BACAAJA, JAKARTA– Wakil Menteri Haji (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak melontarkan peringatan keras kepada Tim Petugas Haji yang tidak disiplin dan tak siap menjalankan tugas. Peringatan itu dilontarkan saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR beberapa waktu lalu. Pesannya simpel tapi nyelekit, “Kalau cuma mau nebeng naik haji, jangan jadi petugas.”
Menurut Dahnil, jadi petugas haji itu bukan perkara pakai seragam dan ikut rombongan. Ada 221 ribu jemaah Indonesia yang harus dilayani, dijaga, dan diurus. Artinya, yang dibutuhkan bukan sekadar niat, tapi komitmen penuh, disiplin, dan siap dikomando.
Baca juga: Kuota Haji Jateng 2026 Tembus 34 Ribu
Buktinya, Kementerian Haji sudah mencopot 13 petugas haji. Alasannya beragam, mulai dari nggak disiplin, melanggar aturan, ketahuan bohong, sampai punya penyakit kronis yang bikin tugas terbengkalai.
Pelatihan Intensif
Ironisnya, sebagian dari mereka bahkan tak sanggup ikut pelatihan intensif 20 hari di barak, padahal itu syarat wajib sebelum terjun melayani jemaah. “Kalau nggak siap ikut pelatihan dan aturan, nggak usah jadi petugas. Ini bukan urusan kecil, mereka ngurus 221 ribu jemaah,” tegas Dahnil.
Ia juga mengaku sering menerima pesan dari berbagai pihak yang bilang ada kerabatnya nggak siap ikut pelatihan. Namun jawabannya tetap sama: nggak ada dispensasi buat yang setengah-setengah. “Yang nggak siap, silakan mundur. Nggak perlu dipaksakan,” katanya.
Baca juga: Prabowo Maunya Petugas Haji Mayoritas Dikasih ke TNI-Polri Saja
Dahnil menambahkan, sebenarnya jutaan orang lain siap dan mampu mengemban tugas sebagai petugas haji. Karena itu, seleksi akan tetap ketat dan tanpa kompromi. “Begitu memilih jadi petugas haji, harus siap pelatihan sebulan penuh dan patuh sama semua aturan,” pungkasnya.
Ke Tanah Suci memang ibadah, tapi jadi petugas haji itu kerja serius. Kalau niatnya cuma pengin stempel “sudah haji” tanpa mau capek, mungkin jalurnya bukan lewat rompi petugas. (tebe)


