. Pohon besar tidak tumbuh dalam semalam. Hutan yang rusak membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kembali pulih, sehingga keputusan hari ini menentukan kondisi masa depan.

Selain soal teknis kehutanan, Usman juga menyinggung gaya komunikasi sang menteri. Menurutnya, pernyataan yang sering dibubuhi ayat dan hadis justru tidak selaras dengan kebijakan yang keluar dari kementerian.

Contoh yang disebutkan adalah penerbitan izin di Tapanuli Selatan. Meski Bupati setempat menolak dan meminta evaluasi, kementerian justru menerbitkan izin baru pada 30 November 2025. “Pernyataan Pak Menteri tidak sejalan dengan keputusan yang dibuat,” kata Usman.

Ia bahkan menilai seolah-olah Komisi IV bisa “diakali” dengan alasan-alasan normatif, padahal masalahnya berkaitan langsung dengan kondisi hutan yang makin merosot.

Desakan itu tidak berhenti pada penyikapan izin. Usman juga meminta perhatian khusus terhadap tiga provinsi yang mengalami degradasi hutan cukup parah. Menurutnya, kerusakan ini berpotensi menimbulkan dampak sosial dan bencana alam.

Kerusakan hutan bukan hanya urusan data statistik. Di baliknya ada masyarakat yang menggantungkan hidup pada ekosistem yang sehat. Ketika hutan rusak, risiko banjir, longsor, hingga konflik satwa pun meningkat.

Oleh karena itu, kritik Usman tidak hanya soal administrasi izin, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Hutan yang rusak sama saja dengan masa depan masyarakat yang ikut terancam.

Desakan agar menteri mundur memang bukan hal baru dalam dunia politik, tetapi yang satu ini mencuat karena bersentuhan langsung dengan sektor yang sangat sensitif: kehutanan.

Publik pun menanti bagaimana respons Raja Juli Antoni atas kritik keras ini. Apakah akan ada evaluasi besar-besaran? Atau justru polemik ini akan bergulir semakin jauh?

Yang jelas, isu ini sedang ramai dibicarakan. Hutan adalah rumah bagi banyak kehidupan, dan setiap keputusan terkait pengelolaannya selalu mengundang perhatian besar.

Debat mengenai pengelolaan hutan masih panjang, tetapi gelombang desakan yang muncul kali ini memberi tanda bahwa publik ingin perubahan yang lebih konkret dan transparan.

Apapun langkah ke depan, persoalan kehutanan tetap menjadi salah satu isu paling krusial di Indonesia. Kritik, desakan, dan dialog diperlukan agar pengelolaannya tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi betul-betul menjaga hutan sebagai aset bangsa.

Untuk saat ini, bola panas berada di tangan Raja Juli Antoni. Publik menunggu, apakah ia akan melakukan pembenahan atau memilih langkah lain di tengah tekanan yang terus menguat. (*)

You Might Also Like

Rombongan Pimpinan BEI & OJK Mundur setelah IHSG Rontok, DPR: Itu Belum Cukup

Viral! Detik-detik Dokter Selamatkan Nyawa Balita di Pesawat, IDAI Sampaikan Ini

31 Desember Kerja atau Libur Nih? Lihat Aturannya Yuk..

Buruh Kena Prank! Diminta Masuk Senayan, tapi Anggota DPR pada Pulang

Fenomena Curhat ke AI, Psikolog Ingatkan Risiko Ketergantungan

TAGGED:DPR RImenteri kehutananMenteri Kehutanan Raja Juli Antonimundurusman
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tunjangan Profesi Guru Enggak Dirapel Lagi, Mau Turun Bulanan, Asik Nih…
Next Article Pada Sebuah Cakram Padat Leonard Cohen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Awaluddin (batik cokelat) menangis saat dihampiri keluarganya usai sidang vonis di pengadilan, Rabu (11/2/2026). (bae)

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul)

Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Anak Papua Merantau Demi Ilmu, Puan Datang Dengar Cerita

Desember 11, 2025
Viral

Motor Sama, Komentar Nyala: Aura Kasih Muncul di IG Lisa Mariana

Desember 27, 2025
Viral

Bak Film Aksi, Brankas Bank Jerman Dibobol Tanpa Jejak

Januari 1, 2026
Viral

Ini Nih Duduk Perkara Boikot Trans7, Gegara Hina Lirboyo

Oktober 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menguat Desakan Mundur yang Menerpa Menteri Kehutanan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?