Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahasiswa Universitas Soerjo Turun ke Lima Desa di Ngawi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Mahasiswa Universitas Soerjo Turun ke Lima Desa di Ngawi

T. Budianto
Last updated: November 4, 2026 5:34 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PROGRAM KKN: Wabup Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko berjabat tangan dengan perwakilan mahasiswa saat penerjunan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Soerjo Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Selasa (3/11/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, NGAWI– Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan waktunya mahasiswa cuma sibuk menyusun laporan, mengejar tanda tangan, atau berburu foto kegiatan untuk dokumentasi.

Ada tantangan lebih besar: bagaimana ilmu dari kampus bisa benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat. Semangat itulah yang mengiringi penerjunan 81 mahasiswa Universitas Soerjo dalam program KKN Tahun 2026 di Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

Penyerahan mahasiswa tersebut dihadiri Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko dalam acara yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Karangjati, Selasa, (3/11/2026). Sebanyak 81 mahasiswa secara resmi diterjunkan untuk menjalankan program pengabdian masyarakat yang tersebar di lima desa di wilayah tersebut.

Baca juga: Pemkab Ajak Warga Ngawi Melek Tata Ruang

Dalam sambutannya, Wabup Ngawi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada sivitas akademika Universitas Soerjo yang ikut mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di bidang pendidikan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN seharusnya tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kewajiban akademik untuk menyelesaikan masa perkuliahan.

Interaksi Langsung

Lebih dari itu, KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menawarkan gagasan dan solusi atas persoalan di lingkungan desa.

“Peran KKN tidak hanya sebatas pemenuhan kewajiban akademik semata, tetapi juga menjadi sarana nyata bagi mahasiswa untuk memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca juga: Cegah Korupsi Sejak dari Meja Kerja, Pemkab Ngawi Gaspol Edukasi Digital ASN

Pemkab Ngawi berharap para mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun komunikasi dengan warga, serta menjalin kolaborasi bersama perangkat desa.

Ilmu yang selama ini dipelajari di ruang kuliah juga diharapkan bisa diterapkan untuk membantu mengoptimalkan potensi desa. Mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga pengembangan berbagai peluang lokal sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Kehadiran 81 mahasiswa ini diharapkan membawa energi baru bagi lima desa di Kecamatan Karangjati. Bukan hanya datang, menjalankan program, lalu pulang setelah masa KKN selesai, tetapi meninggalkan gagasan dan manfaat yang bisa dilanjutkan masyarakat.

Sebab, keberhasilan KKN bukan diukur dari seberapa tebal laporan akhir atau berapa banyak foto bersama kepala desa. Kalau setelah mahasiswa pulang desa kembali seperti semula tanpa perubahan, jangan-jangan yang benar-benar mengerjakan pengabdian justru hanya kamera dokumentasi. (tebe)

You Might Also Like

Bocah Boyolali Bikin NASA Kasih Salut

Mahasiswa Sentil Ketimpangan Fasilitas Madrasah di Jateng

Dua Pelajar Banjarnegara Bikin Heboh Panggung Literasi Nasional

Kampus se-Jateng Diajak Perkuat Kolaborasi

RUU Sisdiknas dan “PR Besar” Papua Pegunungan: Ketika Pendidikan Tak Cukup Sekadar Regulasi

TAGGED:kknpemkab ngawiwabup ngawi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Negara yang Gemar Menyelesaikan Masalah dengan Tantrum
Next Article Puluhan Tahun Tambal Sulam, Jalan Jepara-Keling Kini Dibeton

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ditanya Penyadapan Listyo Sigit, Jokowi Pilih Diam

Dari SBY hingga Macron, Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap

Semarang Bakal Punya Festival Sastra Besar, Agustina Ingin Puisi Turun ke Jalan

Modal Rp3 Juta, Film Siswa Pandanarum Go Internasional

BINCANG SASTRA - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menggelar Seminar Nasional Literasi (Semitra) X secara daring pada Rabu (4/11/2026).

Sastra Indonesia Bisa Mendunia? Semitra X UPGRIS Ungkap Strateginya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Sinaran Semarang Cari Bibit Ilmuwan Masa Depan

Agustus 5, 2026
Pendidikan

Gaji Pas-pasan, Tanggung Jawab Besar: Guru TK Jadi Idola Pertama Anak

Oktober 25, 2026
Pendidikan

Puan Minta Penjelasan Menbud soal Hari Kebudayaan Nasional: Jangan Eksklusif, Harus Milik Semua

Juli 15, 2025
Pendidikan

Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan

Maret 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa Universitas Soerjo Turun ke Lima Desa di Ngawi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?