Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Langit Jogja Bikin Heboh, Cahaya Oranye Ternyata Belum Tentu Meteor
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Langit Jogja Bikin Heboh, Cahaya Oranye Ternyata Belum Tentu Meteor

Banyak warga menduga benda tersebut adalah meteor. Dugaan itu muncul karena cahaya yang terlihat cukup terang dan bisa disaksikan dari berbagai wilayah dalam waktu hampir bersamaan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 12, 2026 9:49 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Benda langit di Yogyakarta.
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Rekaman cahaya oranye yang melintas di langit Yogyakarta pada Kamis malam (11/6/2026) sukses mencuri perhatian warganet. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sebuah objek bercahaya bergerak di angkasa dan memunculkan beragam spekulasi.

Banyak warga menduga benda tersebut adalah meteor. Dugaan itu muncul karena cahaya yang terlihat cukup terang dan bisa disaksikan dari berbagai wilayah dalam waktu hampir bersamaan.

Tak hanya warga Yogyakarta, sejumlah masyarakat di Magelang, Solo, hingga Madiun juga mengaku melihat fenomena serupa pada malam yang sama.

Kemunculan objek misterius itu pun langsung memantik rasa penasaran. Berbagai unggahan di media sosial ramai membahas kemungkinan benda langit yang sedang melintas di atas Pulau Jawa tersebut.

Astronom amatir Marufin Sudibyo membenarkan adanya laporan mengenai kilatan cahaya yang terlihat di langit bagian barat Yogyakarta malam itu.

Namun menurutnya, terlalu cepat jika langsung menyimpulkan bahwa objek tersebut merupakan meteor seperti yang ramai dibicarakan warganet.

Marufin menjelaskan bahwa jika sebuah objek bisa terlihat dari wilayah yang sangat luas, maka fenomena tersebut kemungkinan terjadi di lapisan atmosfer atas atau bahkan berada di luar atmosfer Bumi.

“Jika bisa dilihat dari kawasan sangat luas, maka fenomena tersebut terjadi di lapisan atmosfer atas atau malah di antariksa,” ujarnya.

Dari hasil pengamatan awal, ada tiga kemungkinan yang dapat menjelaskan fenomena cahaya tersebut.

Kemungkinan pertama adalah reentry atau masuknya kembali sampah antariksa ke atmosfer Bumi. Sampah antariksa yang dimaksud bisa berupa satelit bekas maupun bagian roket yang sudah tidak digunakan.

Ketika benda-benda itu kembali memasuki atmosfer, gesekan dengan udara dapat menimbulkan cahaya terang yang terlihat dari permukaan Bumi.

Meski demikian, kemungkinan ini dinilai tidak terlalu kuat. Marufin menyebut tidak ada data yang menunjukkan adanya satelit atau roket bekas yang diperkirakan masuk kembali ke atmosfer di atas Pulau Jawa pada waktu tersebut.

Karena tidak ditemukan kecocokan data, skenario reentry sampah antariksa dianggap relatif kecil kemungkinannya.

Kemungkinan kedua adalah meteor terang atau yang sering disebut fireball.

Meteor jenis ini memang mampu menghasilkan cahaya sangat terang ketika memasuki atmosfer Bumi.

Akan tetapi, fenomena fireball memiliki karakter yang sulit diprediksi karena muncul secara acak.

Marufin mengatakan meteor terang biasanya tidak bisa divalidasi hanya berdasarkan laporan warga tanpa adanya data pendukung lain.

Selain itu, meteor memiliki ciri khas yang cukup mudah dikenali oleh para pengamat langit.

Objek tersebut bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, bahkan minimal sekitar 12 kilometer per detik.

Karena kecepatannya itu, meteor umumnya hanya terlihat dalam hitungan detik sebelum akhirnya menghilang dari pandangan.

Menurut Marufin, durasi kemunculan meteor biasanya tidak lebih dari lima detik.

Meteor juga cenderung memiliki bagian depan yang lebih terang serta meninggalkan jejak cahaya menyerupai ekor di belakangnya.

Jika ada objek yang terlihat cukup lama melintas di langit, maka kemungkinan besar itu bukan meteor biasa.

Kemungkinan ketiga justru berasal dari objek buatan manusia yang berada di luar angkasa.

