BACAAJA, SEMARANG – Dunia musik Indonesia sedang berduka. Kabar meninggalnya Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026) di usia 35 tahun membuat banyak orang terkejut sekaligus sedih. Selama beberapa tahun terakhir, penyanyi sekaligus penulis lagu itu diketahui berjuang melawan kanker ginjal.
Perjalanan panjang melawan penyakit tersebut sempat beberapa kali diceritakan Vidi kepada publik. Kisahnya membuat banyak orang mulai mencari tahu lebih jauh tentang kanker ginjal, penyakit yang sering kali datang tanpa tanda jelas di awal.
Kanker ginjal termasuk jenis kanker yang kerap terlambat terdeteksi. Banyak penderita baru mengetahui penyakit ini setelah kondisinya berkembang atau saat menjalani pemeriksaan kesehatan untuk hal lain.
Secara sederhana, kanker ginjal adalah kondisi ketika sel-sel abnormal tumbuh di dalam ginjal dan membentuk tumor. Pertumbuhan sel ini terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel.
Perubahan tersebut membuat sel terus berkembang tanpa kendali. Sel yang seharusnya mati justru menumpuk dan akhirnya membentuk massa atau tumor di dalam ginjal.
Jika tumor terus berkembang, sel kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Ketika penyebaran itu terjadi, kondisi tersebut dikenal sebagai kanker metastasis.
Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, perubahan DNA dalam sel ginjal menjadi salah satu pemicu utama terbentuknya kanker. Mutasi ini mengganggu cara sel bekerja dan berkembang secara normal.
Sementara itu, Cleveland Clinic menyebutkan bahwa jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada orang dewasa adalah renal cell carcinoma.
Jenis kanker ini berasal dari sel-sel yang melapisi saluran kecil di dalam ginjal. Dari sanalah tumor biasanya mulai berkembang sebelum akhirnya menyebar.
Salah satu hal yang membuat kanker ginjal sulit dideteksi adalah gejalanya yang sering tidak muncul pada tahap awal. Banyak orang merasa sehat tanpa keluhan apa pun.
Karena itu, tidak sedikit kasus kanker ginjal yang baru ditemukan ketika seseorang menjalani pemeriksaan medis seperti CT scan atau pemeriksaan pencitraan lainnya.
Meski begitu, seiring waktu beberapa tanda bisa mulai muncul. Salah satu gejala yang cukup sering dilaporkan adalah adanya darah dalam urine.
Warna urine bisa terlihat merah muda, merah, atau bahkan kecokelatan. Kondisi ini biasanya menjadi tanda yang membuat seseorang akhirnya memeriksakan diri ke dokter.
Gejala lain yang juga sering muncul adalah nyeri di bagian samping tubuh atau punggung yang tidak kunjung hilang.
Selain itu, penderita kanker ginjal juga bisa mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Rasa lelah berkepanjangan juga kerap dirasakan. Energi tubuh terasa cepat habis meski tidak melakukan aktivitas berat.
Sebagian orang juga mengalami hilangnya nafsu makan, yang kemudian ikut memicu penurunan berat badan.
Dalam beberapa kasus, penderita bahkan dapat merasakan benjolan di sisi tubuh atau area pinggang.
Demam yang datang dan pergi tanpa penyebab jelas juga kadang muncul pada penderita kanker ginjal.
Meski begitu, gejala-gejala ini tidak selalu langsung mengarah pada kanker ginjal. Karena itu pemeriksaan medis sangat penting jika keluhan berlangsung cukup lama.
Hingga sekarang, penyebab pasti kanker ginjal belum sepenuhnya diketahui. Namun para ahli menemukan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.
Beberapa faktor tersebut antara lain usia yang semakin bertambah, kebiasaan merokok, obesitas, serta tekanan darah tinggi.
Riwayat keluarga dengan kanker ginjal juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit yang sama.
Selain itu, orang yang menjalani dialisis jangka panjang akibat penyakit ginjal juga memiliki risiko lebih tinggi.
Meski memiliki faktor risiko tersebut tidak berarti seseorang pasti terkena kanker ginjal. Namun kondisi itu dapat meningkatkan peluang terjadinya penyakit.
Kabar duka kepergian Vidi Aldiano menjadi pengingat bahwa kanker bisa menyerang siapa saja, bahkan mereka yang masih berada di usia produktif.
Karena itu, mengenali gejala sejak dini dan rutin memeriksakan kesehatan menjadi langkah penting agar penyakit seperti kanker ginjal bisa dideteksi lebih cepat. (*)


