Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lari Sampai Nanjak 82 Km? Di Ungaran, Capek Jadi Wisata
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Lari Sampai Nanjak 82 Km? Di Ungaran, Capek Jadi Wisata

Subuh belum benar-benar bangun, tapi ratusan orang sudah lari duluan. Bukan karena dikejar deadline, tapi karena ikut race di Gunung Ungaran. Di sini, capek bukan keluhan, tapi justru jadi daya tarik wisata.

T. Budianto
Last updated: April 11, 2026 3:21 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BENDERA START: Sekda Jateng, Sumarno mengibarkan bendera start peserta Semarang Mountain Race 2026 di halaman The Wujil Hotel, Sabtu (11/4/2026) pagi. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Udara masih dingin, embun masih nempel di daun, tapi suasana di The Wujil Hotel sudah panas oleh semangat para pelari. Sabtu (11/4/2026), tepat pukul 05.00 WIB, Sekda Jateng, Sumarno resmi mengibarkan bendera start untuk Semarang Mountain Race 2026.

Bukan lomba lari biasa, ini levelnya sudah “uji mental dan fisik”. Ada kategori 50K dan 82K, alias lari puluhan kilometer di jalur gunung dengan tanjakan yang nggak ada ampun.

Sebanyak 200 pelari turun di kategori 50K, sementara 52 pelari ultra nekat ambil tantangan 82K. Jalurnya? Teknis, curam, dan bikin kaki auto mikir dua kali buat lanjut.

Baca juga: Sport Tourism Dongkrak Ekonomi, Pemprov Genjot Event Lari di Tiap Daerah

Menurut Sumarno, antusiasme peserta jadi sinyal kuat kalau konsep sport tourism di Jateng bukan cuma jargon. “Ini bagian dari pengembangan sport tourism,” ujarnya.

Nggak cuma soal lomba, event ini juga jadi ajakan halus (atau keras?) buat hidup lebih sehat. Olahraga nggak lagi sekadar rutinitas, tapi bisa jadi pengalaman wisata.

Rasakan Sensasi

Salah satu peserta, Jasmine Adli Putri Liza (24) dari Jakarta, rela jauh-jauh datang cuma buat ngerasain sensasi lari di Gunung Ungaran. “Aku sudah pernah naik Ungaran, tapi pengin coba versi race-nya,” katanya. Buat Jasmine, ini bukan cuma soal finish line. Setelah lomba, dia juga sudah punya agenda lain: keliling Semarang sebelum balik ke Jakarta.

Hal yang sama dirasakan Maulana Hairul Anam (25) asal Solo. Dari hobi naik gunung, sekarang naik level ke trail run. “Ini debut pertama saya di 50K,” ujarnya, dengan semangat yang masih full tank.

Event ini sendiri berlangsung selama tiga hari, 10-12 April 2026, dengan total lima kategori mulai dari 7K sampai 82K. Total elevasinya? Lebih dari 5.500 meter, cukup buat bikin paha protes berkali-kali.

Baca juga: Menpora-Menpar Dukung Sport Tourism

Menariknya lagi, ajang ini sudah terafiliasi dengan International Trail Running Association (ITRA). Artinya, pelari yang finis bisa dapat poin buat ikut kompetisi internasional.

Di Ungaran, orang-orang bayar buat capek, cari tanjakan, dan sengaja nyiksa diri, tapi pulangnya bahagia. Sementara di luar sana, banyak yang capek tiap hari tanpa tahu lagi ngejar apa. Mungkin bedanya cuma satu: di sini, capeknya punya tujuan… dan ada garis finish-nya. (tebe)

You Might Also Like

Program Speling Jateng Sudah Layani 102 Ribu Warga

Akademisi: Ekonomi Jateng On The Track, Tapi……

Program MBG Jateng Dipuji, Jadi Barometer Nasional

Uang Investor Betah di Jateng: Sekali Masuk, Rp 88,5 T Langsung Parkir

Bukan Cuma Buat Mudik, Jasela Didorong Jadi Jalur Pangan

TAGGED:pemprov jatengsport tourism
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemkot Semarang Belum Terapkan WFH
Next Article Dari Anggrek ke Geopolitik: Megawati Diminta Turun Tangan Redam Panas Timur Tengah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Belajar Ikhlas Lewat Kurban

Pemkot Semarang Lagi Serius Soal Gotong Royong

GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.

Rata-rata Gaji Dosen Indonesia Rp3,36 Juta per Bulan, Lebih Gede Bayaran Pegawai MBG?

Juleha di Jateng Harus Bersertifikat

SERAHKAN HEWAN KURBAN - Sekretaris DPD PDIP Jateng secara simbolis menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban. (ist)

PDIP Jateng Kurban 17 Sapi dan 20 Kambing, Sumanto: Kami Salurkan ke Berbagai Wilayah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Santri Diajak Sukseskan Program Pemerintah

April 5, 2026
Ekonomi

Anak Jateng Didorong Naik Level di Jepang

Januari 24, 2026
Ekonomi

Bakorwil Naik Level, Solo Raya Disatukan Biar Kompak

Februari 4, 2026
Info

Hati-Hati Ya, Mudik Lebaran 2026 Cuacanya Masih Ekstrem

Februari 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lari Sampai Nanjak 82 Km? Di Ungaran, Capek Jadi Wisata
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?