BACAAJA, BANJARNEGARA – Kota Dawet Banjarnegara berubah jadi lautan manusia pada Selasa (16/9/2025) malam. Ribuan Sobat Tenanan tumplek blek di Alun-alun hanya untuk satu alasan: bernyanyi bareng idola pop Jawa, Denny Caknan.
Sejak matahari belum tenggelam, penonton sudah memenuhi area. Tikar digelar, jajanan kaki lima laris manis, alun-alun enuh sesak oleh mereka yang tak mau kehilangan momen spesial bersama penyanyi bernama asli Deni Setiawan itu.
Tepat pukul 21.15 WIB, sorakan menggema ketika lampu panggung redup. Denny muncul dengan senyum khasnya, membuka konser lewat tembang “Pingal” yang langsung bikin penonton kompak bernyanyi.
Tanpa jeda panjang, ia melanjutkan dengan “Cundamani”—lagu yang diceritakan terinspirasi dari kisah cintanya bersama sang istri. “Banjarnegara, ayo seneng-seneng bareng karo aku! Kowe kabeh pancen wong-wong manis,” serunya, disambut teriakan histeris.
Pesta Musik yang Tak Ada Habisnya
Total ada 14 lagu yang dibawakan malam itu. Dari “Pingal”, “Cundamani”, hingga “Dumes” dan “Sigar”, semuanya bikin Sobat Tenanan ikut larut bernyanyi.
Ketika “Kartonyono” dilantunkan, penonton seakan dibawa nostalgia. Lagu “Tanpo Tresnomu”, “LDR”, hingga “Satru 2” makin menambah kemeriahan.
Suasana benar-benar pecah saat “Losdol” dimainkan. Ribuan orang serempak melompat dan bernyanyi, menciptakan pemandangan spektakuler di bawah langit Banjarnegara.
Menjelang akhir, Denny yang dijuluki titisan Didi Kempot, memanaskan panggung dengan “Oplosan” dan “Sinerengan”. Malam pun ditutup manis dengan “Wirang” yang membuat penonton masih enggan pulang.
Rasa Syukur Denny untuk Banjarnegara
Usai tampil, Denny tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. “Alhamdulillah, aku iso nyanyi nang kene. Penontone luar biasa, aku pengin balik meneh nek diundang,” ucapnya dalam logat Jawa yang kental.
Ia juga terlihat menyapa satu per satu barisan depan, melempar senyum, dan mengucapkan terima kasih kepada Sobat Tenanan yang setia mendukungnya.
Bagi Denny, konser ini bukan sekadar manggung, tapi juga bentuk kedekatan dengan penggemarnya. Ia menegaskan, setiap kota punya cerita, dan Banjarnegara akan selalu punya tempat spesial.
Riuh tepuk tangan penonton jadi bukti nyata bahwa musik Denny Caknan berhasil merangkul berbagai kalangan, dari anak muda sampai orang tua.
Konser Gratis, Ekonomi Ikut Bergeliat
Tak hanya hiburan, konser bertajuk Warisan Rasa ini juga membawa berkah bagi warga sekitar. Pedagang kecil hingga UMKM mengaku dagangannya laris karena ribuan orang memadati alun-alun.
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, turut hadir dan memberi apresiasi. “Alhamdulillah, konser ini memberi dampak positif. Pedagang kecil ikut kecipratan rezeki, perekonomian lokal pun bergerak,” ujarnya.
Ia berharap acara serupa bisa lebih sering digelar, karena selain memberikan hiburan gratis, juga menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Malam itu, Banjarnegara bukan hanya jadi saksi pesta musik, tapi juga bukti bagaimana musik mampu menyatukan dan menggerakkan banyak hal sekaligus. (*)


