Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Limbah Batu Bara Bakal Dipakai Bangun Giant Sea Wall di Kendal, Ini Alasannya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sirkular

Limbah Batu Bara Bakal Dipakai Bangun Giant Sea Wall di Kendal, Ini Alasannya

Limbah batu bara yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan mulai dilirik sebagai bahan untuk menghadapi persoalan lain yang tak kalah serius: rob, abrasi, dan penurunan muka tanah di Pantura. Kendal bahkan disiapkan menjadi lokasi percontohan pemanfaatan FABA untuk proyek Giant Sea Wall.

T. Budianto
Last updated: September 13, 2026 8:14 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
RAPAT KOORDINASI: Perwakilan Kemenko Infrastruktur, Pemkab Kendal, akademisi UGM, dan instansi terkait menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Kantor Bupati Kendal, belum lama ini. Rapat ini membahas percepatan penyediaan air bersih dan rencana pemanfaatan FABA untuk infrastruktur pengaman pantai di Pantura. (Foto: Ist)
SHARE

KENDAL, BACAAJA– Pemerintah mulai mencari material alternatif untuk pembangunan infrastruktur pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Salah satu yang didorong adalah pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA), limbah sisa pembakaran batu bara.

Gagasan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Kantor Bupati Kendal, baru-baru ini.

FABA didorong untuk dimanfaatkan dalam pembangunan infrastruktur pengaman pantai, terutama untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Giant Sea Wall Pantura.

Asisten Deputi Infrastruktur Sumber Daya Air dan Pangan, Suraji mengatakan, kawasan Kendal-Semarang-Demak menjadi prioritas awal proyek tanggul laut raksasa tersebut.

Per September 2026, perencanaan teknis proyek telah mencapai sekitar 80 persen. Pemerintah menargetkan groundbreaking dilakukan akhir 2026 atau awal 2027.

Baca juga: Warga Pantura Minta Giant Sea Wall Jangan Cuma Untungkan Pemodal

“Kabupaten Kendal menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi menjadi bagian prioritas Giant Sea Wall, namun di sisi lain masih menghadapi kesenjangan layanan air bersih serta ancaman banjir rob permanen yang bisa mengganggu iklim investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal,” ujar Suraji.

Karena itu, FABA diusulkan sebagai salah satu material alternatif untuk mendukung stabilitas tanah sekaligus pembangunan pengaman pesisir. Pemanfaatan tersebut juga akan diuji melalui skema kolaborasi pentahelix yang melibatkan Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian PU. KEK Kendal direncanakan menjadi lokasi pilot project.

Tim peneliti Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik UGM, Prof Ali Awaluddin dan Dr Rafif Zufarihsan, memaparkan kebutuhan material untuk pembangunan Giant Sea Wall Pantura sangat besar.

Proyek tersebut dirancang membentang sekitar 575 kilometer. Jika seluruh kebutuhan material hanya mengandalkan pasir dan semen konvensional, persoalan ketersediaan serta biaya logistik bisa menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah FABA mulai dilirik.

Prof Ali mengatakan potensi produksi FABA nasional mencapai sekitar 25,2 juta ton per tahun dan tersebar di sejumlah PLTU, termasuk yang berada di sepanjang Pantura.

“Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton berbasis FABA memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap korosi air laut dan serangan sulfat, serta memiliki densitas 12 persen lebih ringan sehingga sangat menguntungkan untuk struktur di atas tanah lunak pesisir,” jelasnya. Artinya, limbah yang selama ini perlu dikelola justru berpotensi menjadi bahan konstruksi untuk menghadapi ancaman pesisir.

Dinilai Aman

Dr Eng Sito Ismanti dari UGM menambahkan, FABA juga memenuhi persyaratan geoteknik sebagai material timbunan pilihan. Dari sisi lingkungan, hasil pengujian leaching atau pelindian logam berat disebut berada di bawah baku mutu sehingga dinilai aman untuk digunakan.

