BACAAJA, BANYUMAS – Sebanyak 12 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto berhasil menyelesaikan pendidikan Diploma 1 (D1) Teologi, Rabu (4/2/2026). Mereka secara resmi diwisuda Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jateng Mardi Santoso.
Program pendidikan ini merupakan kolaborasi strategis Lapas Purwokerto dan Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Indonesia (STTAI). Prosesi wisuda para WBP ini berlangsung khidmat dihadiri; Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabag TUM) Kanwil Ditjenpas Jateng Ina Purnaningati Saputro, Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto Aliandra Harahap, serta jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan se-Karesidenan Banyumas. Turut hadir pula Guru Besar dari STTAI untuk memberikan restu akademis kepada para wisudawan.
Mewakili Ketua Umum untuk mewisuda para mahasiswa, Wakil Ketua I Bidang Akademik STTAI Yohannes Agus, menyatakan bahwa keterbatasan fisik di dalam lapas tidak boleh membatasi hak seseorang untuk berkembang secara intelektual.
“Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi mereka yang memiliki keinginan kuat untuk berkembang. STTAI telah meluluskan banyak warga binaan dari berbagai UPT di Indonesia,” kata dia pada keterangan tertulisnya, Rabu (4/2/2026).
baca juga: Dari Balik Jeruji ke Balik Kompor: Lapas Semarang Siap Masak MBG
Pihaknya merasa bangga dapat menjadi jembatan bagi mereka untuk meraih ilmu pengetahuan serta memperbaiki kualitas diri melalui jalur akademik yang resmi.
Kakanwil Ditjenpas Jateng Mardi Santoso memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan para warga binaan yang mampu menuntaskan studi selama satu tahun di tengah masa pidana. Dia menekankan gelar yang diraih harus menjadi titik balik perubahan perilaku.
“Kepada para wisudawan, saya berpesan agar ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh tidak berhenti sampai di sini. Jadikanlah pendidikan ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” tegas Mardi Santoso.

Mewakili wisudawan, WBP berinisal DEA menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas kesempatan mengenyam pendidikan tinggi di balik jeruji besi. Ia menekankan bahwa meskipun sedang menjalani masa pembinaan di dalam lapas, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap menuntut ilmu.
“Program ini merupakan sarana pengembangan diri yang luar biasa karena mampu memberikan harapan baru serta kepercayaan diri untuk memperbaiki masa depan,” kata dia.
Dia meyakini bekal intelektual dan spiritual yang didapat selama perkuliahan akan menjadi modal berharga saat nantinya kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat
Kehadiran para Kepala UPT se-Karesidenan Banyumas dalam acara ini menjadi momentum penguatan sinergi dalam mengadopsi program pembinaan berbasis pendidikan formal. Lapas Purwokerto membuktikan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Dukungan penuh dari jajaran Kanwil Ditjenpas Jateng dan mitra terkait, program D1 Teologi ini diharapkan terus berkelanjutan guna mencetak lulusan yang siap kembali ke masyarakat dengan karakter yang tangguh dan berintegritas. (eks)


