BACAAJA, JAKARTA — Mengerikan! Daftar korban tewas pada kerusuhan akhir Agustus-awal September 2025 bertambah panjang.
Ya, memang mengerikan. Kamu gak salah baca kok. Polisi telah memastikan, dua kerangka manusia yang ditemukan di gedung bekas kebakaran di Kwitang adalah korban kerusuhan.
Polisi memastikan, lewat hasil tes DNA, tulang belulang itu milik Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid —dua nama yang sempat ramai disebut hilang pascademo besar akhir Agustus lalu.
“Sampel DNA cocok. Yang satu Reno, yang satu Farhan,” ujar Brigjen Sumy Hastry Purwanti dari Pusdokkes Polri, Jumat (7/11).
Kedua kerangka itu dikirim ke RS Polri sejak 30 Oktober buat diperiksa. Tes DNA diambil dari tulang dan gigi, dan hasilnya keluar beberapa hari kemudian.
Kisah tragis ini bermula dari Gedung ACC di Kwitang, Jakarta Pusat —tempat dua kerangka itu ditemukan hangus di lantai 2.
Gedung itu sebelumnya terbakar saat aksi demo akhir Agustus dan baru dibersihkan menjelang renovasi.
“Kerangka baru ketemu karena ketimbun material kebakaran,” jelas Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Roby Heri Saputra.
Penemuan ini langsung bikin publik kaget. Apalagi, Reno dan Farhan sudah lebih dari dua bulan dinyatakan hilang tanpa kabar sejak aksi demonstrasi yang sempat ricuh di kawasan Senen.
Publik Tunggu Jawaban
Sampai sekarang, polisi belum menjelaskan penyebab pasti kematian dua korban itu.
Lembaga seperti Komnas HAM dan KontraS ikut hadir di konferensi pers, menegaskan pentingnya penyelidikan yang transparan dan tuntas.
Keluarga korban pun hanya bisa berharap, tragedi ini nggak berhenti di temuan DNA semata.
Karena bagi mereka, jawaban sesungguhnya bukan cuma siapa yang jadi korban, tapi juga kenapa dan bagaimana semua ini bisa terjadi.
Kepastian ini menambah daftar panjang korban tewas demo akhir Agustus-awal September lalu. Bagaiamana menurut Sobat Bacaaja? (*)


