BACAAJA, JEPARA – Liburan yang harusnya healing malah berubah jadi ajang adu emosi.
Ratusan wisatawan yang hendak menyeberang ke Karimunjawa dibuat naik darah di Pelabuhan Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Jumat (26/12/2025).
Penyebabnya klasik tapi nyebelin: Kapal Siginjai mati mesin dan penyeberangan dibatalkan mendadak.
Bacaaja: Gubernur Luthfi Minta Promosi Wisata Karimunjawa Digenjot
Bacaaja: Akses Udara Dibuka Lagi, Karimunjawa Siap Sambut Lonjakan Wisatawan
Tanpa pengumuman jelas, tanpa pemberitahuan langsung, tahu-tahu perjalanan mereka cancel begitu saja.
Sejumlah wisatawan mengaku sudah datang ke pelabuhan sejak satu sampai dua jam sebelum jadwal keberangkatan.
Tiket sudah di tangan, koper sudah siap, tapi harapan langsung runtuh saat petugas mengumumkan kapal tidak berlayar.
“Enggak ada info apa pun sebelumnya. Tiba-tiba dibilang batal,” keluh salah satu calon penumpang.
Supervisi Penyeberangan ASDP, Khairil Oka Juwanda, mengungkapkan bahwa Kapal Siginjai sebenarnya sudah mengalami masalah mesin sejak Senin (22/12/2025).
Bahkan, satu dari dua mesin kapal sempat mati di tengah laut saat pelayaran Karimunjawa–Jepara.
“Tanggal 23 sudah ada pengumuman kapal off sampai perbaikan selesai. Pengumuman dibagikan lewat media sosial resmi ASDP,” kata Khairil.
Masalahnya, informasi itu enggak sampai ke calon penumpang. Alhasil, puluhan wisatawan tetap datang ke pelabuhan tanpa tahu kalau kapal sudah “cuti darurat”.
Khairil pun mengaku heran. Menurutnya, penyampaian informasi sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen pusat ASDP.
150 penumpang gagal berangkat
Total ada sekitar 150 penumpang yang gagal berangkat hari itu. Masing-masing sudah membayar tiket sebesar Rp105 ribu lewat sistem pemesanan online.
Para wisatawan pun menuntut kompensasi penuh, mulai dari pengembalian uang tiket, biaya penginapan, hingga travel yang sudah terlanjur dipesan di Karimunjawa.
Namun, respons ASDP belum bikin lega. Penumpang hanya disarankan mengajukan refund tiket secara online, yang prosesnya bisa memakan waktu lebih dari dua minggu.
“Untuk saat ini kami hanya bisa menyarankan refund tiket,” ujar Khairil.
Gak ada opsi lain, kapal penuh semua!
Sempat muncul opsi mengalihkan penumpang ke kapal cepat Express Bahari. Sayangnya, harapan itu juga pupus karena kapal cepat tersebut sudah penuh.
“Hari ini penuh. Masih ada kuota sekitar 40-an untuk besok,” jelas Khairil.
Hingga siang hari, sebagian wisatawan mulai meninggalkan pelabuhan dengan wajah kecewa. Sebagian lainnya masih bertahan, berharap ada tanggung jawab yang lebih masuk akal dari pihak ASDP.
Liburan ke Karimunjawa pun berakhir sebelum sempat dimulai. Zonk! (*)