Salah satu kandidat yang paling masuk akal adalah stasiun antariksa Tiangong milik China.

Berdasarkan data lintasan benda antariksa, Tiangong diketahui melintas di atas wilayah Yogyakarta sekitar pukul 19.08 WIB.

Lintasan tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga menit, cukup lama untuk diamati oleh masyarakat dari berbagai daerah.

Marufin menjelaskan bahwa Tiangong memiliki tingkat kecerahan sekitar magnitudo minus 0,1 atau hampir seterang planet Jupiter yang sering terlihat di langit malam.

Dengan tingkat kecerahan seperti itu, Tiangong memang berpotensi terlihat jelas oleh mata telanjang ketika kondisi cuaca mendukung.

Tak hanya dari Yogyakarta, lintasan yang sama juga memungkinkan stasiun antariksa tersebut terlihat dari Magelang, Solo, hingga Madiun.

Fakta bahwa objek itu dilaporkan muncul di sejumlah kota menjadi salah satu alasan yang memperkuat dugaan bahwa yang terlihat adalah Tiangong.

Setelah membandingkan berbagai kemungkinan yang ada, Marufin mengaku lebih condong pada skenario kemunculan stasiun antariksa tersebut.

Menurutnya, data lintasan Tiangong lebih sesuai dengan laporan warga dibandingkan dugaan meteor maupun sampah antariksa yang masuk kembali ke atmosfer.

Meski begitu, ia tetap tidak menutup kemungkinan lain sampai ada data tambahan yang bisa menguatkan identifikasi objek tersebut.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tidak semua cahaya terang yang melintas di langit malam otomatis merupakan meteor. Dalam beberapa kasus, objek buatan manusia seperti stasiun antariksa juga dapat terlihat sangat terang dan memunculkan kesan seolah ada benda asing yang sedang melesat di angkasa. (*)

You Might Also Like

Gunung Semeru Meletus Lagi Pagi Ini, Langit Lumajang Berubah

Unik Banget, Bakal Ada Masjid Dibangun Dari Batu Giok

Cincin Api Nongol Lagi Tapi Indonesia Cuma Kebagian Cerita

Meteor Jatuh Bikin Geger Warga Cirebon, BRIN: Beneran dari Langit, Bukan Ledakan!

Bisnis Baru, Titip Nyekar Online Jadi Tren, Jasa Ini Bikin Haru

TAGGED:benda bercahayabenda langitmeteor
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article ilustrasi kereta api Jakarta Semarang Makin Dekat, Kereta Jadi Andalan Banyak Orang
Next Article Thailand Berduka Lima Belas Hari, Putri Sulung Raja Meninggal Dunia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Raffinha Balik Lagi, Misi Naikin PSIS ke Super League Belum Kelar

PHK Jangan Panik, Ini Jurus Pemprov Bikin Buruh Lebih Aman

Luthfi: Jangan Cuma Jadi Tukang Kritik, Mahasiswa Juga Harus Ikut Bangun Daerah

SAKSI SIDANG--Pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Ana Devi (berkerudung) meninggalkan sidang usai bersaksi dan berdebat dengan terdakwa Sudewo, Senin (27/7/2026). (bae)

Sidang Bupati Pati Nonaktif Panas, Sudewo Muntab Merasa ‘Ditantang’ Pegawai KPK

JALIN MOU--Unwahas dan Govokasi Maxwell menjalin kerja sama. (ist)

Unwahas Gandeng Maxwell, Mahasiswa Dibekali Skill Biar Siap Kerja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Dikira Tikus, Suara Atap Malam Itu Ternyata Sanca Raksasa

Mei 13, 2026
Viral

Arus Deras Tak Halangi, Warga Nekat Antar MBG

April 9, 2026
Viral

Nama Aura Kasih Terseret Kasus Ridwan Kamil, Nah Lho… Netizen Auto Ribut

Desember 20, 2025
Viral

Aduh!! Viral Siswi SMA Disebut Pelakor Dilabrak Ibu-Ibu, Polisi Bongkar Kronologi Sebenarnya

September 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Langit Jogja Bikin Heboh, Cahaya Oranye Ternyata Belum Tentu Meteor
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?