BACAAJA, NGAWI– Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan waktunya mahasiswa cuma sibuk menyusun laporan, mengejar tanda tangan, atau berburu foto kegiatan untuk dokumentasi.
Ada tantangan lebih besar: bagaimana ilmu dari kampus bisa benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat. Semangat itulah yang mengiringi penerjunan 81 mahasiswa Universitas Soerjo dalam program KKN Tahun 2026 di Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.
Penyerahan mahasiswa tersebut dihadiri Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko dalam acara yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Karangjati, Selasa, (3/11/2026). Sebanyak 81 mahasiswa secara resmi diterjunkan untuk menjalankan program pengabdian masyarakat yang tersebar di lima desa di wilayah tersebut.
Baca juga: Pemkab Ajak Warga Ngawi Melek Tata Ruang
Dalam sambutannya, Wabup Ngawi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada sivitas akademika Universitas Soerjo yang ikut mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di bidang pendidikan.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN seharusnya tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kewajiban akademik untuk menyelesaikan masa perkuliahan.
Interaksi Langsung
Lebih dari itu, KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menawarkan gagasan dan solusi atas persoalan di lingkungan desa.
“Peran KKN tidak hanya sebatas pemenuhan kewajiban akademik semata, tetapi juga menjadi sarana nyata bagi mahasiswa untuk memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Cegah Korupsi Sejak dari Meja Kerja, Pemkab Ngawi Gaspol Edukasi Digital ASN
Pemkab Ngawi berharap para mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun komunikasi dengan warga, serta menjalin kolaborasi bersama perangkat desa.
Ilmu yang selama ini dipelajari di ruang kuliah juga diharapkan bisa diterapkan untuk membantu mengoptimalkan potensi desa. Mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga pengembangan berbagai peluang lokal sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Kehadiran 81 mahasiswa ini diharapkan membawa energi baru bagi lima desa di Kecamatan Karangjati. Bukan hanya datang, menjalankan program, lalu pulang setelah masa KKN selesai, tetapi meninggalkan gagasan dan manfaat yang bisa dilanjutkan masyarakat.
Sebab, keberhasilan KKN bukan diukur dari seberapa tebal laporan akhir atau berapa banyak foto bersama kepala desa. Kalau setelah mahasiswa pulang desa kembali seperti semula tanpa perubahan, jangan-jangan yang benar-benar mengerjakan pengabdian justru hanya kamera dokumentasi. (tebe)