Selain FABA, peneliti UGM juga memperkenalkan inovasi pembenah tanah bernama “Gama Humat”. Material tersebut merupakan hasil ekstraksi batu bara kalori rendah dan dikembangkan untuk mendukung rehabilitasi lahan serta ketahanan pangan.

Persoalan pesisir Kendal ternyata tidak berhenti pada rob dan abrasi. Penurunan muka tanah juga menjadi perhatian serius, terutama di kawasan industri dan permukiman.

Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong percepatan pembangunan Bendungan Kali Bodri serta perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional.

Penyediaan air baku dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap air tanah. Ekstraksi air tanah secara berlebihan selama ini menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan muka tanah.

Dalam rapat tersebut, pihak Kejaksaan Tinggi juga menyatakan dukungan terhadap pemanfaatan FABA sebagai material alternatif. Namun, dukungan tersebut dibarengi catatan.

Baca juga: Proyek Giant Sea Wall Pantura Dimulai

Status aset, transparansi transaksi, hingga pemenuhan baku mutu lingkungan harus dipastikan sejak awal untuk mencegah persoalan hukum, pencemaran maupun potensi kerugian negara.

Kejaksaan menyatakan siap memberikan pendampingan hukum melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Sebagai tindak lanjut, tim gabungan akan melakukan site visit ke lokasi yang direncanakan menjadi pilot project di Kendal.

Hasil peninjauan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi kepada Badan Pengelola Sentra Pembangunan (BOPPJ) terkait penerapan FABA dalam proyek Giant Sea Wall.

Jika rencana ini berjalan, Kendal bukan hanya menjadi salah satu wilayah yang berada di garis depan menghadapi rob Pantura. Kabupaten tersebut juga bisa menjadi tempat pembuktian apakah limbah batu bara benar-benar bisa naik kelas, dari sekadar limbah menjadi material untuk menyelamatkan kawasan pesisir.

Selama ini laut naik, tanah turun, dan limbah batu bara menumpuk. Sekarang pemerintah mencoba membalik ceritanya: yang satu ditahan, yang satu dimanfaatkan. Tinggal dibuktikan, apakah konsepnya sekokoh tanggul yang mau dibangun. (tebe)

You Might Also Like

Sekda Minta Satpol PP Lebih Humanis

Kursi Komisioner KI Jateng Dibuka

Salat Idulfitri Bersama Anak, Luthfi: Lebaran Itu Soal Hati, Bukan Sekadar Hari Raya

Stabilisasi Harga Pangan, Pemprov Andalkan Gerakan Pangan Murah

Investasi Rp15 Triliun Mendarat di Kendal

TAGGED:giant sea wallpemkab kendalpemprov jatengugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu) Gegara Rebutan Air, Warga Sragen Tewas Ditikam Tetangga saat Joging
Next Article KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist) Kiai Cabul Semarang Abah Khan Dituntut 8 Tahun 6 Bulan Penjara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mahasiswa UGM Rancang Rompi Cerdas Pemetaan Kanker Payudara

Gara-Gara Air Sawah, Warga Sragen Tewas Ditikam

130 Penumpang Virgo Transport 8 Masih Misterius

BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal.

Pemerintah Tegas! 87 Siswa Keracunan ‘MBG’, Pengelola Dapur Terancam Denda Rp111 Miliar dan Putus Kontrak

Kalau Bencana Datang, Jangan Biarkan Akal Ikut Mengungsi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Target Perbaikan RTLH di Jateng Bertambah, Baznas Bantu Renovasi 750 Rumah

Juni 26, 2025
Tumbuh

Jateng Jadi “Laboratorium” Energi Lemhannas

September 9, 2026
Unik

CJTEC, “Rumah” UMKM Jateng Menuju Pasar Dunia

Januari 31, 2026
Info

Luthfi: “Banjir Solo Raya Jangan Jadi Drama Tahunan”

April 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Limbah Batu Bara Bakal Dipakai Bangun Giant Sea Wall di Kendal, Ini Alasannya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?