Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Natal Nggak Melulu Manis, Ini Sederet Tradisi Menyeramkan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Natal Nggak Melulu Manis, Ini Sederet Tradisi Menyeramkan

Salah satu yang paling terkenal adalah Krampus, sosok setengah kambing bertanduk besar yang populer di wilayah Eropa Tengah. Kalau Santo Nikolas dikenal sebagai pembawa hadiah, Krampus justru hadir sebagai mimpi buruk bagi anak-anak yang dianggap nakal.

Nugroho P.
Last updated: Desember 23, 2025 7:06 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Krampus salah satu gambaran monster natal yang menyeramkan.
SHARE

NATAL selama ini dikenal dengan nuansa hangat, hadiah berwarna-warni, dan momen kumpul keluarga yang penuh tawa. Tapi di beberapa negara, perayaan Natal justru punya sisi lain yang bikin merinding, jauh dari kesan damai dan ceria.

Di balik lampu-lampu cantik dan pohon Natal, ada tradisi turun-temurun yang menghadirkan sosok-sosok menyeramkan. Tradisi ini bukan sekadar cerita horor, tapi dirayakan secara nyata dan jadi bagian budaya lokal.

Salah satu yang paling terkenal adalah Krampus, sosok setengah kambing bertanduk besar yang populer di wilayah Eropa Tengah. Kalau Santo Nikolas dikenal sebagai pembawa hadiah, Krampus justru hadir sebagai mimpi buruk bagi anak-anak yang dianggap nakal.

Krampus digambarkan membawa rantai yang diseret sambil berjalan dan ranting pohon untuk mencambuk. Dalam beberapa cerita, ia bahkan membawa karung besar untuk “menghilangkan” anak-anak yang bandel.

Setiap awal Desember, tradisi Krampusnacht digelar di Austria, Slovenia, hingga Italia utara. Orang-orang dewasa berdandan seperti iblis Krampus lalu berkeliling kota, menciptakan suasana Natal yang lebih mirip festival horor.

Selain Krampus, ada pula sosok Frau Perchta yang tak kalah mengerikan. Ia digambarkan sebagai penyihir yang datang untuk mengadili anak-anak berdasarkan perilaku mereka sepanjang tahun.

Legenda menyebutkan, anak-anak nakal akan mendapatkan hukuman sadis berupa perut yang dibelah dan diisi jerami. Meski terdengar ekstrem, tradisi kostum Frau Perchta masih hidup di beberapa wilayah Austria dan Jerman.

Berbeda lagi dengan kisah dari Islandia yang mengenal sosok Gryla. Ia adalah raksasa perempuan yang tinggal di gua dan keluar saat Natal untuk berburu anak-anak.

Gryla dikenal suka menculik anak-anak lalu memasaknya dalam panci besar. Ia tak sendirian, karena ditemani 13 troll bernama Yule Lads serta seekor kucing raksasa bernama Jolakotturinn.

Jolakotturinn bukan kucing imut seperti di kartu Natal. Ia digambarkan sebagai makhluk besar yang mengintip rumah-rumah dan siap memangsa siapa saja yang tidak mendapat pakaian baru saat Natal.

Konon, satu-satunya cara selamat dari kucing ini adalah menunjukkan bahwa kamu anak baik dengan memiliki baju baru. Karena itu, pakaian Natal di Islandia bukan cuma soal gaya, tapi soal keselamatan.

Dari Islandia, kisah seram berlanjut ke Prancis dan sekitarnya lewat legenda Pere Fouettard. Sosok ini dikenal sebagai pengikut Santo Nikolas yang bertugas menghukum anak-anak bermasalah.

Dalam cerita lama, Pere Fouettard adalah tukang daging yang menculik dan membunuh anak-anak kaya sebelum akhirnya dihukum dan dipaksa menebus dosa. Sejak itu, ia digambarkan sebagai figur gelap dalam perayaan Natal.

Di beberapa kota Eropa, kostum Pere Fouettard masih sering muncul saat Natal. Kehadirannya jadi pengingat bahwa Natal tak selalu soal hadiah, tapi juga soal konsekuensi.

Tradisi-tradisi ini mungkin terdengar ekstrem bagi sebagian orang. Namun bagi masyarakat setempat, kisah-kisah menyeramkan ini adalah cara lama untuk mengajarkan disiplin dan moral.

Di balik kisah horor tersebut, tersimpan pesan tentang perilaku, tanggung jawab, dan batas antara baik dan buruk. Natal versi mereka mungkin gelap, tapi tetap punya makna.

Jadi kalau kamu merasa Natalmu terlalu sepi atau membosankan, ingatlah bahwa di belahan dunia lain, Natal justru dirayakan dengan monster, iblis, dan cerita yang bikin susah tidur. (*)

You Might Also Like

Gus Yahya Sebut, Santri Ikut Kerja Bakti Itu Bukan Eksploitasi, Lalu Apa Gus?

Nunggu Kontraksi Seharian, Bayi Al Ghazali Malah Santai Banget Datangnya

Jalan Kaki ke Mekah, Hendy Sumedang Buktikan Rp50 Ribu Bisa Jadi Tiket Iman

Bolehkah Zakat Fitrah Diwakilkan?

Komdigi Gratiskan Internet Sebulan, untuk Korban di Aceh, Perlu Ndak Ya?

TAGGED:hari natalnatalnatal menyeramkanselamat natal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemudik sedang berada di Res Area Tol Semarang-Solo. Lalu Lintas Nataru di Jateng Belum Padet Banget, Luthfi: Masih Cenderung Datar
Next Article Ilustrasi keramaian di kawasan Titik Nol, dekat Malioboro, Jogja. Mau Liburan ke Jogja? Siap-siap Macet Ya, Bakal Diserbu 7 Juta Wisatawan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Uncovering the Latest Advancements in Machine Intelligence

Mei 18, 2023
Unik

Ditemukan Es Zaman Purba Usianya 6 Juta Tahun di Perut Antarktika

November 10, 2025
Plesir

Semarang Zoo Tambah Koleksi

Mei 30, 2025
Unik

High-Tech Cameras for Photography Buffs

Agustus 19, 2023

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Natal Nggak Melulu Manis, Ini Sederet Tradisi Menyeramkan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?