Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Lalu Siapa KGPH Purbaya, Simak Berikut Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Lalu Siapa KGPH Purbaya, Simak Berikut Ini

Kalau ditarik ke belakang, Gusti Purbaya sebenarnya sudah lebih dulu disiapkan untuk posisi ini. Saat upacara Dalem Jumenengan ke-18, pada 27 Februari 2022, almarhum PB XIII secara resmi menetapkannya sebagai putra mahkota. Ia diberi gelar panjang khas Keraton: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro Sudibyo Rojoputro Nalendra ing Mataram.

Nugroho P.
Last updated: November 6, 2025 3:42 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Gusti Purbaya
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA – Kepergian Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII pada Minggu, 2 November 2025, jadi momen yang meninggalkan duka sekaligus tanda tanya besar. Sosok raja yang selama ini memimpin Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu kini telah tiada, menyisakan kursi kosong yang kini jadi sorotan banyak mata.

Nama yang paling banyak disebut sebagai penerus tahta adalah Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purbaya, atau yang akrab disapa Gusti Purbaya. Anak muda berdarah biru ini disebut-sebut bakal melanjutkan estafet kepemimpinan sang ayah di Keraton Solo.

Kalau ditarik ke belakang, Gusti Purbaya sebenarnya sudah lebih dulu disiapkan untuk posisi ini. Saat upacara Dalem Jumenengan ke-18, pada 27 Februari 2022, almarhum PB XIII secara resmi menetapkannya sebagai putra mahkota. Ia diberi gelar panjang khas Keraton: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro Sudibyo Rojoputro Nalendra ing Mataram.

Putri sulung PB XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, juga sempat menegaskan bahwa penunjukan tersebut bukan keputusan mendadak, melainkan amanah langsung dari sang ayah yang sudah disepakati keluarga inti.

“Saya harus pertegas, karena Sinuhun PB XIII pada 2022 sudah menunjuk dan melantik putra mahkota. Jadi hal ini sudah jelas, kami hanya menjalankan amanah itu untuk menjumenengkan (menobatkan) putra mahkota,” kata Gusti Timoer pada Selasa (4/11/2025).

Dengan begitu, bisa dibilang posisi Gusti Purbaya kini tinggal menunggu waktu. Penobatan resminya menjadi langkah berikut setelah prosesi adat dan penghormatan terakhir untuk mendiang PB XIII rampung dilakukan.

Meski begitu, perjalanan Gusti Purbaya menuju tahta tak sepenuhnya mulus. Sebagai putra tunggal dari PB XIII dan permaisuri GKR Pakubuwana (KRAy Pradapaningsih), namanya memang punya legitimasi kuat. Namun, publik juga masih mengingat sejumlah kontroversi yang sempat menyeretnya.

Lahir pada 26 September 2002, Gusti Purbaya atau nama lengkapnya Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko tergolong muda untuk ukuran calon raja. Pendidikan formalnya pun cukup mentereng. Ia menuntaskan studi S1 Hukum di Universitas Diponegoro dan kini sedang melanjutkan Magister Politik dan Pemerintahan di Universitas Gadjah Mada.

Kalangan dalam Keraton menyebut Gusti Purbaya sebagai sosok yang cerdas dan cepat belajar, meskipun karakter kepemimpinannya masih terus ditempa oleh waktu.

Namun di luar tembok Keraton, publik punya catatan sendiri. Awal tahun 2025, ia sempat viral karena unggahan story Instagram yang dianggap bernada anti-nasionalis. Meski masalah itu kemudian mereda, citranya sempat jadi bahan pembicaraan luas.

Tak hanya itu, Gusti Purbaya juga pernah terseret kabar dugaan tabrak lari di kawasan Gladak, Surakarta. Kasus itu membuatnya kembali disorot dan menimbulkan pertanyaan soal kesiapan moral seorang calon raja muda.

Pihak Keraton sendiri memilih tenang menanggapi rumor-rumor itu. Mereka meyakini, waktu dan pengalaman akan menguji seberapa kuat karakter Gusti Purbaya dalam memimpin.

Melihat sejarah panjang Keraton Kasunanan Surakarta, jabatan seorang raja memang bukan sekadar simbol, tapi juga peran budaya dan moral yang besar. Seorang raja diharapkan menjadi teladan, bukan hanya bagi abdi dalem, tapi juga masyarakat luas.

Karena itu, tanggung jawab yang kini menunggu Gusti Purbaya tentu tidak ringan. Ia harus bisa menjembatani tradisi leluhur dengan realitas zaman yang serba cepat dan modern.

Di sisi lain, kehadiran generasi muda di pucuk kepemimpinan juga membawa harapan baru. Banyak yang percaya, sosok muda seperti Gusti Purbaya bisa membuat Keraton lebih dekat dengan publik dan kembali relevan di tengah masyarakat modern.

Kini, pertanyaan besarnya bukan lagi “siapa penerus PB XIII?”, tapi “seperti apa arah kepemimpinan KGPH Purbaya nanti?”.

Apakah ia akan membawa semangat baru untuk menghidupkan kembali pamor Keraton Solo? Ataukah justru harus berjuang ekstra keras untuk menepis bayang-bayang masa lalunya?

Yang pasti, sejarah sedang menulis bab baru. Dan nama KGPH Purbaya ada tepat di tengahnya—antara warisan masa lalu dan tantangan masa depan yang menanti. (*)

You Might Also Like

Dibalik Digitalisasi Pendidikan, Ini Peran Kunci Nadiem Makarim yang Dibidik Kejagung

BEM Unissula Susul BEM UGM-Undip Keluar Dari Kenggotaan BEM SI

Momen Kabid Humas Polda Jateng Selamatkan Mobil Mogok di Lintasan Rel KA Madukoro Semarang

Baru Rilis Langsung Hilang! Album Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) Mendadak Ditarik, Ada Apa?

Natal Nggak Melulu Manis, Ini Sederet Tradisi Menyeramkan

TAGGED:KGPH Purbayakraton soloProfil KGPH Purbayapurbayaraja solo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mengintip Dapur Sekolah India, Bagus Mana Sama MBG-nya Indonesia?
Next Article Jaksa Nggak Mau Bebaskan Terdakwa Korupsi Kakao UGM

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi penumpang kereta api mencari tempat duduk sesuai yang tertera di tiket miliknya.

Angkutan Lebaran Usai, Penumpang Kereta Daop 4 Melonjak 14 Persen

Gedung KONI Manado runtuh setelah diguncang gempa bumi pada Kamis (2/4/2026).

Gempa Sulut-Malut: 1 Korban Jiwa, 2.200 Warga Mengungsi

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

Tiga Prajurit Gugur, MUI Ajak Salat Gaib Bersama

Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi umat Islam melaksanakan salat berjemaah.
Unik

Sudah Salat Id, Boleh Tidak Salat Jumat? Simak Pandangan Imam Mazhab

Juni 4, 2025
Unik

KPK Panggil Gubernur Jatim Khofifah, Ternyata Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

Juni 20, 2025
Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer, dikabarkan terjaring OTT KPK. Kasus apa ya?
Unik

Wamenaker Kena OTT: Ketika Sinetron Integritas Berakhir dengan Plot Twist Klasik

Agustus 21, 2025
Tiga kontraktor pengurus Gapensi sedang menjadi saksi sidang korupsi Mbak Ita
Unik

Kesaksian Kontraktor Gapensi Semarang soal Korupsi Mbak Ita: Martono Tunjuk Korlap

Mei 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lalu Siapa KGPH Purbaya, Simak Berikut Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?