BACAAJA, TAPTENG – Pejabat yang lain berusaha nutup-nutupin, eh yang satu ini malah gamblang dan blak-blakan. Ini soal ribuan kayu glondongan yang hanyat kebawa banjir di Sumatera.
Video viral ribuan kayu gelondongan hanyut dibawa banjir di Sumatra Utara akhirnya diklarifikasi langsung sama Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu.
Yup, Masinton bilang kejadian itu beneran terjadi di Tapteng saat banjir besar nerjang wilayah tersebut pada Selasa (25/11/2025).
Bacaaja: Banjir Sumatera: Dua Bupati di Aceh Nyerah, Tak Sanggup Tangani Bencana
Bacaaja: Ketika Alam Membalas Tuntas
Masinton nggak menutupi apa pun: kayu-kayu itu adalah hasil illegal logging.
“Di perbukitan itu memang ada pembabatan hutan. Kayunya ditebangin, terus lahannya diganti sawit,” kata politisi PDIP itu saat ngobrol bareng anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka pada Kamis (27/11/2025).
Masinton ngaku tiga hari sebelum banjir, Pemkab Tapteng sebenarnya udah nindak pelaku illegal logging dan bahkan ngejalanin moratorium sawit di daerahnya.
Tapi ya, banjir keburu datang—dan kayu-kayu ilegal itu keburu hanyut semuanya.
Rieke sendiri tegas minta negara turun tangan serius. Menurutnya, pemerintah dan aparat harus segera bergerak mengusut kerusakan hutan yang bikin banjir di Tapteng makin parah.
“Saya dukung penyelidikan mendalam. Tapi fokus utama sekarang tetap penanganan bencana dan korban,” ujarnya.
Kerusakan hutan di Sumut memang lagi jadi sorotan nasional. Bukan cuma karena Siklon Tropis Senyar, tapi karena hutan yang udah lama digerogoti. Akibatnya fatal: 217 orang meninggal dan 209 masih hilang sampai Minggu (30/11/2025).
Dan kerusakan ini bukan kejadian instan — ini hasil proses panjang dari satu era pemerintahan ke era berikutnya. (*)

